Pendekar Keabadian

Pendekar Keabadian
Hancurnya Sekte Emas 6


__ADS_3

Li Hong menjadi menguasai pertarungan setelah dia serius. Ma Zeiji sampai terdesak mundur. Dia bahkan terluka cukup parah


karena beberapa kali terkena pukulan dari Li Hong, tetapi beruntungnya Ma Zeiji tidak


terkena belati milik Li Hong.


Kalau saja dia terkena serangan itu, maka dia akan tewas saat itu juga. "Apa ini kekuatan aslinya?" gumam Ma Zeiji.


"Jangan lengah!" ucap Li Hong. Dia sudah ada di depan Ma Zeiji. Ma Zeiji sudah sulit untuk bergerak. Dia pun kesulitan untuk menghindar serangan Li Hong, tetapi dia masih berusaha karena kalau dia terkena belati Li Hong


dia akan berakhir. Belati itu hampir mengenai


bahu kanan Ma Zeiji, tetapi untung saja ada seseorang yang menahan serangan Li Hong. Serangannya gagal, Li Hong pun langsung mundur. Dia pun mengatur napasnya kembali. Li Hong menutup mulutnya dan mengelap tanganya ke bajunya.


"Sudah aku katakan kalau aku yang akan melawan dia," ucap Ma Xien. "Kau terlalu lamban," ucap Ma Zeiji. Dia bersyukur Ma Xien bisa datang tepat waktu. Kalau


saja Ma Xien datang telat beberapa detik saja. Ma Zeiji yakin dia sekarang sudah terbaring dan tidak akan sadarkan diri lagi.


Siapa yang tidak tahu seberapa berbahaya nya racun Bulu Emas. Satu tetas saja sudah bisa membuat puluhan orang tewas


dalam beberapa menit. "Ada dua pria tua yang


merepotkan," ungkap Ma Xien. Tubuhnya juga sudah terluka.


Darah masih mengalir dari tubuh Ma Xien. Dua lawan satu bukanlah hal yang bagus meski dua orang itu memiliki kultivasi yang lebih rendah. "Kau terlihat menyedihkan."


"Kau jauh lebih buruk dariku," ucap Ma Xien.


Mereka pun menelan pill penyembuh. Dia melakukan peregangan karena mereka akan bertarung bersama. Mereka sadar kalau mereka sudah terluka cukup parah. Bertarung satu lawan satu bukanlah pilihan yang bijak.


Apalagi setelah melihat Ma Zeiji hampir dikalahkan.


"Hindari belati miliknya atau kau akan tewas," ucap Ma Zeiji. "Aku tahu itu. Kalau itu tidak berbahaya. Kau tidak mungkin sepanik tadi," ungkap Ma Xien. Li Hong juga menelan pill penyembuh. Dia kembali menarik napas dan menghembuskannya perlahan. Sebelum pertarungan berlanjut Li Hong melirik ke arah Xiou Yu. Dia tersenyum karena masih bisa merasakan qi Xiou Yu.


"Dia masih hidup,” batin Li Hong. Ma Xien dan Ma Zeiji langsung menyerang Li Hong


secara bersama-sama. Mereka sama-sama sudah terluka. Tidak ada dari ketiganya yang tidak kelelahan karena pertarungan.

__ADS_1


Tidak ada yang bisa menebak siapa yang akan menang diantara ketiganya. Mereka saling jual beli serangan. Li Hong direpotkan karena harus melawan dua orang, tetapi Ma Xien dan Ma Zeijie juga direpotkan karena mereka harus menghindari belati milik Li Hong. Mereka tidak berani mengambil


risiko dengan menahan belati itu. Mereka tahu seberapa berbahayanya racun Bulu Emas.


"Untuk orang yang sudah tau kau cukup kuat," puji Ma Xien. Li Hong tidak mempedulikan


perkataan itu. Dia fokus bertarung. Dia ingin cepat menyelesaikan pertarungan karena dia ingin membantu muridnya. Itu yang menjadi ketakutan Li Hong.


Dia tidak masalah kalau dia harus mati, tetapi muridnya harus selamat karena mereka adalah penerus dirinya. Terutama Li Hong.


