
"Apa kau masih ingin bertarung?" tanya Cao Ma dengan wajah sombong. Bai Lianhue ingin membantu Xiou Yu, tetapi Xiou Yu tidak ingin hal itu. Dia masih ingin bertarung meski dengan tubuhnya yang sudah babak belur. Tubuhnya dipenuhi dengan lebam di mana-mana. Bahkan, wajahnya sudah membengkak karena terlalu sering dipukuli.
“Aku bisa,” ucap Xiou Yu.
"Kau tidak sadar diri. Kau bahkan belum berkultivasi, tetapi ingin mengalahkan kami. Dalam mimpi saja kau tidak akan bisa mengalahkan kami ," hina Cao Ma. Dia membusungkan dirinya dengan bangga.
Xiou Yu pun bangun dan bersiap untuk bertarung lagi, tetapi tiba-tiba seseorang memukulnya dari belakang. Itu membuatnya tidak sadarkan diri.
Orang itu menggendong Xiou Yu dan mendekati Bai Lianhue. "Kau bawa dia kembali dan obati dia!" pinta Li Huang. Dia merasa cemas dengankeadaan Xiou Yu. Li Huang takut kalau Cao Ma akan menyerang Xiou Yu dan Bai Lianhue dan benar saja kekhawatiran itu benar-benar terjadi. Cao Ma benar-benar mengganggu Xiou Yu seperti apa yang dia cemaskan.
Semua orang tahu kalau Cao Ma sangat tergila-gila kepada Bai Lianhue. Dia pasti akan menyerang siapa pun yang dekat dengan Bai Lianhue. Itu juga terjadi pada dirinya dulu, tetapi Cao Ma dapat dikalahkan dengan mudah. Li Huang sudah berada di tahap alam bumi ke 3. Berbeda jauh dengan Cao Ma yang masih berada di tahap fondasi qi ke 5. Cao Ma sudah dua bulan berada di tahap fondasi qi ke 5.
Dia kesulitan untuk menembus tahap selanjutnya karena keterbatasan pengetahuannya dan juga aliran qi miliknya kotor. Dia terlalu mengandalkan pill untuk meningkatkan kultivasi miliknya. Awalnya memang lancar, tetapi kalau terlalu sering, itu akan membuat
keterlambatan dalam kultivasi dan itu terjadi kepada Cao Ma sekarang.
"Apa kau tidak malu menindas orang biasa?" tanya Li Huang. "Dia akan menjadi cultivator. Untuk apa aku harus malu,” keluh Cao Ma. Dia tidak akan ingin di salahkan.
Apalagi di depan orang banyak. "Aku peringatkan sekali lagi, jangan pernah ganggu adik seperguruan ku lagi!" tegas Li Huang. Perkataan itu hanya membuat Cao Ma tersenyum sinis, “Apa kau tidak ingin bekerja sama denganku? Aku tahu kalau kau juga menyukai Bai Lianhue. Kau bisa lihat sendiri kalau Lianhue menyukai bocah itu. Sebaiknya kit singkirkan bocah itu.
Bukankah itu penawaran yang menarik?" tawar Cao Ma. “Jangan samakan aku denganmu. Aku tidak akan melakukan hal kotor seperti itu," jawab Li Huang. “Aku akan mengambil hatinya dengan cara ku sendiri dan itu bukan dengan cara yang kotor. Aku akan bersaing dengan adil," tambah Li Huang.
"Dasar munafik," keluh Cao Ma.
__ADS_1
Dia pun mengajak rekan-rekannya untuk pergi dari sana. Dia tahu kalau dia tidak akan bisa melawan Li Huang. Bertarung hanya akan membuat dia dipermalukan. Cao Ma tidak suka hal itu. cukup satu kali saja di dipermalukan oleh Li Huang. “Pikirkan lagi tawaranku," ucap Cao Ma sambil berjalan menjauh dari sana.
Setelah Cao Ma dan rekan-rekannya pergi. Li Huang juga ikut pergi dari sana. Dia cukup bersyukur karena Cao Ma tidak mencari keributan dengan dirinya. Bukan karena dia takut, tetapi bertarung dengan Cao Ma dan pasukannya. Itu hanya membuang waktu.
