
"Apa yang terjadi padamu?” tanya Li Hong.
Bai Linahue menjelaskan semua yang terjadi secara perlahan. Li Hong tersenyum, dia tidak menyangka kalau Bai Lianhue akan menceritakan semuanya. Padahal yang ditanya adalah Xiou Yu.'... seperti itulah," ucap Bai Lianhue mengakhiri penjelasannya.
Bai Lianhue terlihat sangat antusias dengan penjelasan yang dia katakan. Li Hong langsung melihat ke arah Xiou Yu, "Aku cukup bangga dengan apa yang kau lakukan, tetapi kau harus tahu kalau itu adalah tindakan yang bodoh." Xiou Yun sadar akan hal itu. Dia langsung menundukkan kepala. Kalau kau ingin melakukan tindakan heroik seperti tadi. Kau harus menjadi kuat lebih dulu. Sebelum kau bisa menjadi kuat, kau hanya akan menjadi pecundang bagi mereka,” tambah Li Hong.
Bai Lianhue ingin membela Xiou Yu, tetapi Li Hong langsung menatap Bai Lianhue dengan tatapan tajam. Dia pun menundukkan kepala dan mengurungkan niatnya untuk membela Xiou Yu.
"Sebagai hukuman karena kecerobohan mu. Aku akan memberimu hukuman. Kau harus berlatih sepanjang hari tanpa tidur sama sekali," ucap Li Hong.
"Baiklah,” jawab Xiou Yu. Sekali lagi Bai Lianhue ingin membela Xiou Yu, tetapi dia mengurungkan niatnya sekali lagi karena mendapat tatapan tajam dari Li Hong. Li Hong memang orang yang baik, tetapi di samping itu dia sangat tegas. Dia tidak pernah bermain-main dengan apa yang dia katakan.
Kalau dia bilang hukum. Maka, dia akan menghukum.
"Kau pergi cari Li Huang! Dia membutuhkan bantuan mu," ucap Li Hong. Bai Lianhue langsung bangun dan memberi hormat sebelum dia pergi dari sana. Perlahan Bai Lianhue menjauh dan akhirnya dia pun tidak terlihat lagi. Sekarang hanya tinggal Li Hong dan Xiou Yu saja yang ada di sana. "Aku tidak pernah menyangka kalau kau akan melakukan hal yang nekad seperti itu," ucap Li Hong.
Kali ini berbeda. Li Hong tersenyum ramah
ke arah Xiou Yu. “Aku cukup bangga dengan apa yang kau lakukan, tetapi tetap saja itu adalah tindakan yang bodoh." Li Hong mengelus kepala Xiou Yu dengan lembut. Dia senang karena Xiou Yu memiliki sesuatu yang jarang dimiliki oleh banyak orang. Berani melawan orang yang jauh lebih kuat adalah sesuatu yang jarang terjadi.
"Ikut aku!" pinta Li Hong. Dia pun bangun dan disusul oleh Xiou Yu dari belakang. Tidak lama kemudian mereka tiba di sebuah taman yang sangat indah. Ukurannya tidak terlalu kecil, tetapi di sana memiliki aliran qi yang sangat pekat. Itu adalah tempat yang sering Li Hong gunakan untuk berkultivasi.
__ADS_1
"Kau duduklah di sana!" pinta Li Hong. Tanpa pikir panjang, Xiou Yu langsung duduk di atas batu yang ada di depannya. Batu itu berada di tengah-tengah kolam. Ketika duduk Xiou Yu langsung terdiam. Dia kaget karena tiba-tiba tubuhnya terasa sangat nyaman. Luka yang ada di tubuhnya terasa
membaik. "Berkonsentrasi lah!" pinta Li Hong.
Xiou Yu langsung memfokuskan pikirannya. Dia merasakan ada sesuatu yang mengaliri di dalam tubuhnya.
Sesuatu itu membuat tubuh Xiou Yu semakin tenang dan tubuhnya membaik. Luka di tubuhnya terasa
membaik. "Yang kau rasakan itu dinamakan dengan qi. Itu adalah sumber kekuatan yang membuat kita semakin kuat. Kau alirkan qi itu ke inti yang ada di dalam tubuhmu. Terus berkonsentrasilah dan atur aliran qi itu agar tetap stabil," ucap Li Hong.
