Pendekar Keabadian

Pendekar Keabadian
Pembantaian


__ADS_3

Xin Yi sedang sibuk bermain dengan wanita yang baru dia dapatkan dua hari yang lalu. Dia mendapatkan lima orang gadis yang sangat cantik dari salah satu pelanggannya karena dia berhasil membunuh seorang tetua sekte kecil.


"Apa yang terjadi?”. Dia mendengar ada suara ribut dari luar ruangannya. Suara itu terdengar seperti suara pertarungan. Itu membuatnya kesal. Dia pun bangun dan mengambil pakaian yang bisa dia kenakan dengan cepat. Dia mengambil tombak panjang miliknya. “Kalian tunggu di sini, Manis!" pinta Xin Yi.


Sebelum pergi, dia mengecup kelima gadis itu secara bergantian. Kelima gadis itu tersenyum, tetapi wajah para gadis itu terlihat sangat terpaksa. Xin Yi pun keluar dari kamar miliknya. Ketika keluar dia melihat kedua bawahan yang sedang berjaga seperti bersiap untuk bertarung.


"Apa yang terjadi?" tanya Xin Yi. "Ada musuh yang menyerang, Tuan," jawab bawahannya itu. "Kenapa kalian tidak memberitahuku? Dasar bodoh!


Bagaimana kalau itu adalah Patriarch sekte Bulu Emas. Ayo, ikut aku!” ajak Xin Yi. Tempat mereka sekarang sangat dekat dengan sekte Bulu Emas. Itu membuat Xin Yi cemas. Apalagi sudah dua rekan dia yang dibunuh oleh patriarch sekte Bulu Emas. Dia juga sudah diperingatkan oleh salah satu tetua dari organisasi Cakar Bayang untuk jangan mencari masalah dulu dengan sekte Bulu Emas.


Yang membuatnya lebih cemas lagi adalah dia mengirim dua bawahannya untuk mengawasi murid


dari patriarch Bulu Emas. "Seharusnya aku tidak menerima misi bodoh ini,” keluh Xin Yi. Dia dan bawahannya pun sudah keluar dan terlihat ada tiga orang yang sedang menyerang markas mereka.


Xin Yi kenal semua ketiga orang itu. Terutama pria tua yang sekarang sedang menatapnya dengan tatapan tajam.


"Sial!" batin Xin Yi. Beberapa detik kemudian dua orang bawahan yang ada di belakang Xin Yi langsung terjatuh. Mereka berdua tewas bahkan tanpa tahu kalau mereka tewas. Tidak ada rasa sakit sama sekali. Mereka tewas dalam sekejap. Itu adalah racun yang terkenal dan paling ditakuti oleh banyak sekte. Meski, sekte Bulu Emas kekuatannya sudah menurun, tetapi tidak ada yang berani menyerang mereka secara terang-terangan. Bahkan untuk organisasi Cakar Bayang sekalipun.


"Sepertinya aku akan tewas di sini" batin Xin Yi. Beberapa saat kemudian sebuah jarum kecil mengarah ke arah dirinya. Dengan cepat dia pun langsung mengayunkan pedangnya dan menangkis jarum itu. Itu adalah jarum yang sama seperti jarum yang membunuh kedua bawahannya barusan.

__ADS_1


Serangan Li Hong tidak hanya sampai di sana. Dia sekarang sudah berada di belakang Xin Yi dengan


tangan kosong. Pukulan Li Hong mengenai Xin Yi dan membuatnya ter mundur. Xin Yi memegang bahunya yang baru saja terkena pukulan Li Hong.


Pukulan itu membuat tulang Xin Yi bergeser. Itu sangat sakit, tetapi Xin Yi harus bertarung. Dia pun mulai memasang kuda-kudanya. "Apa yang kau lakukan?" tanya Xin Yi. "Jangan pura-pura tidak tahu. Kalian ingin membunuh muridku, bukan? Aku tidak akan membiarkan hal itu. Kalau kalian berani melakukan hal itu lagi. Aku tidak akan segan-segan menghancurkan organisasi kalian!" ancam Li Hong.


