
Xiou Yu langsung mengeluarkan pedang miliknya. Dia sudah siap bertarung, tetapi tiba-tiba Qien Liwu menahannya sambil menatap tajam ke arah dua lawan yang akan mereka lawan.
Xiou Yu mengerutkan keningnya. Dia bingungkan kenapa Qien Liwu menghentikan dirinya. "Aku akan mengatakan satu hal," ucap Qien Liwu. Dia pun mengeluarkan pedang miliknya juga.
"Sebenarnya wanita itu sudah mati, tetapi pria itu memasukkan roh ke dalam mayat wanita itu dan seperti apa yang kau lihat sekarang.
Wanita itu tidak akan bisa kita kalahkan kecuali dengan satu cara yaitu dengan cahaya,” tambah Qien Liwu. Dia pun mengambil satu pedang lagi dan memberikan
pedang itu kepada Xiou Yu, “Kau bisa gunakan pedang itu untuk mengalahkan wanita itu.
Kau hanya perlu mengalirkan darah milikmu dan pedang itu akan mengeluarkan cahaya," ucap Qien Liwu. Dia sangat serius karena
lawan mereka bukanlah lawan yang bisa mereka kalahkan dengan mudah.
Kalau mereka salah atau lengah sedikit saja,
maka mereka akan dalam bahaya dan kemungkinan terburuk tentu saja mereka akan tewas.
Tidak ada yang ingin tewas pada perjalanan pertamanya. Meski, ini bukan perjalanan pertama bagi Qien Liwu, tetapi dia juga tidak ingin tewas karena dia belum selesai dengan tujuan yang ingin dia capai.
"Terima kasih," ucap Xiou Yu. Dia pun memasukkan kembali pedang miliknya.
Sekarang dia memakai pedang yang baru saja Qien Liwu berikan kepada dirinya. Dia bisa
merasakan kalau pertarungan ini tidak akan berakhir mudah.
Terutama ketika melihat wanita yang terus saja menatapnya dengan tatapan mengerikan. "Aku akan melawan pria itu
dan kau bunuh roh itu," ucap Qien Liwu.
Qien Liwu pun memisahkan diri dan berjalan ke arah pria dewasa yang ada di sebelah wanita itu.
Wanita itu pun melompat ingin menyerang Qien Liwu, tetapi dia langsung berhenti ketika
dia melihat sebuah pedang terayun ke arah dirinya. Dia pun terpaksa mundur.
__ADS_1
Xiou Yu tidak berhenti di sana. Dia pun melanjutkan serangannya. Apa yang Qien Liwu katakan itu benar. Wanita itu terus saja menghindari serangan Xiou Yu. Dia hanya akan menyerang kalau ada celah saja, tetapi Xiou Yu bisa menahan serangan itu dan melakukan serangan balasan.
"Lawanmu adalah aku," ucap Qien Liwu.
"Kau sangat percaya diri, Bocah," ucap pria itu. Dia memutar-mutar sabit miliknya dan langsung melompat dan menyerang Qien Liwu. Qien Liwu hanya tersenyum kecil dan
langsung menahan serangan itu dengan mudah.
Dia melakukan gerakan kecil dan langsung melakukan serangan balasan. Serangan itu berhasil melukai lawannya. Lawannya tidak terlalu kesakitan karena serangan itu hanya menghasilkan goresan kecil yang tidak terlalu berarti.
"Untuk seorang anak kecil kau cukup berbakat," ucap pria itu. Qien Liwu tidak peduli dengan perkataan itu dan dia pun langsung melakukan serangan.
Pria itu agak kaget, tetapi dia berhasil menahan serangan Qien Liwu. Bahkan kali ini dia berhasil melukai Qien Liwu. Dia pun tersenyum.
"Kita imbang sekarang," ucap Pria itu. Dia menjilat darah yang masih melekat di sabit miliknya. Terlihat sekali kalau dia menikmati hal itu.
Qien Liwu merasa jijik dengan hal itu. Dia menyadari sesuatu yaitu lawannya bukan orang waras karena dia sangat menikmati darah. Pria itu pun tersenyum setelah menjilat habis darah yang ada di sabit miliknya. Dia pun menyerang lagi.
