
Ze Xieji langsung menarik pedangnya. Ze Xieji tiba-tiba menghilang dari tempatnya. Itu membuat Xiou Yu dan Bai Lianhue kering dingin karena ketakutan melihat kemarahan Ze Xieji. Beberapa detik kemudian pedang Ze Xieji sudah berada di depan leher Xiou Yu. Pedang itu sudah mengenai leher Xiou Yu, tetapi hanya sedikit. Darah mengalir dari bekas luka yang sedikit itu, tetapi Xiou Yu tetap
tenang.
Dia berusaha menyembunyikan rasa takutnya. “Jangan lakukan hal itu, Guru!" ucap satu orang yang menahan tangan. Kalau saja dua orang itu tidak menghentikan Ze Xieji. Xiou Yu sudah berakhir saat itu juga. Dia hanya akan tinggal nyawa. Setelah itu sekte Bulu Emas akan ada pertarungan hebat dan menjadi akhir dari sekte Bulu Emas.
Untung saja kedua murid Ze Xieji menghentikannya.
"Kalau Guru ingin membuat sekte kita hancur. Kami akan melepaskan tangan Guru, tetapi aku harap Guru
tidak melakukan tindakan bodoh seperti itu," ucap satu orang lainnya.
Mereka adalah dua murid kesayangan Ze Xieji dan merupakan murid yang paling berbakat dibandingkan dengan murid-murid yang lainnya. Mereka adalah Liu Bi dan Zhuge Li. Ketika merasakan aura Ze Xieji, mereka langsung bergegas. Mereka bahkan meninggalkan tugas mereka.
Ze Xieji langsung menarik pedangnya lagi. Dia pun berjalan menjauh dari Xiou Yu dan duduk kembali di tempat sebelumnya. Dia menatap Xiou Yu dengan penuh rasa marah. Kalau saja kedua muridnya tidak ada di sana. Dia tidak akan segan-segan membunuh Xiou Yu. "Tetua Ze hanya bisa marah, "keluh Xiou Yu. Itu membuat kedua murid Ze Xieji kaget.
Mereka berdua langsung menoleh ke arah Xiou Yu. "
Tetua terlalu egois. Sangat di sayangkan. Padahal aku ingin bekerja sama dengan Anda, tetapi sepertinya aku mengurungkan niatku. Kalau begitu aku pamit," tambah Xiou Yu. Wajah kedua murid Ze Xieji langsung panik. Mereka langsung bersiap-siap menghentikan Ze Xieji kalau saja Guru mereka mengamuk lagi.
__ADS_1
"Ayo!" ajak Xiou Yu. Xiou Yu dan Bai Lianhue pun berjalan keluar dari gubuk itu. Bai Lianhue kebingungan. Dia masih syok dengan apa yang terjadi. Bahkan dia masih belum bisa bernapas dengan normal. Tangannya masih gemetar ketakutan. Keringatnya bahkan masih belum kering. Wajahnya juga masih pucat.
"Tenanglah!" pinta Xiou Yu. Perkataan itu sama sekali tidak membuat Bai Lianhue tenang. Baru kali ini dia merasakan nyawanya terancam. Biasanya yang dia lawan adalah murid yang seumuran dengan dirinya, tetapi para tetua sangat jauh berbeda. Sesuatu yang tidak bisa dibandingkan dengan dirinya.
"Tetua Ze Xieji sangat mengerikan gumam Bai Lianhue". Kedua murid Ze Xieji kaget karena Guru mereka tidak mengejar Xiou Yu. Padahal kalau dia marah, dia pasti akan membunuhnya. Padahal Xiou Yu sudah mengatakan hal yang kurang ajar. Liu Bi dan Zhuge Li tidak pernah melihat Ze Xieji mengampuniorang lain.
"Kenapa Guru tidak mengejar Bocah itu?" tanya Liu Bi. "Mentalnya sangat hebat," puji Ze Xieji. Pujian yang benar-benar dari dalam dirinya. "Setelah di serangan seperti tadi, tetapi dia masih bisa menahan rasa takutnya. Sesuatu yang tidak bisa kalian miliki. Aku penasaran bagaimana proses hidup bocah itu
sampai mentalnya sudah terasah seperti itu," ucap Ze Xieji.