Li Hong tersenyum karena Xiou Yu sudah berhasil melakukan apa yang dia katakan. Li Hong melompat ke atas batu. Dia langsung memegang pundak Xiou Yun. Dia mencoba untuk membantu Xiou Yu untuk mengalirkan qi dari denitian ke meridian dan mengalir ke dentian lagi. Itu adalah proses yang mudah,btetapi bagi pemula itu adalah hal yang
"Apa yang terjadi?" Sebuah cahaya keluar dari tubuh
Xiou Yu. Cahaya itu mengejutkan Li Hong. Li Hong tidak bisa menutupi keterkejutan nya. Dia tidak menyangka kalau Xiou Yu sudah bisa menembus ke tahap pertama kultivasi. "Ini gila!" Sekali lagi cahaya menyinari tubuh Xiou Yu. Li Hong langsung
mundur.
Dia tidak bisa berkata-kata apalagi. Baru kali ini dia melihat ada orang yang bisa menembus dua tingkat sekaligus. Sekarang Xiou Yu sudah berada di tahap penempaan tulang kedua. "Ini sangat tidak normal. Ini bahkan lebih jenius daripada jenius," gumam Li Hong.
Seharusnya untuk menembus satu tahap saja butuh waktu paling cepat dua atau tiga hari. Itu untuk para jenius, tetapi bagi orang normal, itu membutuhkan waktu sampai satu minggu latihan. Li Hong hanya menggeleng lagi. Sekali lagi tubuh Xiou Yu bersinar
__ADS_1
terang. "Mencapai tahap penempaan tulang ke tiga dalam beberapa menit saja. Dia bukan hanya jenius, tetapi dia adalah anak yang dicintai langit. Aku tidak pernah menyangka ini benar-benar terjadi," gumam Li Hong.
Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut Li Hong kecuali tentang kekaguman nya kepada Xiou Yu. "Apa yang cemaskan?” tanya Li Huang. "Tidak ada,” jawab Bai Lianhue. Sejak awal Bai Lianhue tidak tenang. Li Huang yang melihat hal merasa kebingungan. Bai Lianhue terlihat seperti senang mencemaskan sesuatu. Bai Lianhue terus melihat ke arah kediaman Guru mereka.
"Apa kau mencemaskan Xiou Yu?" tanya Li Huang.
Wajah Bai Lianhue langsung memerah. Dia memalingkan wajahnya dan langsung kembali berlatih. Dia sudah berusaha untuk tenang, tetapi tetap saja dia merasa cemas kepada Xiou Yu. Dia takut kalau Li Hong akan menghukum Xiou Yu.
"Kalau kau cemas. Kau pergi sana ke sana," ucap Li Huang.
"Guru tidak ingin aku ada di sana,” jawab Bai Lianhue.
Wajah Bai Lianhue lebih memerah dari sebelumnya. Dia keceplosan. Tidak ada yang bisa Bai Lianhue lakukan selain berpura-pura lupa dengan apa yang dia katakan sebelumnya. Dia kembali latihan untuk menutupi rasa malunya.
"Dia sangat menyukai Xiou Yu,' batin Li Huang. Satu jam pun berlalu dan Xiou Yu selesai dengan meditasi yang dia lakukan. Li Hong pun memberikan pill kepada Xiou Yu dan langsung dimakan oleh Xiou Yu tanpa pikir panjang. Tubuhnya menjadi lebih baik.
"Selamat kau sudah menjadi cultivator," ucap Li Hong.
Dia langsung memeluk Xiou Yu. Ini kedua kalinya Li Hong merasa sangat senang ketika melatih seseorang. Tentu saja yang pertama adalah ketika dia melatih Bai Lianhue yang merupakan jenius yang dia miliki sebelumnya. "Kau beristirahatlah!" pinta Li
Hong. Xiou Yu mengangguk. Dia langsung berjalan ke tempat beristirahat dan langsung membaringkan tubuhnya. Xiou Yu merasa tubuhnya sangat lelah. Ini adalah pertama kalinya dia merasa lelah, tetapi di lain sisi dia sangat senang. "Terima kasih," ucap Xiou Yu.
__ADS_1