Pendekar Keabadian

Pendekar Keabadian
Kesalahan Kecil


__ADS_3

"Kapan kita akan menyerang?" "Satu minggu lagi. Ada rekan yang ingin bergabung." "Apa yang kalian temukan?” tanya Xiou Yu. "Ada yang melihat ada beberapa orang asing yang berkeliaran di sekitar kediaman tetua Cao dan juga di kediaman Patriarch," jawab Na Song.


Dia yang dipilih menjadi perwakilan dari ketigapuluh orang murid. Bisa dikatakan dia adalah ketua mereka. Xiou Yu memilih Na Song karena dia mudah akrab dengan orang lain. Meski, dia pernah hampir dibenci. “Apa yang mereka lakukan?” "Tidak ada. Mereka hanya melihat-lihat dan kemudian pergi


kembali."


Xiou Yu terdiam cukup lama. Dia tidak menyangka kalau pasukan Cakar Bayang sudah mulai bergerak. Itu menandakan tidak lama lagi mereka akan menyerang gurunya. Xiou Yu tidak ingin hal itu terjadi.


Apalagi setelah mendengar perkataan Qien Liwu kalau kedua pendiri Cakar Bayang itu memiliki kekuatan yang setara dengan gurunya. Kalau memang seperti itu, maka akan sangat gawat. Dan lagi Bai Lianhue juga mengatakan kalau ada murid mencurigakan yang memiliki kekuatan yang setara dengan dirinya.


Xiou Yu cukup yakin kalau itu ada hubungannya dengan organisasi Cakar Bayang dan Cao Yuen.


"Kalian tidak memberitahukan hal ini kepada Bai Lianhue, bukan?” tanya Xiou Yu. Dia tidak ingin Bai Lianhue cemas. Dia ingin mengatasi semuanya agar tidak ada pertarungan sama sekali. Xiou Yu berusaha melakukan itu, tetapi ditertawakan oleh Qien Liwu.


"Tentu saja," jawab Na Song.


Wajah Xiou Yu terlihat sangat pucat. Dia tidak tidur beberapa hari karena terus memikirkan cara agar pertempuran tidak terjadi, tetapi seberapa keras dia berpikir dia tidak menemukan solusi sama sekali.


"Sepertinya aku harus melakukan ide gila Qien Liwu," batin Xiou Yu.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Na Song.


Dia selalu ingin bertanya, tetapi terus saja tidak berani. Kali ini dia tidak bisa menahan rasa penasarannya. Dia pun memberanikan diri untuk bertanya. Kalau dia tidak bertanya, dia akan dihantui rasa penasarannya.


"Ah, aku lupa menjelaskan kepada kalian," ucap Xiou Yu. Dia pun mengumpulkan semuanya. Dia pun menceritakan apa yang sedang terjadi di sekte mereka. Ketika mendengar fakta itu. Semua

__ADS_1


yang ada di sana langsung panik. Wajah mereka langsung pucat.


Mereka tidak pernah melihat seperti apa organisasi Cakar Bayang, tetapi mereka pernah mendengar


tentang seberapa mengerikannya organisasi Cakar Bayang. Membayangkan musuh seperti itu menyerang. Itu membuat mereka merinding....seperti itulah," ucap Xiou Yu mengakhiri penjelasannya.


Sekarang mereka paham kenapa mereka dikumpulkan dan Xiou Yu rela mengeluarkan banyak sumber daya untuk mereka yang tidak punya masa depan dan tidak berbakat. Pandangan mereka kepada Xiou Yu menjadi berubah.


Mereka sekarang kagum kepada Xiou Yu. Mereka sudah kagum, tetapi kali ini lebih kagum lagi. Sangat sulit menemukan murid yang terjun langsung dalam masalah yang dialami sekte padahal tahu itu sangat berbahaya. Sebenarnya ada satu lagi murid yang ikut dalam masalah yang terjadi. tentu saja dia adalah Li Huang.


"Ini adalah masalah yang berat,” ucap Na Song. Dia tidak bisa menyembunyikan rasa takutnya, tetapi dia berusaha untuk tetap terlihat biasa saja. "Kenapa Bos tidak meminta bantuan para tetua saja?" tanya Na


Song "Kebanyakan tetua berpihak kepada Cao Yuen. Adapun yang netral, mereka sibuk dengan dunia mereka sendiri. Sangat di sayangkan.


