
Li Huang terluka cukup parah. Dia harus melawan banyak sekali musuh. Dan lagi lawannya memiliki lebih kuat dari segi
tingkat kultivasi.
Itu membuat Li Huang terdesak dan terus saja terkena serangan lawannya. “Lebih baik kau menyerah saja!" ucap Cao Yuen. Dia tidak terluka sama sekali. Tentu saja karena dia tidak ikut bertarung. Dia hanya mengawasi saja dari kejauhan.
Li Huang agak bersyukur Cao Yuen tidak ikut
menyerang dirinya. Kalau Cao Yuen ikut menyerang dirinya. Sudah dipastikan kalau dia akan tewas dalam beberapa menit.
"Apa bedanya? Aku menyerah dan aku mati," ucap Li Huang.
"Mungkin aku akan mengampuni nyawamu, tetapi kalau kau bersedia membunuh Gurumu sendiri," ucap Cao Yuen sambil tersenyum licik. Li Huang sangat ingin memukul wajah Cao Yuen, tetapi itu tidak mungkin.
Li Huang tidak mengatakan apa pun. Dia memanfaatkan kesempatan itu untuk
memulihkan keadaan dirinya. Dia sangat berharap kalau Din Lize atau Ding Ziji datang membantu.
Li Huang agak pesimis karena sekte sedang diserang oleh musuh. Bisa saja keduanya juga dalam masalah yang sama. "Apa ini akan menjadi akhir bagi kami?" batin Li Huang.
"Bunuh saja dia!" pinta Cai Yuen. Li Hung pun sudah bersiap untuk bertarung lagi. Dia berhasil memulihkan dirinya sedikit. Dia cukup yakin dia bisa bertahan selama sepuluh menit ke depan. Dia berharap sebelum dia benar-benar tumbang akan ada orang yang membantu mereka.
Li Huang langsung terdesak dan mendapat luka tebasan di bagian punggungnya. Itu membuat darah kembali mengalir di tubuhnya. Baju yang dia kenakan sudah tidak tahu warna apa. Sudah terlalu banyak darah di tubuhnya.
Li Huang berhasil melihat celah. Dia pun memanfaatkan celah itu untuk setidaknya bisa menumbangkan satu musuhnya. Tanpa dia sadar itu hanyalah jebakan dan akhirnya dia pun harus terkena tebasan lagi.
Pandangan Li Huang sudah mulai buram.
Dia sudah mulai sulit untuk mempertahankan konsentrasinya. Padahal dia baru bertarung selama lima menit,
tetapi dia sudah tidak sanggung bertarung lagi.
"Ini ternyata akhir dari kehidupan ku,” keluh Li Huang. Dia sudah menyerah dan dia pun menutup mata. Li Huang sudah pasrah. Dia hanya bisa berdoa kalau gurunya akan
baik-baik dan tentu saja Bai Lianhue juga. Li Huang langsung membuka matanya. Dia baru ingat kalau dia harus melindungi Bai Lianhue.
"Jangan hanya diam. Kau bisa menyembuhkan diri lebih dulu," ucap Xiou Yu.
Li Huang kaget karena tiba-tiba ada Xiou Yu di depannya. Bukan hanya itu, tetapi Xiou Yu
__ADS_1
berhasil mengalahkan satu lawannya. Sesuatu yang tidak bisa dia lakukan. Melihat itu Li Hong merasa malu.
"Jangan diam saja atau aku akan bernasib sama denganmu," protes Xiou Yu. Dia pun
melempar sebuah kantong yang berisi banyak pill yang bisa menyembuhkan luka. Li Hong pun menjauh seperti apa yang Xiou Yu minta.
"Apa dia gila? Apa yang bisa dilakukan oleh anak yang masih berada di tahap fondasi qi
melawan musuh yang begitu
banyak," ucap Li Huang.
Dia agak pesimis Xiou Yu bisa mengulur
waktu hingga dia kembali bertarung.
"Jangan terlalu dipikirkan," ucap seseorang dari samping sebelah kanan Li Huang.
Dengan spontan Li Huang langsung berdiri dan bersiap bertarung.
