
Jin Linxi terus melakukan serangan dengan tubuh yang sudah terluka. Sebenarnya itu bukan keputusan yang bijak, tetapi dia terlalu marah. Dia tidak berpikir dengan jernih dan lagi dia mengira kalau Xiou Yu hanya bocah biasa. Nyatanya Xiou Yu memiliki rencana untuk melawan dia yang lebih kuat.
Contohnya saja dia berhasil mengalahkan tiga saudaranya yang tingkat kultivasinya tidak terlalu berbeda jauh. Kalau saja Jin Linxi lebih memakai otak daripada emosi, dia tidak akan melawan Xiou Yu.
Sayangnya kalau sudah berhubungan dengan perasaan otak akan diabaikan. Luka yang diterima oleh Jin Linxi tiba-tiba merasa tubuhnya panas dan
napasnya terasa lebih berat. Itu membuat gerakannya agak terganggu.
Apalagi Jin Linxi terlalu terbawa emosi hingga membuat serangan yang dia lakukan bisa dihindari dengan mudah. Tebasan yang dia lakukan terus saja
bisa Xiou Yu hindari. "Lawan aku! Jangan hanya
menghindar, Pengecut!" bentak Jin Linxi.
Xiou Yu tidak terlalu peduli dengan teriakan Jin Linxi. Dia sadar diri kalau dia menyerang, maka pertahanannya bisa saja ditembus. Dia harus menentukan saat yang tepat kapan untuk memutuskan untuk menyerang. Kalau salah maka itu akan membuat dia dalam masalah.
Xiou Yu sadar diri kalau antara dirinya dan Jin
Linxi memiliki perbedaan kekuatan yang cukup jauh. Jin Linxi mengayunkan pedangnya sambil mengalirkan qi miliknya. Serangan itu membuat sebuah tebasan angin yang sangat kuat. Tebasan itu hampir saja mengenai Xiou Yu. Untung saja dia cepat menghindar. Kalau tidak, dia akan berakhir seperti bangunan yang ada di sana.
Serangan itu bisa membela batu dengan mudah seolah menebas tahu. Semakin tinggi tingkat kultivasi seorang cultivator, maka dia akan menjadi semakin kuat dan serangannya akan semakin tajam.
Bahkan ada yang bisa menghancurkan gunung hanya dengan satu kali pukulan. Itulah alasan kenapa orang-orang sangat antusias menaikkan tingkat
__ADS_1
kultivasi mereka. Itu adalah alasan lain setelah keabadian yang didambakan banyak orang.
“Lawan aku!” teriak Jin Linxi lagi. Dia semakin marah karena Xiou Yu terus saja menghindar. Tidak ada satu pun serangan yang berhasil Jin Linxi berikan kepada Xiou Yu. Bahkan menggores pun tidak. Itu membuat Jin Linxi sangat kesal. Dia ingin membalas kematian ketiga saudaranya, tetapi mengenai Xiou Yu saja dia kesulitan.
"Kalau kau ingin aku melawan. Kau bisa mati lebih dulu," ucap Xiou Yu. Jawaban yang sebenarnya hanya untuk membuat Jin Linxi kesal saja. Hanya itu tujuan Xiou Yu. Tidak ada tujuan lagi selain itu. Jawaban yang cenderung random saja. Apa yang terpikirkan oleh Xiou Yu, dia ucapkan.
"Aku pasti akan membunuhmu!” Meski itu perkataan random, tetapi perkataan itu bisa membuat Jin
Linxi semakin marah. Itu membuat pertarungan semakin mudah dan beberapa kali Xiou Yu mendapatkan celah, tetapi beberapa kali juga dia agak ragu.
Setelah beberapa banyak pertimbangan akhirnya Xiou merasa sudah saatnya dia melakukan perlawanan. Tenaga Jin Linxi sudah mulai habis dan dia sudah tidak fokus lagi karena sudah dikendalikan oleh emosi. Xiou Yu pun menarik pedang miliknya. Xiou Yu pun melakukan serangan. Mereka bertukar serangan. Beberapa kali Xiou Yu harus terdorong mundur, tetapi bukan masalah.
