Pendekar Keabadian

Pendekar Keabadian
Kehancuran Sekte Emas


__ADS_3

"Apa yang terjadi? Kenapa di sana ribut sekali?" tanya Ma Xien. Mereka sedang menunggu di bagian luar sekte Bulu Emas, tetapi tiba-tiba ada keributan di dalam sekte Bulu Emas. Dia datang dari arah lain dengan Ma Zeiji.


Mereka tidak ingin Li Hong melarikan diri. Meski, sangat kecil kemungkinan itu terjadi, tetapi bersiap jauh lebih baik. "Sepertinya pertarungan sudah terjadi di dalam sana,” jawab salah satu bawahan Ma Xien. "Sudah dimulai? Apa mereka lupa memberi kode seperti yang dijanjikan?”


Tidak lama kemudian sebuah cahaya ditembakkan ke atas. Cahaya itu pun meledak dan membuat sekte


Bulu Emas terang dalam beberapa detik. Itu adalah kode yang Ma Xien maksud. Semua pandangan langsung terarah ke arah cahaya itu. Sejenak hening hingga cahaya itu meredup dan hilang. “Bukankah itu sudah telat,” keluh Ma Xien.


Dia pun berlari dan diikuti oleh bawahannya. Kode itu tanda kalau mereka sudah boleh masuk ke dalam sekte Bulu Emas dan melakukan serangan. Dengan penuh semangat mereka pun masuk. Terlihat kalau kekacauan sudah terjadi. Banyak murid berlarian, beberapa guru juga berlari dan ada beberapa pertarungan yang sudah dimulai.


"Kalian bunuh siapa pun yang bisa kalian bunuh, tetapi biarkan mereka yang ingin berpihak kepada Cao Yuen untuk hidup," ucap Ma Xien. Bawahannya pun langsung berpencar. Pertempuran besar itu pun


dimulai. Itu adalah pertempuran terbesar dan terburuk yang pernah sekte Bulu Emas alami untuk sekarang.


Li Hong sedang memperhatikan keadaan dari atas. Dia sekarang berdiri di atas sebuah gapura kediamannya sendiri. Dia bisa melihat kalau kekacauan sudah sangat besar. Yang membuatnya kaget lagi adalah adanya orang asing yang menyerang murid dan guru sekte Bulu Emas.


"Siapa sebenarnya mereka?”. "Apa ini ada hubungannya dengan Cakar Bayang?" Tiba-tiba ada suara tawa. Suara itu terdengar seperti mengejek Li Hong. Li Hong dan Li Huang langsung bersiap bertarung karena ada niat membunuh dari mereka yang datang.


Tidak lama kemudian muncul beberapa orang dari kegelapan. "Aku sudah menantikan ini," ucap salah satu dari mereka. Dia tersenyum ke arah Li Hong. “Aku sudah menanti hari ini. Aku tidak sabar untuk bertarung dengan orang yang katanya kuat. Aku akan membunuhmu sebelum Ma Xien tiba.


Dia pasti akan kesal kalau buruannya aku kalahkan


lebih dulu," tambah orang itu. Dia adalah Ma Zeiji.

__ADS_1


"Seharusnya aku sudah menduga semuanya. Ini pasti ada hubungannya dengan Cakar Bayang. Sejak awal


kalian sudah mencari masalah denganku, Beberapa kali kalian mengutus keroco dan ternyata kalian turun tangan sendiri," ucap Li Hong.


Dia langsung memasang kuda-kuda miliknya. Dia sudah siap bertarung. Begitu juga dengan Li Huang.


Mereka hanya berdua sementara itu lawan mereka ada lebih dari dua puluh orang termasuk Ma Zeiji. Li Hong memang kuat, tetapi dia bertarung melawan Ma Zeiji saja sulit karena tingkat kultivasi mereka tidak jauh berbeda.


Kalau seperti itu, maka Li Huang harus melawan belasan musuh sekaligus. Itu bukan hal yang baik sama sekali. "Ini tidak akan terjadi kalau saja kau menyerahkan kepemimpinan sekte ini kepadaku. Aku bisa membuat sekte Bulu Emas tegak dengan bangga bersama dengan sekte besar lainnya. Kita tidak akan diremehkan lagi.