Dia langsung berhati-hati dengan orang yang
"Siapa kau?" tanya Li Huang. "Kau tidak perlu tahu, tetapi aku bukan musuh." "Kalau kau bukan musuh. Kenapa kau hanya diam saja dan tidak membantu kami? Atau jangan-jangan kau adalah mata-mata dari sekte lain."
"Yang kau katakan agak benar, tetapi banyak salahnya. Aku bukan mata-mata dari sekte lain," jawab Qien Liwu. Dia tersenyum.
Senyuman yang membuat Li Huang mengerutkan keningnya. Aku tidak bisa ikut campur karena Dia tidak ingin aku ikut campur," tambah Qien Liwu sambil
menunjuk ke arah Xiou Yu yang
sedang bertarung.
Pandangan Li Huang langsung melihat ke arah Xiou Yu. Dia terdiam kaget. Xiou Yu bisa
bertahan cukup lama. Bahkan dia belum terluka sama sekali. Itu sangat mengejutkan. Li Huang kembali melihat ke arah Qien Liwu. Dia ingin bertanya kenapa Xiou Yu bisa bertahan seperti itu.
"Dia belajar dan berlatih jauh lebih keras dari apa yang kalian lihat. Dan lagi dia adalah anak yang disayangi langit. Apa yang dia lakukan akan dipermudah, tetapi rintangan akan selalu datang kepadanya,” jawab Qien Liwu. Padahal Li Huang belum menanyakan apa pun, tetapi dia sudah menjawab lebih dulu.
Li Huang kembali melihat pertarungan Xiou Yu.
__ADS_1
Berapa kali pun dia melihat pertarungan itu. Tetap saja itu membuat dia terheran-heran. Dia hanya bisa menggeleng kecil sambil kagum kepada Xiou Yu.
"Bai Lianhue sudah pergi dari desa. Jadi, kau tidak perlu khawatir. Yang perlu kita lakukan adalah mengalahkan musuh yang kita lawan," ucap Qien Liwu. Li Huang langsung menoleh dan mengerutkan kening.
"Aku tidak menyangka bocah sepertimu bisa bertahan selama ini," puji Cao Yuen.
"Aku juga tidak menyangka kalau kau bisa mempertahankan kebodohanmu sangat lama,” balas Xiou Yu. Pujian Cao Yuen. Dia
balas dengan hinaan. Itu membuat Cao Yuen kesal.
Dia pun ingin ikut bertarung, tetapi tiba-tiba seseorang mendekat ke tempat mereka.
Orang itu langsung menyerang Cao Yuen. Untung saja Cao Yuen tidak lengah. Serangan itu pun berhasil dia hindari.
Orang yang menyerang itu sudah berada di sebelah Xiou Yu. Dia adalah Din Lize.
"Aku kira kau adalah Li Huang," ucap Din Lize kepada Xiou Yu.
"Senior Li Huang sedang beristirahat untuk memulihkan tenaganya,” ungkap Xiou Yu
sambil menunjuk ke arah belakang.
Din Lize menoleh dan terlihat Li Huang sedang bermeditasi untuk memulihkan tubuhnya. Dia agak kaget melihat Li Huang
terluka sangat parah, tetapi setelah dia pikirkan lagi itu adalah hal wajar karena lawan Li Huang banyak.
"Aku tidak menyangka kau bisa datang ke sini," ucap Cao Yuen. "Orang yang kau utus itu
terlalu lemah untuk melawanku." Tanpa basa-basi Din Lize langsung menyerang Cao Yuen.
Dia menyerahkan sisanya kepada Xiou Yu. Agak berisiko, tetapi hanya itu pilihannya. Dia juga tidak bisa melawan banyak musuh.
Melawan Cao Yuen saja dia sudah kesulitan.
"Aku tidak menyangka kau akan menyerang sektemu sendiri. Kau sangat tidak punya rasa terima kasih," keluh Din Lize.
"Aku hanya melakukan perombakan sedikit. Ini adalah bukti kalau aku mencintai sekte ini."
Din Lize tertawa sangat keras. Dia tidak menyangka kalau Cao Yuen lebih buruk dan gila dari apa yang dia kira.
__ADS_1
"Sepertinya kau memang harus dimusnahkan," ucap Din Lize.