Pertarungan itu pun berlangsung cukup imbang meski ada perbedaan kekuatan diantara keduanya. Qien Liwu tentu saja sedikit lebih lemah, tetapi sama sekali tidak membuat perubahan besar untuk pertarungan.
bola itu ke arah Qien Liwu. Ketika balon itu terbentur sesuatu. Bola itu pun langsung meledak dan mengeluarkan asap. Qien Liwu pun kesulitan untuk melihat.
Pria itu sudah mempersiapkan semuanya. Dia melempar puluhan jarum ke arah asap itu. Dia cukup yakin itu bisa melukai Qien Liwu, tetapi
nyatanya tidak terlalu. Qien Liwu hanya terkena beberapa jarum saja.
Pria itu pun menggunakan kekuatannya jurusnya dan membuat asap itu menghilang.
Satu detik sesaat setelah asap itu menghilang. Qien Liwu sudah berada di depan dirinya. Pria itu kaget dan langsung mundur, tetapi sudah terlambat.
Qien Liwu pun melakukan serangan. Pria itu pun memanggil roh lainnya dan itu berhasil
menahan serangan Qien Liwu. Roh kali ini belum ada wadah. Dia hanyalah roh biasa yang sangat rentan terhadap cahaya.
Setelah berhasil menahan serangan Qien Liwu. Pria itu langsung memasukkan roh itu ke dalam sebuah kendi miliknya. Dia tidak bisa mempertaruhkan roh itu. Dia berniat menggunakan jasad salah satu dari Qien Liwu dan Xiou Yu untuk menjadi wadah roh itu.
__ADS_1
"Aku akan membunuhmu!" teriak Pria itu.
"Kalau kau bisa, maka lakukanlah," tantang Qien Liwu. Itu memancing amarah Pria
itu. Dia pun dipenuhi dengan kemarahan dan langsung melakukan serangan dengan
penuh emosi.
Melihat itu Qien Liwu tersenyum kecil. Ini adalah hal yang dia sukai. "Kemarilah!" ucap Qien Liwu.
Xiou Yu pun terdorong mundur karena serangan dari Wanita itu. Dia harus mendapat
luka pertamanya dalam pertarungan itu. Xiou Yu sudah mundur cukup jauh. Dia menjaga jarak lebih dulu untuk mengatur kembali serangan berikutnya.
"Ini sangat lezat," ucap Wanita itu. Dia menjilat darah milik Xiou Yu yang ada di kuku panjangnya.
Mata Wanita itu menunjukkan dia sangat menikmati hal itu. Dia mengendus baru darah itu sambil memeluk dirinya sendiri. Xiou Yu melihat hal itu, dia menjadi jijik. “Apa yang kau lakukan?” teriak Xiou Yu
.
"Ini sangat nikmat," jawab Wanita itu. Dia kembali mengendus darah milik Xiou Yu.
Aku sudah lama tidak mencium darah yang sangat manis.
Ini adalah darah orang yang memiliki qi yang murni. Kau pasti anak yang berbakat dan dicintai langit. Aku sangat ingin mendapatkan dirimu untuk diriku," tambah Wanita itu.
Xiou Yu mulai agak takut dengan wanita itu. Apa yang dia katakan itu membuat Xiou Yu
merinding dan lagi ekspresi wanita itu juga mengerikan bagi Xiou Yu.
Kalau saja dia bisa memiliki, maka dia akan memilih untuk pergi. Baru kali ini Xiou Yu tidak ingin bertarung. Yu. "Hentikan itu!" teriak Xiou. Dia tidak suka dengan apa yang Wanita itu lakukan.
Bukannya menghentikan apa yang dia lakukan, dia malah tersenyum dan terus melakukannya dengan ekspresi yang lebih antusias. Itu membuat Xiou Yu kesal. Dia pun maju dan langsung melakukan serang.
Sayangnya serangan itu berhasil di tahan dan bahkan wanita itu sekali lagi bisa melukai Xio Yu. Dia tersenyum sangat lebar. " Aku sangat menyukai hal ini, ucap wanita itu.
__ADS_1