
Selama satu minggu Xiou Yu benar-benar tidak keluar dari kediaman Li Hong. Yang dia lakukan hanya berlatih, berlatih, membaca dan belajar. Setiap hari dia hanya melakukan hal itu saja. Bahkan Xiou Yu sampai telat tidur. Dia tidur lebih larut daripada kebanyakan orang di sana.
Setelah satu minggu Xiou Yu dan Bai Lianhue mulai melatih ketigapuluh orang pilihannya. Awalnya Bai
Lianhue agak canggung karena baru kali ini dia mengajari orang lain. "Apa yang harus kita lakukan?” tanya Na Song. Dia tahu kalau Xiou Yu tidak akan mengajari dan memberikan mereka sumber daya begitu saja. Pasti ada yang Xiou Yu inginkan dari diri mereka. Na Song bukanlah orang bodoh yang tidak sadar akan hal itu.
"Nanti aku akan jelaskan. Sekarang kita hanya akan berlatih sampai kalian kuat. Dalam satu minggu ini kalian semua harus bisa tembus ke tahap fondasi qi. Kalau bisa ada yang bisa tembus ke tahap alam bumi," jawab Xiou Yu. Na Song kaget. Apa yang Xiou Yu katakan itu seperti sebuah mimpi bagi
mereka. Bisa bekultivasi saja sudah syukur bagi mereka. Mereka sadar diri kalau mereka bukanlah orang jenis.
Apalagi orang yang disayangi langit. "Jangan memberi kami harapan yang tinggi," ucap Na Song.
“Aku tidak omong kosong dengan apa yang aku katakan. Aku akan membuktikannya," ucap Xiou Yu. Dia pun mengeluarkan puluhan pill dan memberikannya kepada Na Song. Melihat itu, Na Song hanya terdiam kaget.
Itu adalah pill pelancar qi yang bisa membuat aliran qi semakin lancar dan itu bisa mempercepat proses kenaikan tingkat. Pill itu harganya cukup mahal. Untuk satu pill saja butuh 20 batu jiwa. Na Song dan lainnya tidak sanggup membeli hal itu. Mereka lebih memilih membeli makanan untuk kebutuhan sehari-hari. Apalagi satu bulan mereka hanya bisa
mendapatkan 60 batu jiwa. Kalau Ucapan itu membuat Ma Xien semakin marah.
Dia hampir saja menarik kembali tombaknya, tetapi
untung saja Din Zoma menahan tangan Ma Xien sekali lagi. Kalau tidak akan ada pertarungan diantara keduanya.
Sebenarnya Ma Xien dan Ma Zeiji adalah saudara kandung, tetapi entah kenapa mereka selalu saja bertengkar satu sama lain. Bahkan mereka hampir saling membunuh satu sama lain. Keduanya seolah adalah musuh. "Aku harap kau diam, Ma Zeiji!
__ADS_1
Sekali lagi kau memancing keributan, akan membunuh kalian aku yang berdua," ancam Din Zoma. Ancaman itu membuat keduanya langsung terdiam.
Sekarang pandangan Din Zoma terarah kepada Ma Xien. "Aku harap kau duduk kembali,” ucap Din Zoma. Mereka bertiga adalah pendiri dari Cakar Bayang. Mereka berkumpul membahas tentang kematian tiga anggota mereka yang di bunuh oleh Li Hong. Yang membuat Ma Xien marah adalah ketiga yang tewas itu adalah bawahan yang ada di dalam
pengawasannya.
Ma Xien pun kembali duduk setelah hampir menyerang Ma Zeiji. "Sangat disayangkan mereka
berada di bawah kepemimpinanmu. Padahal mereka sangat berbakat, tetapi sayangnya mereka salah memilih orang hingga mereka harus berakhir tewas. Sayang di sayangkan," ucap Ma Zeiji.
