
Ketika Xiou Yu keluar. Lu Lin tersenyum. Dia tidak menyangka kalau Xiou Yu bisa tahu kalau Cao Yuen
mengincar dirinya. Kalau dia bodoh, dia tidak akan mengetahui hal itu secepat itu. Dia belum sampai satu bulan, tetapi sudah mengetahui permasalahan yang sekte alami.
"Dia meminta aku berpihak kepadanya agar bisa mengimbangi pengaruh Cao Yuen. Itu cukup cerdik,"
gumam Lu Lin. Dia pun kembali berkultivasi. Kalau Lu Lin memihak seseorang maka beberapa tetua juga akan memihak orang tersebut. Meski, Lu
Lin tidak terlalu banyak memiliki pengaruh, tetapi tetap saja. Dia adalah tetua yang sudah lama menjabat dan selalu netral.
Untuk pihak netral memihak. Itu adalah hal yang menarik. Xiou Yu mengetahui hal itu. "Siapa yang akan membunuhmu?” tanya Bai Lianhue. Dia masih
kepikiran dengan apa yang Lu Lin katakan. Itu mengganggu pikirannya. Bai Lianhue menjadi cemas.
"Aku akan menjelaskannya setelah kita kembali nanti," jawab Xiou Yu. Mereka sekarang sedang berjalan ke arah gedung misi. Gedung yang paling kecil bila dibandingkan dengan gedung yang lainnya.
"Kita harus menemui tetua Ze Xieji lebih dulu," tambah Xiou Yu.
Tidak lama kemudian mereka tiba di sana. Dia depan gebung misi. Terdapat banyak orang yang mengantre untuk mengambil misi dan juga melaporkan hasil misi mereka. Antrean itu sangat panjang. Bai Lainhue bingung bagaimana cara mereka agar bisa masuk. Kalau mereka menunggu, itu akan memakan waktu yang sangat lama. Bisa-bisa malam hari mereka baru bisa masuk.
Tetapi ada satu hal yang membuat Bai Lianhue lebih bingung. Itu adalah fungsi dirinya yang ikut dengan Xiou Yu. Dia merasa tanpa dirinya saja, Xiou Yu sudah bisa melakukan semuanya sendirian.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Xiou Yu. Dia langsung menarik tangan Bai Lianhue yang masih melamun.
__ADS_1
Ikut aku!" pinta Xiou Yu. Mereka bukan berjalan ke arah gedung misi, tetapi ke tempat lain. Tempatnya agak jauh dari gedung misi. Sekitar 200 meter dari gedung misi. Mereka melihat sebuah gubuk kecil yang ada di belakang gedung misi. Gubuk itu sangat kecil sampai-sampai tidak ada yang memperhatikannya.
Sebenarnya ada tulisan dilarang
masuk, tetapi Xiou Yu tidak peduli. Dia menerobos saja pagar yang dibuat mengelilingi gubuk itu. Tepat ketika mereka melangkah masuk. Tiba-tiba mereka berdua merasakan sesuatu menekan tubuh mereka ke bawah. "Kami hanya ingin bertemu," ucap Xiou Yu. Dia mengeluarkan medali milik Li Hong. Seketika tekanan yang menekan tubuh mereka langsung
hilang.
"Terima kasih, Tetua Ze Xieji,” ucap Xiou Yu dengan penuh hormat. "Masuklah, Penipu!" ucap Ze Xieji melalui telepati miliknya. Itu adalah kemampuan yang sama seperti kemampuan milik Lu Lin. Semua orang kuat pasti bisa melakukan hal itu. Itu adalah kemampuan umum. "Apa kau yakin?" tanya Bai Lianhue.
Dia agak cemas karena beberapa saat yang lalu mereka ditekan seolah tidak dibolehkan masuk.
"Ikut saja," jawab Xiou Yu. Mereka pun berjalan ke arah gubuk itu. "Apa yang katakan ini benar?” tanya Cao Yuen.
Laporan itu agak membuat Cao Yuen terkejut. Dia tidak mengira kalau Xiou Yu akan mencoba mengumpulkan pendukung secepat ini. Padahal dia baru beberapa minggu di sekte, tetapi sudah berani
mengumpulkan pendukung. Sesuatu yang tidak tertebak.
