
"Nona, jangan sedih seperti itu! Itu membuat kami juga ikut sedih. Bos Xiou Yu akan baik-baik saja. Dia pasti bisa melindungi
dirinya sendiri," ucap Na Song.
Bai Lianhue pergi ke tempat latihan dan tempat berkumpulnya murid yang Xiou Yu rekrut. Di sana sudah tidak tiga puluh orang murid lagi. Sekarang yang tersisa hanyalah sembilan belas murid saja.
Dalam pertarungan sebelumnya banyak yang tewas karena berusaha menghalangi La
Song untuk mengejar Bai Lianhue.
Kejadian itu sangat memukul mereka yang masih selamat. Mereka merasa diri mereka masih terlalu lemah. Itu membuat mereka bertekad untuk menjadi lebih kuat lagi.
Mereka juga sangat kesal dan marah kepada diri mereka sendiri setelah mendengar
kalau Bai Lianhue hampir tewas.
Itu benar-benar membuat mereka merasa tidak berguna. Tiga puluh orang melawan dua
orang, tetapi mereka dikalahkan dengan telak. Itu membuat mereka marah dengan diri mereka sendiri.
"Aku minta maaf. Karena melindungiku banyak yang harus menjadi korban. Aku benar-benar minta maaf," ucap Bai Lianhue. Dia bangun dan menundukkan kepalanya. Dia benar-benar merasa bersalah.
Hanya karena dirinya, banyak orang yang harus berkorban. "Nona, tidak usah meminta maaf. Ini kami lakukan sebagai tanda terima kasih kami karena telah diperlakukan dengan baik oleh bos Xiou Yu dan Nona Bai Lainhue.
Tanpa kalian, mungkin kami hanya akan menjadi anak telantar yang tidak punya kehidupan, tetapi setelah bos Xiou Yu merekrut kami. Semuanya berubah, kehidupan kami menjadi jauh lebih hidup.
Kami merasa dibutuhkan dan bos Xiou Yu juga memperlakukan kami dengan sangat baik. Tidak ada rasa penyesalan sama sekali,” ungkap Na Song "Apa yang dikatakan oleh
saudara Na Song itu benar.
Kami sama sekali tidak merasa berkorban. Ini hanya balas budi atas kebaikan yang telah kalian berikan kepada kami,” ucap Ji Gen menyetujui apa yang Na Song katakan barusan.
Bukan hanya mereka berdua, tetapi yang
lainnya juga mengangguk setuju. "Aku benar-benar minta maaf ," ucap Bai Lianhue. Meski, Na Song dan Ji Gen sudah menjelaskan semuanya, tetapi bagi Bai Lianhue dia harus tetap meminta maaf.
"Kami memaafkan, Nona. Jadi, tidak perlu membungkuk seperti itu lagi." Di hati Bai Lianhue masih merasa kurang. Dia pun kembali duduk dan menatap satu per satu orang yang ada di sana.
Melihat mereka semua selalu saja mengingatkan Bai Lianhue kepada Xiou Yu. Perlahan air matanya mengalir, tetapi dia langsung cepat-cepat mengusapnya.
"Bos Xiou Yu pasti kembali. Bukankah dia sudah mengatakan hal itu di dalam suratnya. Dia bilang dia ingin menjadi lebih kuat, bukan? Seharusnya Nona tenang dan mendoakan yang terbaik untuknya," ucap Na Song. Dia mencoba menenangkan Bai Lianhue.
__ADS_1
Bai Lianhue tersenyum. Senyuman penuh dengan banyak emosi. "Aku harap dia baik-baik saja," ucap Bai Lianhue.
Xiou Yu dan Qien Liwu pun sudah tidur. Kedua orang yang juga berada di sana menatap mereka berdua. Pria dewasa yang
tadi berbicara dengan Xiou Yu menatap Xiou Yu terus menerus.
Semakin malam hari berlalu. Dia akan semakin tersenyum lebar. "Kita akan mendapatkan makanan yang enak," gumam pria dewasa itu.
Wanita yang berbaring tadi membuka matanya. Dia juga tersenyum sangat lebar.
Senyuman yang memenuhi wajahnya. Senyuman itu terlalu lebar hingga membuatnya mengerikan.
Mata wanita itu berwarna merah mengerikan.
