Pendekar Keabadian

Pendekar Keabadian
Niat Baik Qien


__ADS_3

Xiou Yu pun pulang setelah merasa semuanya telah selesai. Bai Lianhue lebih dulu pulang karena ada yang ingin dia lakukan. Dia sudah berjanji kalau dia akan latih tanding melawan Li Huang. Dia tidak bisa mengingkari perjanjiannya.


Xiou Yu terpaksa berjalan sendirian. "Apa kau butuh informasiku?” tanya seseorang dari belakang.


Xiou Yu berdecak kesal karena dia tahu siapa yang berbicara itu. Orang itu adalah Qien Liwu. Seseorang yang paling malas Xiou Yu temui untuk sekarang. Dia memang memerlukan Qien Liwu, tetapi dia tidak ingin terlalu bergantung kepada Qien Liwu karena kalau itu terjadi. Maka, tanpa sadar dia akan dimanfaatkan oleh Qien Liwu.


"Aku sudah bisa bilang kepadamu kalau aku tidak butuh bantuanmu dan aku tidak akan ingin bekerja sama denganmu sama sekali," jawab Xiou Yu. Dia bahkan tidak ingin membalik badan. Dia pun melanjutkan perjalanannya. Dia mencoba mengabaikan Qien Liwu.


"Cao Yuen, malam ini akan mengirim orang untuk membunuhmu," ucap Qien Liwu. Mendengar perkataan itu, Xiou Yu langsung membalik badan. Dari wajahnya saja sudah bisa ditebak kalau dia kaget dengan apa yang Qien Liwu katakan. Qien Liwu tersenyum melihat rasa kaget Xiou Yu. Dia berhasil menarik perhatian Xiou Yu.


"Jangan kaget seperti itu! Kau sudah tahu bukan kalau Cao Yuen memang ingin membunuhmu. Apa yang membuatmu kaget dengan kenyataan itu. Atau kau mengira dia akan dia saja? Kalau memang seperti itu, kau tidak layak menjadi rekanku,” ungkap Qien Liwu. Dia tersenyum kecil. Senyuman itu memancing emosi Xiou Yu.


Xiou Yu harus menarik napas dan menghembuskannya denga perlahan beberapa kali agar emosinya bisa dia kontrol kembali. "Aku tahu, tetapi aku tidak menyangka dia akan menyerangku


malam ini. Kau tahu sendiri kalau aku kesulitan mendapatkan informasi seperti itu. Sangat sulit untuk masuk diantara para tetua," ucap Xiou Yu.


Dia melakukan pembelaan, tetapi itu


adalah kebenaran.


Sulit untuk mendapatkan infromasi seperti itu karena untuk mengetahui hal seperti itu berarti dia harus memiliki mata-mata yang bisa dia selipkan diantara para tetua. Untuk melakukan itu butuh batu jiwa yang sangat banyak dan dia tidak memiliki hal itu.


Xiou Yu sadar dengan sumber daya miliknya yang terbatas. Sangat berbeda dengan Qien Liwu yang memiliki banyak sumber daya yang mungkin lebih banyak daripada apa yang dibayangkan. Qien Liwu memiliki beberapa pendapatan lain kecuali dari hasil menjual informasi.


Dari hasil menjual informasi saja sudah cukup membuatnya menjadi sangat kaya. Pasukan miliknya

__ADS_1


tersebar di berbagai tempat dan mereka dikenal sebagai Angin Tanpa Bentuk. Organisasi mereka tidak terdeteksi, tetapi semua orang tahu kalau mereka itu ada.


Mencari mereka sangatlah sulit karena mereka bisa muncul di mana saja dan tidak ada yang tahu siapa pemimpin Angin Tanpa Bentuk yang sebenarnya. Bahkan, Xiou Yu tidak tahu kalau Qien Liwu adalah pemimpin dari organisasi besar seperti


itu.


Dia memang tidak tahu, tetapi ada kecurigaan di benak Xiou Yu kalau Qien Liwu dan Angin Tanpa Bentuk memiliki hubungan. "Kalau begitu aku akan


mengatakan semuanya kepadamu


secara gratis," ucap Qien Liwu.