"Aku harap ini tidak akan membuat keributan yang lebih panjang ‚” batin Li Huang.
Bai Lianhue membawa Xiou Yu kembali ke kediaman Li Hong. Dia membaringkan Xiou Yu di dalam kamar miliknya karena Bai Lianhue tidak tahu di mana kamar Xiou Yu. Dia sudah mencari Li Hong, tetapi ternyata tidak ada siapa pun di sana. "Aku akan mengambil obat lebih dulu,” ucap Bai Lianhue.
Dia pun bergegas keluar. Wajah Bai Lianhue memerah karena baru kali ini dia membawa pria ke dalam kamar miliknya. Itu sangat memalukan bagi Bai Lianhue hingga dia harus menutup wajahnya.
Dia pun langsung bergegas pergi dari sana.
"Aku ada di mana?" ucap Xiou Yu.
Dia sudah sadarkan diri. Ketika bangun, Xiou Yu merasa tubuhnya sakit di seluruh tubuh. Xiou Yu langsung membuka baju miliknya dan terlihat ternyata tubuhnya membiru. Xiou Yu tertawa sangat keras. Dia pun langsung berjalan keluar dari ruangan itu.
"Kau tidak tahu malu!" bentak Bai Lianhue. Dia langsung memalingkan pandangannya ketika sadar kalau Xiou Yu tidak mengenakan baju.
“Pakai bajumu!" pinta Bai Lianhue.
Ah, baiklah." Dengan cepat Xiou Yu memakai bajunya. Setelah selesai Bai Lianhue langsung melihat ke arah Xiou Yu lagi. Sebenarnya dia tidak sepenuhnya menutup mata dan memalingkan pandangan. Bai Lianhue agak penasaran juga dengan tubuh Xiou Yu. "Kau ingin pergi ke mana?” tanya Bai Lianhue. Dia penasaran melihat Xiou Yu keluar dengan baju yang terbuka. Apalagi dengan tubuh yang masih belum diobati. "Aku ingin menemui guru," jawab Xiou Yu. "Kau bodoh," teriak Bai Lianhue.
Jawaban Xiou Yu membuat Bai Lianhue kesal. Bai Lianhue langsung menarik tangan Xiou Yu untuk ikut dengannya ke dalam kamar miliknya kembali.
__ADS_1
Tentu saja untuk mengobati lebam yang ada di tubuh Xiou Yu. Dengan cepat Xiou Yu di suruh untuk
duduk. "Jangan pergi dulu! Aku akan mengobatimu," ucap Bai Lianhue. Xiou Yu terpaksa terdiam. Ketika Bai Lianhue mengoleskan obat yang dia bawa. Xiou Yu harus menahan rasa sakit, tetapi rasa sakit itu bukanlah hal yang sulit ditahan oleh Xiou Yu karena
dia sudah terbiasa di pukul.
Sebenarnya pukulan yang selama ini dia sering dapatkan sangat berbeda dengan apa yang dia dapatkan hari ini. Pukulan yang dia rasakan kali ini
terasa jauh lebih menyakitkan, tetapi masih bisa dia tahan. "Kau bodoh," ucap Bai Lianhue. Xiou Yu tidak menjawab. “Kau tidak harus melakukan hal bodoh seperti itu lagi.
Tidak ada salahnya seorang wanita melindungi seorang pria. Kau harus ingat satu hal. Di dunia ini kalau kau lemah maka kau akan ditindas. Aku harap kau ingat itu," tambah Bai Lianhue.
"Terima kasih,” jawab Xiou Yu.
Di tempat lain. Li Huang tersenyum kecut ke arah kamar Bai Lianhue. Dia merasa sesak di hatinya
ketika melihat Bai Lianhue dekat dengan Xiou Yu, tetapi dia tidak bisa melakukan apa pun sekarang.
"Ternyata ini rasanya cemburu," gumam Li Huang.
Li Huang langsung pergi dari sana dengan senyuman pahit.
Baru kali ini dia merasa sesak di hatinya. Rasa
__ADS_1
cemburu itu membuat Li Huang
kurang nyaman.