Seharusnya kau memilihku, tetapi kau malah memilih bocah itu," keluh Cao yuen yang muncul dari belakang orang yang muncul pertama tadi. "Apa kau tidak punya perasaan? Ini adalah sekte yang telah


membesarkanmu, tetapi kau menghancurkannya,” keluh Li Huang.


Cao Yuen. Mendengar itu Li Huang langsung ingin menyerang, tetapi Li Hong menahan tangan Li Huang. Kalau bisa dia ingin mengulur waktu sebanyak mungkin agar ada yang datang dan membantunya.


Hanya ada dua orang yang ada di dalam pikiran Li Hong yang akan segera datang. Dengan bantuan keduanya, setidaknya mereka bisa seimbang dan mungkin sedikit diuntungkan. "Jangan banyak omong kosong lagi. Lebih baik kita bertarung dan melihat siapa yang lebih kuat," ucap Ma Zeiji. Ma Zeiji menggerakkan tangannnya. Itu membuat bawahannya langsung menyerang. Dia tidak ingin kalah. Dia juga ikut menyerang.


Tujuan Ma Zeiji adalah Li Hong. Dia pun menusuk Li Hong dengan tombak miliknya. gerakan sederhana, tetapi tusukan itu sangat kuat dan mengeluarkan tekanan yang membuat batu bisa hancur dengan satu kali tusukan.


Li Hong memasang kuda-kuda dan melihat gerakan tombak itu. Ketika tombak itu sudah mendekat, dia


sedikit menghindar dan langsung mengambil celah untuk melakukan serangan balik, tetapi Ma Zeiji tidaklah bodoh.

__ADS_1


Dia melempar sebuah pisau kecil. Itu membuat gerakan Li Hong agak terganggu. Dia pun tersenyum dan menarik kembali tombak miliknya. Setelah itu Ma Zeiji mengayunkan tombaknya secara horizontal.


Serangan itu membuat Li Hong kaget. Dia pun melompat mundur, tetapi ternyata tebasan tombak itu membuat sebuah angin dan angin itu mengarah ke arah Li Hong. Tidak ada waktu menghindar lagi. Li Hong pun melakukan beberapa gerakan dan berhasil menahan serangan itu.


"Ini awal yang buruk,” keluh Li Hong. Dia memang tidak terluka, tetapi tangannya terasa kebas karena


menahan serangan barusan. Li Hong menarik napas dan menghembuskannya perlahan. Dia berusaha untuk lebih fokus. Dia masih terpikirkan tentang pengkhianatan Cao Yuen. Itu mengganggu pikiran dan konsentrasinya.


"Kali ini aku akan serius," ucap Li Hong. "Itu yang


aku tunggu." Ma Zeiji tersenyum dan langsung berlari dan pertarungan satu lawan satu mereka terus berlanjut.


"Aku lupa lagi," keluh Ma Xien.


Dia ingin pergi ke tempat Li Hong, tetapi dia lupa. Dia terus saja berjalan, tetapi apa yang dia cari tidak kunjung dia temukan. Itu membuat Ma Xien kesal. Sekarang dia berada di depan sebuah bangunan besar.


"Apa ini tempatnya?" Ma Xien menggeruk kepalanya. Dia tidak terlalu yakin karena itu berbeda dengan apa yang Cao Yuen jelaskan sebelumnya. “ Aku rasa bukan." Dia pun ingin melanjutkan perjalanannya, tetapi tiba-tiba seseorang menyerang dirinya


dari belakang.


Dengan cepat Ma Xien langsung menghindar. Serangan itu bukan serangan biasa, tetapi serangan itu diniatkan untuk membunuh. Ma Xien pun melihat ke arah asal serangan. Dia melihat pria tua sedang menatap dirinya.


"Siapa kau?" tanya Ma Xien. Dia tidak kenal dengan orang yang ada di hadapannya sekarang. Dia yakin itu bukan Li Hong karena berbeda dengan gambar yang pernah dia lihat. Memang sama-sama tua, tetapi wajahnya berbeda.

__ADS_1


"Kau tidak perlu tahu. Yang ingin aku tanyakan adalah siapa kalian?" tanya pria tua itu.


__ADS_2