Xin Yi tersenyum meremehkan," Aku tahu kau kuat, tetapi apa kau lupa kalau para pemimpin kami tidak ada yang lebih lemah darimu. Jangan bermimpi untuk menghancurkan kami. Omong kosong seperti itu sangat lucu hingga membuatku tidak bisa tertawa," ucap Xin Yi.


Dengan cepat Li Hong pun menghilang lagi. Li Huang dan Din Lize sedang bertarung melawan anggota Cakar Bayang yang lainnya. Mereka tidak mengganggu pertarungan Li Hong. Mereka fokus dengan pertarungan mereka. Ada lebih dari seratus orang yang masih harus mereka lawan. “Apa kau masih sanggup?” tanya Din Lize. "Jangan khawatir! Aku masih bisa bertarung. Seharusnya tetua Din fokus dengan pertarungan sendiri. Yang harus tetua lawan sangat banyak. Aku hanya akan melawan sisa-sisanya saja," ucap Li Huang. Salah satu anggota Cakar Bayang menyerang Din Lize dari arah


belakang. Dia mengira kalau Din Lize lengah. Tepat ketika mengayunkan pedang, saat itu juga kepalanya


langsung terjatuh lebih dulu daripada tubuhnya.


"Menyebalkan," gumam Din Lize. Dengan satu gerakan beberapa anggota Cakar Bayang pun berhasil dia bunuh. Mata Din Lize menjadi sangat


serius. Dia pun terus menyerang hingga membuat anggota Cakar bayang yang melihat kebrutalan nya merinding.


Hanya dalam sepuluh menit, Din Lize sudah membunuh dua puluh anggota Cakar Bayang. Tubuhnya sekarang dipenuhi dengan darah. Din

__ADS_1


Lize adalah tetua termuda di sekte Bulu Emas. Dia murid yang berbakat pada generasi nya.


Di sekte Bulu Emas memiliki sebelas tetua dan mereka semua berada di tahap surga abadi semua. Din Lize juga sama, tetapi dia hanya berada di tahap surga abadi kedua.


Dia adalah tetua terlemah bila dibandingkan dengan tetua yang lain. "Tetua Din terlalu bersemangat,"


ucap Li Huang. Dia hanya bisa terdiam sambil melihat Din Lize membantai anggota Cakar Bayang yang masih ada. Li Huang yang harusnya membantu, tetapi dia sekarang hanya menjadi penonton. Tidak ada anggota Cakar Bayang yang berani maju.


“Aku rasa aku tidak diperlukan." Waktu terus berlalu dan semua anggota Cakar Bayang pun tewas di tangan Din Lize dan Li Hong. Pada saat terakhir Li Hong turun tangan karena haris sudah mulai tengah hari. Dia ingin cepat kembali agar Xiou Yu tidak curiga.


"Siapa yang membayarmu?” tanya Li Hong. Yang tersisa dari anggota Cakar Bayang hanyalah Xin Yi. Sekarang dia sedang diinterogasi oleh Li Hong. Li Hong penasaran siapa yang membayar Cakar Bayang untuk membunuh murid kesayangannya. Sebenarnya dia sudah memiliki orang yang dicurigai, tetapi Li Hong berharap bukan.


Dia tidak ingin ada pertempuran di dalam sekte.


"Jangan pikir aku akan memberitahuku! Bunuh saja aku!". Xin Yi meludah ke arah Li Hong. Dengan cepat Li Hong menebas bahu Xin Yi hingga putus. Xin Yi berteriak kesakitan. Air matanya keluar tanpa sadar. Darah mengalir membasahi tubuhnya. beberapa saat yang lalu bahu kirinya yang dipotong dan sekarang adalah bahu kanan.


"Katakan!" teriak Li Hong. Xin Yi sama sekali tidak


menjawab. Dia bahkan sampai menggigit lidahnya sampa putus. Beberapa saat kemudian Xin Yi pun tewas. Li Hing kesal karena tidak mengetahui siapa yang membayar Cakar Bayang untuk membunuh

__ADS_1


muridnya.


Cakar Bayang tidak akan membunuh sebarang orang tanpa ada yang membayar mereka. "Terima saja kalau Cao Yuen yang melakukan ini," ucap Li Huang.


__ADS_2