"Jangan pura-pura baik! Aku tahu sifatmu," ucap Xiou Yu. Dia baru beberapa kali bertemu dengan Qien Liwu, tetapi dia tahu seberapa licik Qien Liwu. Karena dia sudah dua kali dimanfaatkan oleh Qien Liwu. Katakan saja apa yang kau inginkan. Kalau aku bisa melakukannya, aku akan setuju, tetapi kalau tidak. Aku tidak memerlukan informasi itu," tambah Xiou Yu.


Xiou Yu tahu kalau itu hanyalah tipu daya Qien Liwu saja. Sangat mustahil Qien Liwu membantu orang lain tanpa ada maksud lain. Kalau dia memang orang yang seperti itu. Dia tidak mungkin menipu gurunya


sendiri. Guru yang telah banyak mengajarinya banyak hal dan memperlakukannya dengan sangat


baik.


Qien Liwu adalah murid yang paling disayangi oleh Cao Yuen, tetapi itu dulu. "Sejak kapan kita pernah saling mengakui kalau kita adalah teman? Aku bahkan tidak pernah berpikir untuk berteman dengan orang yang pernah menipuku dua kali. Dalam mimpi saja aku tidak akan melakukannya," ungkap Xiou Yu.


Dia memang tidak ada niat untuk berteman dengan Qien Liwu.


Berteman dengan Qien Liwu menurut Xiou Yu hanya akan membuat dirinya dalam masalah dan pasti dia akan di ajak untuk bekerja sama untuk menggulingkan kekaisaran. Qien Liwu tertawa sangat keras hingga membuat Xiou Yu kebingungan. Dia tidak mengerti di mana sisi lucu dari pembicaraan mereka tadi.

__ADS_1


"Kau lucu juga," ucap Qien Liwu. Malam ini Cao Yuen mengirim empat orang ke tempatmu. Mereka berempat berada pada tahap alam langit ke 2 sampai 4. Mereka tidak terlalu kuat, tetapi mereka cukup untuk membunuhmu yang masih berada di tahap fondasi qi." Tiba-tiba Qien Liwu terdiam karena kaget. “Kau sudah berada di tahap alam bumi? Sejak


kapan?" tanya Qien Liwu. Dia baru beberapa minggu tidak bertemu dengan Xiou Yu, tetapi perkembangan


Xiou Yu sudah sejauh sekarang.


Xiou Yu mengambil sebuah kantong berisi batu jiwa dan langsung melemparkannya kepada Qien Liwu, Ambil saja itu! Di dalamnya ada 50.00 o batu jiwa." Xiou Yu langsung ingin pergi dari sana, tetapi tiba-tiba Qien Liwu melempar kembali kantong tadi.


"Kenapa kau....


Xiou Yu terdiam dengan wajah


kesal. "Aku tidak butuh bayaran sama


sekali," ucap Qien Liwu. "Apanya yang tidak butuh bayaran. Kantong ini sudah tidak ada isi sama sekali."


Qien Liwu tersenyum dan langsung berjalan pergi, “Aku tarik kembali kata-kataku. Ternyata aku butuh ini semua demi aku bisa bertahan hidup selama satu bulan ke depan." Dia pun menghilang dengan sangat cepat.


“Jangan pura-pura miskin di depanku," gumam Xiou Yu. Dia pun pergi juga dari sana. Dia bergegas untuk pulang dan menyiapkan apa yang dia perlukan untuk mengalahkan musuh yang akan datang. Melawan musuh yang lebih kuat itu membutuhkan persiapan dan lagi ini adalah empat orang.


Meski, Qien Liwu orang yang licik, tetapi dia tidak sedikit bisa dipercayai. Dia tidak akan berbohong tentang hal seperti ini. Tidak juga sebenarnya karena dia sering juga menipu tentang hal krusial, tetapi Xiou Yu percaya kepada Qien Liwu untuk kali ini.


"Guru dan Li Huang pergi dan baru akan kembali esok hari.


Seharusnya aku tahu kalau ini adalah waktu yang tepat untuk mereka menyerangku. Aku terlalu lengah," gumam Xiou Yu.

__ADS_1


__ADS_2