"Kita tunggu sebentar lagi," ucap pria dewasa itu dengan suara yang dipelankan.
Beberapa waktu pun berlalu dan hari pun semakin malam. Semakin malam wanita itu
semakin tersenyum lebar. Senyumannya semakin mengerikan karena bibirnya
hampir sampai ke telinga.
manusia. Pria dewasa itu juga tersenyum. Dia pun bangun dan mengambil sesuatu dari belakang tubuhnya.
Dia pun tersenyum kembali sambil memegang sebuah sabit kecil di kedua tangannya.
Bukan hanya dia saja yang bangun, tetapi wanita yang tadi terbaring pun bangun.
"Bunuh mereka!" perintah pria dewasa itu.
Wanita itu perlahan mendekati Xiou Yu lebih dulu. Dia tertarik dengan Xiou Yu karena memiliki aroma yang sangat harum dan menari perhatian dirinya. Setelah dekat
Wanita itu pun mendekati Xiou Yu. Jarak antara Wanita itu dan Xiou Yu pun hanya berjarak beberapa senti saja.
Air liur dari wanita itu menetas di atas pakaian Xiou Yu. Dia pun menjilat wajah Xiou Yu dengan dipenuhi rasa senang. "Cepatlah!" ucap pria dewasa yang sedang menjaga pintu keluar.
Wanita itu kurang suka dengan perintah itu. Dia masih ingin menikmatinya, tetapi
kesenangan itu harus dihentikan. Dia pun mengeluarkan cakar miliknya dan mengangkat tangannya dan meletakkannya di
sebelah leher Xiou Yu.
__ADS_1
"Sayang di sayangkan kau akan mati," ucap wanita itu. Dia pun mengayunkan tangannya untuk menusuk leher Xiou Yu hingga Xiou Yu tewas.
Tepat sesaat sebelum cakarnya berhasil mengenai leher Xiou Yu. Tiba-tiba sesuatu menusuk lehernya dan tubuhnya terpental
ke belakang. Dinding tempat Xiou Yu bersandar tadi tiba-tiba hancur.
"Apa yang terjadi?” tanya pria dewasa yang berjaga tadi. Ruangan itu pun dipenuhi
dengan debu hingga membuat mereka tidak bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Beberapa saat kemudian debu itu menghilang. Terlihat kalau dinding itu hancur. Dua orang yang tadi ada di sana sekarang
sudah tidak ada di sana.
"Apa yang kau lakukan?” bentak pria dewasa itu. “Aku tidak tahu. Sepertinya mereka tahu dan sekarang mereka melarikan diri," ucap Wanita itu.
Dia pun mencabut pisau yang menusuk lehernya. Tidak keluar darah sama sekali. Dia pun kembali bangun.
"Apa yang kau lihat? Ayo kejar mereka!" ajak wanita itu. Mereka pun keluar dari gubuk itu dan terlihat kalau Xiou Yu dan Qien Liwu sama sekali tidak melarikan diri. Mereka
berdiri di tengah jalan seolah memang sengaja menunggu mereka berdua keluar.
"Apa yang terjadi?” tanya Xiou Yu. Dia baru bangun. Dia masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi. "Wanita yang ingin kau bantu
tadi bukanlah manusia. Dia adalah Ghost dan pria bersamanya adalah orang yang mengendalikannya.
Kalau aku tidak menyelamatkanmu. Aku yakin kau sudah menjadi korban mereka," ucap Qien Liwu.
Xiou Yu kaget. Dia memang pernah mendengar tentang ghost cultivator, tetapi baru kali ini dia bertemu secara langsung.
Sekarang pandangannya tertuju ke dua orang yang sedang menatap ke arah dirinya.
"Wanita itu yang kau maksud ?" tanya Xiou Yu.
"Kau bisa menilainya sendiri,” jawab Qien Liwu. Pria dewasa dan wanita itu
berjalan mendekati mereka berdua.
Tidak ada niat baik sama sekali dari tatapan keduanya. Apalagi dengan wujud wanita itu yang mengerikan dan pria itu juga membawa sabit kecil di kedua tangannya.
"Kalian sangat bodoh. Kalian memiliki kesempatan untuk kabur, tetapi kalian malah memilih untuk bertarung. Sangat langka menemukan orang sebodoh kalian," ucap pria dewasa itu. Dia pun tersenyum.
__ADS_1