Ilmu pedang Xiou Yu sudah cukup untuk mengatasi perbedaan itu. Dia pun memasang kuda-kuda yang membuat Jin Linxi mengerutkan kening. Beberapa saat kemudian sebuah serangan mengenai Jin Linxi. Itu adalah sebuah jarum yang sama seperti jarum yang membunuh ketiga saudara Jin Linxi.
Gerakan tadi hanyalah pancingan agar Jin Linxi menjadi lengah dan benar saja Jin Linxi lengah dan jarum itu mengenai tubuhnya. Tubuh Jin Linxi semakin terasa panas dan napasnya menjadi semakin sesak.
ada di depannya. "Berakhir sudah," ucap Xiou Yu.
Keesokan harinya Xiou Yu melakukan kegiatan seperti biasa seolah tidak pernah terjadi penyerangan sama sekali. Dia tidak mungkin memberitahukan apa yang terjadi semalam itu kepada Bai Lianhue karena itu hanya akan
membuat Bai Lianhue cemas.
Setelah agak siang, Xiou Yu pergi seorang diri. Dia meminta Bai Lianhue untuk melatih ketigapuluh murid yang pasti sudah menunggu. Tidak mungkin dia membiarkan mereka terlalu lama menunggu.
__ADS_1
Awalnya Bai Lianhue tidak setuju karena dia belum akrab dengan mereka semua. Dia masih canggung dan merasa cara mengajarnya tidak sebaik Xiou Yu, tetapi dengan bujukan Xiou Yu pada akhirnya dia pun setuju.
"Apa lagi yang kau inginkan, Bocah?" tanya Ze Xieji.
"Aku ingin meminta bantuan Tetua untuk berpihak kepadaku. Kalau Tetua diam saja seperti ini, maka sekte ini akan hancur. Apa Tetua ingin hal itu terjadi?" Tidak ada jawaban sama sekali. "Kalau memang seperti itu. Aku akan pulang dan mengatakan kepada dunia kalau tetua Zi adalah seorang pengecut yang takut kepada Cao Yuen."
Ze Xieji terpancing emosinya
ketika mendengar perkataan Xiou Yu, tetapi kali ini berusaha untuk tidak marah. Dia juga tahu kalau keadaan sekte sedang tidak baik-baik saja. Dia tidak tahu gambaran pastinya, tetapi dia mengerti situasi yang sedang terjadi.
"Mulutmu selalu saja menyebalkan,” keluh Ze Xieji. Dia pun melempar sebuah gulungan kepada Xiou Yu. "Kau bisa gunakan itu untuk meminta bantuan dari murid-muridku. Kau bisa meminta mereka
membantumu menyelesaikan masalah yang sedang terjadi," tambah Ze Xieji. Xiou Yu melempar kembali gulungan itu dengan kasar. Dia menatap tajam ke arah Ze Xieji.
“Aku tidak butuh itu," ucapnya. Apa yang Tetua pikirkan? Sekte sudah berada di ambang kehancuran, tetapi tetap saja tidak ingin turun tangan. Itu terlalu gila," keluh Xiou Yu. Dia tidak segan-segan menatap Ze Xieji dengan tatapan penuh dengan kemarahan.
Ze Xieji terkejut dengan apa yang Xiou Yu katakan. Dia hampir saja melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan sebelumnya, tetapi dia
menahan diri karena Lu Lin telah memperingati dirinya untuk tidak menyakiti Xiou Yu.
"Apa yang diajarkan oleh Li Hong kepadamu? Apa dia tidak mendidik tata krama?". "Seharusnya aku yang bertanya kepada Tetua, apa Tetua tidak punya otak dan perasaan? Dalam keadaan seperti ini masih saja tidak turun tangan. Sangat di sayangkan sekali. Kalau aku menjadi Patriarch, aku akan mencabut jabatan Tetua itu dan memberikannya kepada orang lain,"
jawab Xiou Yu.
__ADS_1
"Aku sudah memberikan bantuanku, tetapi kau masih saja menghinaku bocah. Kau benar-benar tidak ada rasa terima kasih. Kalau saja kau bukan murid Li Hong, maka aku akan membunuhmu saat ini juga."
"Aku permisi! Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. Kalau sekte Bulu Emas ini hancur, itu karena Tetua Zi," ucap Xiou Yu. Dia pun bangun dan pergi dari sana dengan keadaan kesal.