Xien.


"Jangan melamun!" ucap Ma Dia pun menusuk Li Hong dengan tombak miliknya.


Serangan itu masih bisa Li Hong hindari. Beruntung itu bukan serangan seperti sebelumnya.


Kalau saja Ma Xien menggunakan jurus yang sama seperti jurus yang Ma Zeiji lakukan sebelumnya. Tubuh Li Hong sudah bolong.


"Jangan pikir kalian bisa mengalahkan aku.”


Tidak ada yang menyangka kalau Qien Liwu


adalah orang yang kuat. Bahkan tidak akan ada yang menyangka kalau Qien Liwu adalah anak tiri kaisar.


Qien Liwu juga jenius dalam kultivasi. Itu juga alasan kenapa Cao Yuen sangat menyayangi Qien Liwu, tetapi sekarang Qien Liwu adalah orang yang paling Cao Yuen benci. Kalau diurutkan Qien Liwu adalah diurutkan pertama orang yang paling Cao Yuen benci.


"Kau hebat juga,” ucap Li Huang.


"Kau juga lumayan, tetapi masih banyak yang harus kau perbaiki. Kau harus belajar dari


Xiou Yu kalau kau ingin menjadi lebih kuat," ucap Qien Liwu. "Kenapa harus dia? Aku


punya Guru." Li Huang kebingungan dengan apa yang Qien Liwu bicarakan. Apa yang bisa diajarkan oleh Xiou Yu.


Li Huang tahu kalau Xiou Yu memiliki banyak jurus dan memang luar biasa hebat, tetapi


mengajari orang lain itu hal yang berbeda.

__ADS_1


"Kau akan mengetahuinya nanti," jawab Qien Liwu. Dia pun menghindari serangan musuhnya dengan sangat mudah. Dia pun


melakukan serangan balas dan telak mengenai perut lawannya.


Hanya pukulan biasa. “Bertahan hiduplah kalau aku penasaran," tambah Qien Liwu.


Musuh yang terkena pukulan Qien Liwu itu langsung pingsan. Dia memukul tepat di uluh hati dan itu sangat kuat. Qien Liwu


bukan orang yang baik terhadap musuh. Dia pun mendorong tubuh lawannya dan langsung mengayunkan pedang miliknya.


Tubuh lawannya pun terjatuh dengan darah yang mengaliri tempat pertarungan mereka.


Lawan Qien Liwu yang lain menelan ludah. Qien Liwu sudah berada di tahap alam surga


pertama. Dia baru menembus tahap itu dua hari yang lalu.


Sedangkan, lawan mereka hanya berada di tahap alam bumi dan alam langit. Ada perbedaan besar diantara mereka. Bisa


dibilang kejeniusan Qien Liwu itu setara dengan Bai Lianhue. Hanya saja dia pemalas. Dia sudah berumur dua puluhan. Dia bukan anak kecil lagi, tetapi dengan tingkat kutivasinya dan umurnya yang masih dua


puluhan.


Dia masih bisa disejajarkan dengan jenius


lainnya. "Hey, Guru! Kalau kau ingin membawa pasukan seharusnya kau membawa pasukan yang lebih kuat daripada ini. Ini terlalu muda untukku," ucap Qien Liwu dengan sombong.


Dia mencoba memancing perhatian mantan


gurunya. "Jangan panggil aku, Guru! Kau sudah bukan muridku lagi," teriak Cao Yuen.


Karena kelengahan itu. Din Lize kembali mendapat celah. Dia pun langsung memanfaatkan celah itu dan langsung menyerang Cao Yuen.


Cao Yuen masih bisa sedikit menghindar, tetapi serangan Din Lize masih mengenai dirinya. hanya bagian ujung, tetapi tetap saja itu sakit. Din Lize mengincar bagian yang dia serang sebelumnya. Itu membuat Cao Yuen harus mundur lebih dulu.


"Anak yang mengerikan," batin Din Lize. Dia hanya menggelengkan kepala. Sambil bertarung Qien Liwu masih bisa membantu


dirinya. Itu sangatlah luar biasa.

__ADS_1


__ADS_2