
"Ini gila!" teriak Li Huang. Dia sangat marah ketika membaca surat yang Xiou Yu tinggalkan. Dia tidak percaya Xiou Yu akan pergi saat guru mereka dalam keadaan kritis. Itu sangat tidak patut dilakukan menurut Li Huang karena itu menunjukkan kalau Xiou Yu tidak menghormati Guru mereka sama sekali. Kalau pun benar-benar ingin pergi.
Setidaknya menunggu sedikit lebih lama sampai acara pemakaman selesai dilakukan.
Apalagi Xiou Yu adalah penerus Patriarch dan akan diangkat menjadi patriarch dalam waktu dekat.
Seharusnya sebagai Patriarch selanjutnya, dia
melakukan sesuatu untuk sekte. Itu adalah tanggung jawab yang harus Xiou Yu lakukan, tetapi malah membebankan dirinya sebagai patriarch sementara. Itu membuat Li Huang semakin marah. "Seharusnya dia melakukan
tugasnya sendiri bukan memberikan tanggung jawab itu kepada orang lain.
Dia pria yang sangat tidak bertanggung jawab," keluh Li Huang sambil melirik ke
arah Bai Lianhue. Dia sengaja mengeraskan suaranya agar menarik perhatian Bai Lianhue, tetapi nyatanya Bai Lianhue tidak mendengar apa yang diabicarakan.
Terlihat kalau Bai Lianhue fokus dengan surat miliknya dan terlihat dia sedang sedih. Li Huang pun mendekati Bai Lianhue. Itu membuat Bai Lianhue langsung menutup suratnya dan memasukkannya ke dalam bajunya.
"Apa yang tertulis di sana?" tanya Li Huang. Bai Lianhue langsung menatap Li Huang dengan tatapan dingin. Dia tidak suka ada yang mengurus masalah pribadi miliknya. Surat itu adalah surat yang Xiou Yu berikan kepada dirinya dan merupakan ungkapan
permintaan maaf dan ungkapan perasaan Xiou Yu.
Itu adalah sesuatu yang tidak bisa dia
perlihatkan kepada orang lain sama sekali. "Kau mendapatkan suratmu sendiri. Jadi, kau tidak perlu mengurus punya orang lain!” keluh Bai Lianhue dengan nada suara yang agak dinaikkan.
__ADS_1
"Aku Cuma khawatir denganmu. Kau terlihat sangat sedih. Apa bocah itu mengatakan sesuatu yang menyakitkan? Kalau memang seperti itu, maka aku akan memukulnya nanti," ucap Li Huang lagi. "Itu tidak ada urusannya denganmu sama sekali. Aku ingin
sedih atau tertawa, itu adalah urusanku.
Dan lagi kenapa kau menjadi seperti ini? Ini bukan senior Lu Huang yang aku kenal," keluh Bai Lianhe. Biasanya Li Huang tidak seperti sekarang. Dia memang peduli dan perhatian,
tetapi dia sama sekali tidak ikut campur dengan urusan orang lain.
"Aku hanya peduli,” jawab Li Huang. "Aku hargai hal itu, tetapi ada batas yang tidak boleh dilewati," ucap Bai Lianhue. Li Huang mengangguk mengerti. Bai Lianhue pun pergi dari sana. Li Huang ingin mengikuti Bai Lianhue, tetapi Din Lize menahan tangan Li Huang. Dia menggeleng pelan.
Li Huang pun mengurungkan niatnya. "Aku tahu kau menyukai Bai Lianhue dan ingin mendapatkan hatinya, tetapi cara yang kau lakukan tadi salah. Kau tidak perlu mencampuri urusan pribadi seperti tadi. Itu malah akan membuat dia membencimu.
Kalau kau ingin mendapatkan hatinya,
Dia akan mendekati Bai Lianhue dengan perlahan. Apalagi sekarang dia menjadi patriarch sementara. Dia bisa menunjukkan kalau dia lebih baik daripada Xiou Yu. "Urusan cinta kita abaikan lebih dulu.
Ada banyak hal yang harus dilakukan untuk memperbaiki kembali sekte," ucap Din Lize. "Kau benar. Banyak hal yang harus kita lakukan agar sekte bisa kembali seperti semula. Tidak sepenuhnya kembali seperti semula, tetapi setidaknya kita bisa mulai berlatih lagi." Kenyataan yang sangat menyedihkan, tetapi sekte Bulu Emas tidak akan menjadi salah satu sekte besar dalam waktu dekat.
