Pendekar Keabadian

Pendekar Keabadian
Pamgeran Tikus


__ADS_3

Kau sudah tembus ke tahap fondasi qi?" tanya Bai Lianhue. "Iya, baru tadi malam." "Apa guru tahu? Dia pasti senang," ucap Bai Lianhue. Xiou Yu mengangkat kedua bahunya, "Aku sama sekali belum bertemu dengan guru sejak pagi. Dia kamarnya juga dia tidak ada. Mungkin dia sedang pergi keluar atau menemui tetua lainnya," jawab Xiou Yu.


"Kakak Li Huang juga tidak ada di kamarnya. Tadi aku mengajaknya untuk berlatih, tetapi dia sudah tidak ada di dalam kamarnya. Apa dia dan guru melakukan misi keluar sekte?" tanya Bai Lianhue.


Xiou Yu langsung terdiam. Dia merasakan kalau ada yang janggal. Kalau gurunya pergi bersama dengan Li Huang berarti mereka pergi keluar sekte. Kalau memang keluar sekte, seharusnya gurunya mengabari mereka lebih dulu. Bisa saja gurunya lupa, tetapi agak mustahil. "Kenapa kau melamun?" tanya Bai Lianhue.


"Tidak ada. Ayo kita berlatih kembali," ucap Xiou Yu.


Mereka pun berlatih. Sepanjang latihan pikiran Xiou Yu sama sekali tidak fokus. Pikirannya masih memikirkan tentang apa yang gurunya dan Li Huang lakukan. Xiou Yu yakin yang mereka lakukan adalah hal yang penting. "Apa ini ada hubungannya dengan Cao yuen?" batin Xiou Yu.


Beberapa saat kemudian pedang kayu milik Bai Lianhue berhasil memukul kepala Xiou Yu. Dia tidak


fokus, itu membuatnya dikalahkan dengan sangat mudah. Bai Lianhue sampai mengerutkan keningnya.


"Kau sedang sakit?” tanya Bai Lianhue. Xiou Yu menggeleng, "Ayo lanjut saja. Aku tadi hanya sedang


mengantuk. Aku tidur terlalu malam," ucap Xiou Yu.


Dengan mudahnya Bai Lianhue percaya. Dia pun bersiap bertarung lagi.


Pertarungan kali ini masih dimenangkan oleh Bai Lianhue, tetapi Xiou Yu melakukan banyak perlawanan. Itu membuat Bai Lianhue tidak terlalu curiga. "Apa kau masih mengantuk?" tanya Bai Lianhue. Dia masih percaya kalau Xiou Yu tidak fokus karena mengantuk.


"Sepertinya kita beristirahat dulu," ajak Xiou Yu. Dia tidak bisa fokus bertarungan. Latihan itu tidak akan membuatnya menjadi lebih kuat. Lebih baik menghentikan latihannya saja daripada latihan, tetapi hasilnya percuma. Mereka pun akhirnya duduk, tetapi baru duduk dua menit. Xiou Yu pun bangkit.


"Aku ada keperluan sebentar," ucap Xiou Yu.


"Ke mana? Apa aku boleh ikut?” tanya Bai Lianhue.

__ADS_1


"Aku hanya sebentar. Aku akan kembali lagi ke sini sesegera mungkin," jawab Xiou Yu. Dia pun langsung berjalan menjauh. Bai Lianhue hanya bisa menatap kepergian Xiou Yu. Dia melihat wajah cemas Xiou Yu, itu membuatnya penasaran, tetapi dia tidak ingin mengganggu Xiou Yu.


"Aku harap dia baik-baik saja," gumam Bai Lianhue.


Xiou Yu pergi ke tempat seorang murid juga. Dia adalah murid yang paling dibenci di sekte Bulu Emas


karena terkenal dengan sifatnya yang suka menipu dan sering memanfaatkan orang lain untuk keperluannya sendiri.


Dia adalah Qien Liwu. Dia merupakan murid dari Cao Yuen, tetapi sudah tidak dianggap murid lagi karena beberapa kali Qien Liwu menipu Cao Yuen hingga Cao Yuen kehilangan banyak sumber daya. Meski, begitu Qien Liwu masih bisa berada di sekte karena dia adalah anak tiri dari kaisar.