"Aku tidak menyangka dia mencoba mengajak tetua Lu Lin dan tetua Ze Xieji sebagai pendukungnya.
Dia tidak tahu atau dia memang bodoh. Sejak lama keduanya tidak pernah memihak. Mereka selalu netral. Aku tidak yakin dia akan mendapatkan dukungan keduanya," ucap Cao Yuen.
"Tetapi tetap saja Bocah itu akan membahayakan. Bocah itu harus kita singkirkan dengan cepat," ucap Ji Xiji. Cao Yuen mengangguk setuju. "Kau hubungi kembali pembunuh bayaran yang telah aku sewa. Bilang kepada mereka kalau misi pembunuhan dipercepat dari jadwal yang sudah disepakati. Bilang juga kepada mereka kalau aku akan membayar dua kali lipat dari kesepakatan awal kalau mereka bisa
__ADS_1
melakukannya," ucap Cao Yuen kepada bawahannya yang tadi melaporkan.
Bawahannya itu langsung memberi hormat dan langsung pergidari sana.
Pintu gubuk itu langsung terbuka dengan sendirinya. Bai Lianhue melihat ke arah Xiou Yu dan dibalas senyuman oleh Xiou Yu. Mereka pun masuk ke dalam. Ketika masuk mereka melihat ada seorang pria tua dengan rambut putih panjang dan pakaian yang lusuh.
Kalau saja Xiou Yu dan Bai Lianhue tidak tahu kalau itu adalah tetua sekte Bulu Emas. Mereka pasti akan mengira kalau pria tua itu adalah seorang pengemis atau sejenisnya. Melihat penampilan pria tua itu, Xiou Yu ingat dengan apa yang dia alami sebelumnya. Sebelum dia masuk ke dalam sekte Bulu Emas.
Xiou Yu dan Bai Lianhue pun duduk di lantai yang jarakanya tidak jauh dari tempat pria tua itu duduk. Tempat yang sangat berbeda dengan tempat milik Lu Lin yang mewah. "Apa kau ingin aku menjadi pendukung mu untuk menjadi calon patriarch?" tanya Ze Xieji. "Iya,” jawab Xiou Yu. Dia cukup kaget. “Aku ingin tetua Ze Xieji mendukung ku untuk menjadi calon patriarch.
Aku akan menjadi patriarch dan akan mengubah sekte kita menjadi sekte yang besar, tetapi aku tidak akan melakukan hal gila seperti apa yang Cao Yuen lakukan." Xiou Yu percaya diri dengan apa yang dia katakan. Itu membuat pria tua di depan mereka tersenyum.
Senyuman yang sangat ramah. Ze Xieji memang terkenal sangat ramah, tetapi dia sangat tegas. Kalau dia mengatakan A berarti harus A. Dia tidak suka
bantahan sama sekali. Ze Xieji bahkan pernah bertarung dengan Lu Lin karena perbedaan
pendapat.
Itu menjadi pertarungan yang membuat seluruh isi sekte terguncang. Bahkan seperempat sekte harus mengalami perbaikan. Padahal pertarungan itu hanya terjadi kurang dari sepuluh menit. "Sekte ini semakin lama semakin merosot, tetapi menurut ku tidak ada salahnya dengan hal itu. Yang paling penting adalah kita aman dan tenteram.
Tidak ada yang mengusik kita sama sekali,” ucap Ze Xiejie. "Tetua tidak pernah keluar dari ruangan jelek ini," ucap Xiou Yu. Bai kaget. Dia ingin menghentikan Xiou Yu, tetapi Xiou Yu menyuruh Bai Lianhue untuk percaya dengan dirinya. “Apa yang tetua ketahui? Sekte sama sekali tidak tenteram.
Cao Yuen dan komplotan nya bahkan sudah bekerja sama dengan para pembunuh bayaran. Apa itu yang tetua bilang sebagai kedamaian? Aku meragukan hal itu,” keluh Xiou Yu. Tiba-tiba aura di ruangan itu menjadi dingin dan kembali tubuh mereka tertekan ke bawah. "Jaga bicara mu, Bocah!” bentak Ze Xieji.
__ADS_1