Kalau mereka ingin kembali menjadi sekte besar, itu akan membutuhkan waktu yang sangat lama.
Xiou Yu dan Qien Liwu sudah berjalan cukup jauh. Mereka masih berada di daerah kekuasaan sekte Bulu Emas. Hari sudah mulai gelap dan Xiou Yu memutuskan untuk beristirahat.
Qien Liwu juga melakukan hal yang sama. Mereka melihat sebuah gubuk tidak jauh dari tempat mereka. Xiou Yu dan Qien Liwu pun memutuskan untuk beristirahat di sana. Jaraknya hanya sekitar 100 meter dari tempat mereka berada sekarang.
Ketika sampai mereka pun masuk ke dalam gubuk itu dan ternyata di dalam sana ada dua orang lain. Satu adalah pria dewasa dan satu lagi adalah seorang wanita remaja yang sedang berbaring.
__ADS_1
Terlihat wajah wanita itu pucat. Kondisi keduanya sama-sama memprihatinkan, tetapi kondisi wanita yang paling memprihatinkan karena bukan hanya wajahnya saja yang pucat, tetapi dia terlihat sangat menggigil. Melihat hal itu, Xiou Yu ingin membantu, tetapi Qien Liwu menahan tangan Xiou Yu.
"Apa yang kau lakukan?” tanya Xiou Yu. Qien Liwu hanya menggeleng pelan. Xiou Yu tidak mengerti apa yang Qien Liwu ingin sampaikan. Dia pun masih mendekati dua orang tadi. Qien Liwu hanya menggeleng pelan melihat Xiou Yu yang sudah berada di dekat kedua orang itu.
Xiou Yu membungkuk dan mengeluarkan makanan dan minuman miliknya dan memberikan kepada kedua orang itu. Pria dewasa yang tadinya hanya menunduk langsung mendongak melihat Xiou Yu.
"Ambillah! Cuma ini yang aku miliki," ucap Xiou Yu. "Terima kasih,” jawab Pria Dewasa itu. Dia tersenyum ke arah Xiou Yu dan di balas senyuman oleh Xiou Yu. "Kalau boleh tau, dia sakit apa?" tanya Xiou Yu.
Kalau dia bisa membantu, maka dia akan
membantu. Xiou Yu merasa kasihan karena melihat wanita itu mengingatkan dirinya dengan dirinya ketika belum diangkat
murid oleh Li Hong. "Dia hanya demam saja. Tuan, tidak perlu khawatir. Beberapa hari lagi dia akan sembuh," jawab pria dewasa itu.
Dia kembali tersenyum ramah. “Ini sudah sering terjadi. Jadi, tidak perlu khawatir sama sekali," tambahnya. Xiou Yu mengerutkan
keningnya. Dia tidak percaya sakit adalah hal biasa. Dia pun mencoba melihat apa yang dia miliki. Dia pun mengeluarkan beberapa batu jiwa yang dia miliki dan memberikannya kepada pria dewasa itu.
"Obati dia! Kau tidak boleh membiarkan dia terus-terusan sakit," ucap Xiou Yu. Setelah memberikan batu jiwa itu. Dia pun bangun dan mencari keberadaan Qien Liwu dan ternyata Qien Liwu sedang duduk di sisi yang lainnya.
Xiou Yu pun mendekati Qien Liwu dan kemudian duduk di dekat Qien Liwu. "Apa kau tidak kasihan dengan mereka?" tanya Xiou Yu. Qien Liwu tidak menjawab. Dia hanya menatap Xiou Yu. “Kau sama sekali tidak memiliki persaan," keluh Xiou Yu.
Qien Liwu hanya membalas perkataan itu dengan senyuman. Dia pun menutup mata untuk tidur. Xiou Yu tidak ingin tidur lebih dulu. Dia ingin melakukan kultivasi lebih dulu sebelum dia tidur. "Target yang menarik.'
Xiou Yu melihat kesegala arah, tetapi tidak ada siapa pun di sana. Hanya ada mereka berempat. Qien Liwu tidur, dua orang lainnya juga tidak terlihat berbicara sama sekali. Xiou Yu terdiam beberapa saat sebelum akhirnya dia melanjutkan kultivasinya.
__ADS_1