Dengan jabatannya itu, dia bisa membuat tetua sekte Bulu Emas tidak bisa mengusir dirinya. Meski, mereka sangat kesal. "Apa kau ingin membali informasi dariku lagi?" tanya Qien Liwu. Dia tersenyum ke arah Xiou Yu. Wajahnya sangat muram. Dia terlihat seperti bukan seorang anak seorang kaisar. Dia lebih terlihat seperti rakyat jelata yang tidak terurus.


Dengan tubuh yang kurus, rambut panjang yang kusut dan mata merah dengan kantong mata yang tebal. Itu membuatnya terlihat sangat mengerikan. Tidak ada murid yang berani mengusik Qien Liwu, tetapi beberapa murid membutuhkan dirinya. Bukan hanya murid, tetapi beberapa guru dan tetua juga


membutuhkan dirinya karena dia bisa mendapatkan informasi apa pun yang ada.


"Kenapa mereka melakukan itu?” tanya Xiou Yu.


Qien Liwu tidak menjawab. Dia hanya menggosokkan jari telunjuk dan jempol nya beberapa kali. Xiou Yu langsung memberikan kantong kecil yang berisi lima ribu batu jiwa kepada Qien Liwu. Qien Liwu tersenyum.


"Semalam ada dua pembunuh bayaran datang ke tempat kediaman Patriarch Li Hong. Pagi harinya


mereka pun mencari keberadaan pasukan itu," jawab Qien Liwu. "Terima kasih," ucap Xiou Yu. Dia pun melangkah ingin keluar dari rumah Qien Liwu. Dia tidak terlalu suka di sana karena tatapan Qien Liwu membuatnya merinding. Tiba-tiba Qien Liwu menahan tangan Xiou Yu. Xiou Yu pun menoleh ke


belakang.


Tangan keras Qien Liwu mengingatkan Xiou Yu dengan dirinya ketika berada di desa, tetapi setelah mengingat siapa Qien Liwu. Rasa iba itu langsung sirna seketika. "Aku ingin menawarkan semua bantuan milikku kepadamu," ucap Qien Liwu.

__ADS_1


Xiou Yu mengerutkan keningnya. Dia tidak bisa percaya kepada Qien Liwu begitu saja. Qien Liwu memiliki kecerdasan yang setara dengan dirinya, tetapi kalau bertarung Xiou Yu tidak yakin bisa menang.


Bukan masalah dia tidak percaya diri, tetapi kenyataannya Qien Liwu memiliki pasukan yang


besar di luar sana. Dia memiliki bawahan yang


tersebar di berbagai tempat. Itu yang membuat dia bisa mengetahui hanya hal. Dia menggunakan tikus sebagai pembawa informasi. Itu juga yang


membuat ada ribuan tikus di rumah Qien Liwu.


Itu juga alasan kenapa Xiou Yu tidak nyaman di sana.


"Aku tidak yakin kau akan memberikan penawan besar seperti itu dengan Cuma-Cuma. Pasti ada syarat yang harus aku lakukan, buka?. Katakan dulu!" pinta Xiou Yu.


Berhadapan dengan Qien Liwu harus dengan rasa curiga yang besar atau kau akan ditipu. "Aku akan memberikan semua bantuanku kepadamu, tetapi dengan satu syarat. Kau harus menjadi patriarch sekte Bulu Emas ini,” jawab Qien Liwu.


Xiou Yu tertawa sangat keras, tetapi beberapa saat kemudian wajah Xiou Yu menjadi sangat serius. Dia menatap Qien Liwu dengan sangat tajam.


"Kau pasti ingin memanfaatkan aku untuk kepentinganmu.


Kau ingin aku membantu kau untuk menggulingkan kekaisaran, bukan? Jangan libatkan aku dengan hal gila seperti itu," keluh Xiou Yu. Dia pun menarik tangannya dan melepaskan genggaman tangan Qien Liwu. "Aku harap kau pikirkan lagi tawaranku. Aku cukup percaya diri kalau kau pasti akan kembali


menemuiku lagi dan kita akan bekerja sama," ungkap Qien Liwu sambil tersenyum percaya diri.


Senyuman yang membuat Xiou Yu merinding.


"Dalam mimpi pun aku tidak akan bekerja sama denganmu. Kau terlalu gila." Xiou Yu pun pergi dari sana. Sementara Qien Liwu tersenyum senang. "Dia pasti akan ke sini lagi.”

__ADS_1


__ADS_2