Liu Bi dan Zhuge Li menghela napas lega. Dia tidak menyangka kalau Ze Xieji bisa tertarik dengan orang lain. Selama beberapa takut belakangan ini, Ze Xieji sama sekali tidak keluar gubuknya. Dia hanya mendapatkan informasi kedua muridnya. "Kalian jaga bocah itu!" pinta Ze Xieji.
Kalian tahu maksudku," jawab Ze Xieji. Dia kemudian meletakkan pedang miliknya ke sebelah kanan dirinya yang sedang duduk. "Cao Yuen pasti
mengejar bocah tadi dan kemungkinan terburuknya adalah dia mengirim pembunuh bayaran untuk membunuh bocah itu.
Aku ingin kalian menjaganya," tambah Ze Xieji. "Baik, Guru." Kedua murid Ze Xieji langsung menyetujui hal itu. Mereka juga tahu kalau Cao Yuen berniat mengambil alih kepemimpinan sekte, tetapi mereka baru tahu kalau bocah yang tadi mereka lindungi adalah calon penerus patriarch sekte mereka.
"Aku tidak menyangka kalau bocah itu akan menjadi penerus patriarch," ucap Liu Bi. Dia agak meragukan kemampuan Xiou Yu. Dia terlalu muda untuk menjadi penerus patriarch. Dia lebih setuju kalau Li Huang yang menjadi penerus. Li Huang sudah terbukti memiliki kemampuan memimpin yang bagus. Meski, dia tidak terlalu berbakat bila dibandingkan Bai Lianhue.
__ADS_1
“Aku juga tidak percaya pada awalnya, tetapi si Tua Lu Lin mengatakan kalau bocah itu menarik. dan memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin masa depan,”ungkap Ze Xieji. Keduanya muridnya
menatap Ze Xieji dengan wajah penasaran. “Dia sudah berada pada tahap penempaan tulang ke 5 hanya dalam satu minggu.
Itu tidak bisa dilakukan siapa pun di dalam sekte kita termasuk Bai Lianhue sekalipun. Bukan hanya itu, dia juga cerdas karena sudah memahami keadaan sekte dalam waktu singkat itu. Aku tidak mengerti bagaimana dia bisa melakukannya, tetapi yang paling membuat aku terkesan adalah bocah itu memiliki mental yang luar biasa," puji Ze Xieji. Kedua murid Ze Xieji hanya bisa saling memandang.
Bocah yang mereka remehkan ternyata sangat luar
biasa. Baru kali ini mereka melihat Ze Xieji sampai memuji orang lain. Bahkan Patriarch saja tidak pernah dia puji.
Ze Xieji bahkan mengejek Li Hong dengan sebutan pemimpin yang tidak becus karena tidak bisa mendamaikan sekte. "Apa dia memang seluar bisa itu?". "Aku memang agak egois,” ucap Ze Xieji. "Kemarahanku tadi benar-benar nyata. Kalau saja kalian tidak menghentikanku. Bocah itu pasti sudah tewas. Aku senang kalian bergerak cepat," tambah Ze Xieji.
"Benarkah?". "Tentu saja bohong." Ze Xieji langsung terbahak-bahak melihat ekspresi kaget kedua muridnya. "Aku tidak bodoh. Melawan si tua itu hanya
akan membuatku terbunuh,” tambah Ze Xieji.
"Kenapa kau mengajakku?. Padahal aku tidak berguna sama sekali. Kau bisa melakukannya tanpa aku," tanya Bai Lianhue. Itu pertanyaan yang selalu ingin dia tanyakan sejak awal. "Aku tahu kalau aku sebenarnya bisa melakukannya tanpamu, tetapi aku butuh dirimu untuk membuatku lebih semangat,” jawab Xiou Yu.
Wajah Bai Lianhue langsung memerah. Mereka sudah berada di kediaman Li Hong. Xiou Yu juga sudah menjelaskan semua yang dia lakukan kepada Bai Lianhu. Awalnya Tanduk Lianhue masih kebingungan. Xiou Yu terpaksa menceritakan semuanya dengan lebih sederhana agar Bai Lianhue lebih mudah memahaminya. Setelah penjelasan yang cukup panjang.Bai Lianhue pun mengerti.
__ADS_1
"Kau sangat gila," ungkap Bai Lianhue.