Terlihat sekali kalau Xiou Yu sangat marah. Baru kali ini mereka melihat Xiou Yu sangat kesal. Biasanya Xiou Yu selalu saja ramah dan mengajari mereka dengan sangat perlahan dan sabar.


Sesuatu yang tidak mereka dapatkan dari guru mereka sendiri. "Kalau begitu apa yang harus kita lakukan?" tanya Na Song. Li Hong, Li Huang, Din Lize dan Dang Ziji sedang berkumpul. Yang berpihak kepada Li Hong hanya mereka saja. Sangat miris sekali untuk seorang Patriarch, tetapi yang berada di pihak dirinya hanya segelintir orang.


Sebenarnya ada dua orang tetua lagi, tetapi Li Hong tidak mempercayai keduanya. Dia tidak pernah


mengundang mereka ikut dalam diskusi. "Aku dengar kalau ada banyak orang asing di kediaman Cao Yuen," ucap Dang Ziji.


"Aku juga tahu. Sepertinya mereka adalah anggota dari Cakar Bayang," tambah Li Huang. Dia mengetahui tentang informasi itu, tetapi dia tidak tahu siapa mereka. Li Huang hanya bisa menebak saja, tetapi dia yakin kalau mereka memang adalah anggota dari Cakar Bayang.


"Bagaimana dengan persiapan kita?" tanya Li Hong.

__ADS_1


"Sudah hampir selesai. Dua hari lagi semua bukti sudah siap di umumkan. Kita bisa mengusir Cao


Yuen dari sekte dengan bukti yang kita miliki," jawab Din Lize.


Sebenarnya Li Hong bisa saja mengeluarkan Cao Yuen dengan otoritas miliknya, tetapi pasti itu akan membuat keributan. Dan lagi nama baiknya akan dipertanyakan karena asal mengeluarkan tetua tanpa ada bukti apa pun. Selama ini mereka mengumpulkan bukti dan sumuanya sudah hampir selesai.


"Bagaimana kalau Cao Yuen menolak dan melakukan penyerangan?" tanya Li Huang. "Aku bisa mengalahkan mereka," jawab Li Hong. Kalau saja Xiou Yu tahu kalau selama ini gurunya hanya melakukan hal seperti mengumpulkan bukti dan menekan pengaruh Cao Yuen dengan cara mengancam tetua yang lain dengan kekuatan miliknya.


Xiou Yu akan sangat kesal. Hanya mengandalkan ancaman bukanlah cara yang efektif apalagi tanpa informasi yang memadai. Ancaman itu tidak akan berpengaruh kepada sekutu Cao Yuen karena perlindungan mereka adalah Cakar Bayang.


Seandainya Li Hong tahu akan hal itu. Dia pasti sudah menyerang Cao Yuen dengan cepat tanpa mengumpulkan bukti lebih dulu.


Persetan dengan nama baik. Keselamatan sekte jauh lebih berharga dari hanya sekadar nama baik. “Apa kita tidak perlu meminta bantuan tetua Lu Lin atau tetua Ze Xieji? Dengan bantuan mereka, kita bisa membuat pendukung Cao Yuen berpikir ulang untuk membela Cao Yuen," ucap Din Lize.


Dia merasa kalau apa yang mereka lakukan sama sekali tidak membuat tetua yang memihak Cao Yuen bergeming. "Aku juga berpikir seperti itu," ucap Li Huang. "Aku merasa kalau tetua yang memihak Cao Yuan hanya pura-pura takut saja.


Mereka bilang tidak berhubungan dengan Cao Yuen lagi, tetapi aku melihat ada yang masih datang ke kediaman Cao Yuen dengan terang-terangan," tambah Li Huang.


"Benar. Aku juga melihatnya," tambah Din Lize.


"Tidak perlu khawatir," ungkap Li Hong. "Mereka tidak akan ikut campur mereka ikut campur dan kalau pun


sekalipun. Aku akan turun tangan dan kalian juga bisa mengatasi beberapa dari mereka," ucap Li Hong dengan percaya diri.


Din Lize dan Li Huang saling memandang satu sama lain. Mereka malah khawatir dengan apa yang Li Hong katakan.

__ADS_1


__ADS_2