"Kita akan melanjutkan latihan," ucap Xiou Yu. “Jangan lakukan itu!” Ma Xien menatap rekannya
dengan tatapan tajam. Dia mengayunkan tembok miliknya dan mengarahkan ujung tombaknya ke
Apa yang Ma Zeiji lakukan itu memancing kemarahan Ma Xien. Ma Xien pun ingin mengayunkan tombaknya lagi, tetapi tiba-tiba tombaknya tertahan oleh sesuatu. Dia pun melihat ke belakang dan ternyata ada sebuah boneka menahan tombak miliknya.
Mereka membeli satu pill. Itu sama saja dengan mereka mengurangi jatah makan mereka. "Apa kau serius?" tanya Na Song "Aku sudah mengatakan kalau aku akan membuat kalian menembus tahap fondasi qi dalam satu minggu. Kalau kurang, aku bisa memberikan kalian lagi lebih banyak pill, tetapi
ingat satu hal.
Jangan terlalu mengandalkan pill kalau kalian tidak ingin racun menumpuk di dalam tubuh kalian," ungkap Xiou Yu. Na Song cukup kaget dengan fakta itu. Dia tidak pernah menggunakan pill. Jadi, dia tidak mengerti sama sekali.
Dia bahkan baru kali ini melihat bentuk pill pelancar qi. Pill itu berbentuk bulat berwarna merah agak
__ADS_1
gelap. dan pengajar yang hebat. Bukan hanya itu yang membuat mereka sangat berterima kasih. Ada satu hal lagi yang membuat mereka sangat bersyukur yaitu mereka mendapatkan pill pelancar qi. Sesuatu yang baru mereka dapatkan.
"Tidak masalah,” jawab Xiou Yu. Yang terpanting adalah kalian harus berlatih dengan giat dan satu lagi. Aku akan meminta bantuan kalian setelah ini. Aku tidak akan mengatakannya dengan jujur kalau aku memberikan semua itu karena aku ingin kalian mengikuti apa yang aku inginkan. Akan ada tugas yang harus kalian lakukan."
Tidak ada yang protes karena mereka juga sudah mengira kalau hal itu akan terjadi. Tidak ada yang
"Terima kasih,” ucap ketigapuluh orang yang Xiou Yu pilih. Mereka berterima kasih karena telah mendapat latihan dari Xiou Yu. Mereka tidak menyangka kalau latihan Xiou Yu membuat mereka lebih
mudah mengerti.
Xiou Yu adalah guru kesal. Secara tidak langsung Din Zoma mengatakan kalau Ma Xien adalah
orang bodoh. Ma Zeiji menahan tawa. Kita akan membalas mereka, tetapi bukan sekarang. Aku ingin kau menghubungi Cao Yuen untuk mengajaknya bekerja sama. Kita akan menghancurkan sekte Bulu Emas dari dalam." Ma Xien langsung menatap Din Zoma. Dia tersenyum sangat senang.
"Kau serius?" tanya Ma Xien. "Tidak ada gunanya bagiku untuk berbohong," jawab Din Zoma. "Aku ingin kau membantu Ma Xien untuk menyerang sekte Bulu Emas," ucap Din Zoma sambil melihat ke arah Ma Zeiji. Sesuatu yang membuat Ma Zeiji tersenyum.
Jangan terlalu gegabah! Kau tahu kalau yang kau lawan adalah Li Hong. Aku tidak bisa menjamin kalau kau bisa menang." Ma Xien terdiam. Dari tingkat kultivasi saja sebenarnya Li Hong lebih kuat dan lagi Li Hong memiliki racun Bulu Emas. Itu membuat
kemungkinan Ma Xien menang menjadi lebih kecil. Ma Xien tahu akan hal itu, tetapi tadi dia hanya terbawa emosi.
Harga dirinya yang membuat dia sangat marah. Ketiga bawahannya di bunuh oleh Li Hong, itu membuat dia kesal. Apalagi Ma Zeiji selalu mengolok-olok dirinya. Itu menambah amarah Ma Xien. "Aku juga kesal, tetapi aku tidak
bodoh.
__ADS_1
" Ucapan itu membuat Ma Xien benar-benar gratis di dunia ini. Orang baik sekalipun memiliki niat lain di dalam hatinya. Tidak ada yang namanya hadiah yang benar-benar gratis."Kami dengan senang hati akan melakukannya,” jawab Na Song.