Pendekar Keabadian

Pendekar Keabadian
Rencana Xio Yu


__ADS_3

"Apa yang akan kita lakukan?” tanya Din Lize.


"Ini salahku," ungkap Li Hong, aku membiarkan dia berkembang sampai seperti ini. Kalau saja aku menyingkirkannya sejak awal. Ini tidak akan terjadi," tambah Li Hong. "Ini bukan salah Guru. Cao Yuen saja yang terlalu bodoh. Kalau saja dia sedikit pinta, dia akan tahu kalau menggunakan racun Bulu Emas untuk menekan sekte lain itu tidak terlalu menguntungkan.


Malah sebaliknya, sekte lain akan memandang kita sebagai musuh dan akhirnya kita akan hancur," ungkap Li Huang. "Aku setuju dengan apa yang adik Li Huang katakan. Ini bukan salah Patriarch, tetapi ini semua karena Cao Yuen terlalu bodoh. Hanya itu saja," tambah Din Lize. "Aku rasa dia sudah di cuci otak oleh seseorang,” ucap Li Huang. Li Hong dan Din Lize langsung menatap Li Huang dengan wajah kaget. “Aku rasa seperti itu. Lihat saja dia semakin lama semakin gila. Aku curiga kalau dia dicuci otak oleh salah satu pendiri dari Cakar Bayang."


Pernyataan Li Huang sangat mengagetkan. Tidak ada yang berpikir kesana, tetapi kalau dipikirkan lagi. Apa yang Li Huang katakan ada kemungkinan terjadi. Apalagi ada kemungkinan Cao Yuen telah bekerja


sama dengan organisasi Cakar Bayang. "Kita tidak bisa menuduh sembarangan, tetapi aku akan melakukan penyelidikan," ungkap Li Hong.


Xiou Yu pun melanjutkan rencananya. Dia menggunakan setengah dari sumber daya yang


gurunya berikan untuk membuat pasukan miliknya sendiri. Dia sudah berhasil mengumpulkan 30 murid yang akan menjadi bawahannya. Ketigapuluh murid itu akan dia manfaatkan untuk rencananya.


Mereka adalah murid yang tidak terlalu diperhatikan karena berasal dari keluarga yang tidak berpengaruh. Bahkan ada yang merupakan anak yatim piatu seperti dirinya.


Xiou Yu tidak terlalu peduli dengan hal itu. yang terpenting adalah kesetiaan mereka. Xiou Yu tidak sebarangan memilih orang. Dia sudah mengamati puluhan murid dan mereka bertiga puluh adalah yang Xiou Yu pilih. Dia memilih berdasarkan beberapa hal


yang dia rahasiakan, tetapi yang pasti dan yang terpenting adalah dari sifat mereka. "Apa kau serius?” tanya Bai Lianhue. "Aku harus menyingkirkan Cao Yuen secepat mungkin sebelum dia semakin gila dan menghancurkan sekte," jawab Xiou Yu.


"Apa yang bisa mereka lakukan? Aku tidak cerdas, tetapi menurutku untuk mengalahkan tetua Cao, ini tidak akan bisa. Apalagi mereka bukan murid yang jenius. Mereka hanya murid biasa dan masih berada di tahap penempaan tulang. Apa yang bisa dilakukan murid seperti mereka?"ucap Bai Lianhue.


Ucapannya itu membuat murid yang sedang berkumpul di sana merasa sakit hati. Wajah mereka langsung muram. Bai Lianhue tidak ada maksud untuk menghina mereka, tetapi tetap saja perkataan Bai Lianhue terlalu menyakitkan untuk didengar. Untung saja Bai Lianhue cantik, itu membuat mereka tidak bisa marah.

__ADS_1


Xiou Yu hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kepolosan Bai Lianhue. “Aku akan melatih kalian,” ucap Xiou Yu. Pernyataan itu membuat ketigapuluh orang murid itu ribut. Mereka tahu kalau Xiou Yu adalah murid dari patriarch mereka, tetapi tetap saja Xiou Yu adalah seorang murid dan lagi dia lebih mudah dari mereka yang ada di sana. Apa yang bisa diajarkan oleh Xiou Yu.


Menurut merek, mereka jauh lebih berpengalaman daripada Xiou Yu. Sulit untuk menerima Xiou Yu sebagai guru. Meski mereka adalah murid


biasa dan tidak berbakat, tetapi menurut mereka. Mereka memiliki harga diri mereka sendiri dan diajari oleh orang yang lebih muda adalah salah satunya.


“Kami tidak ingin kalau kau yang melatih kami. Kau bahkan belum satu bulan di sekte Bulu Emas.


Bagaimana bisa kamu mempercayakan kau


menjadi guru kami?” keluh salah satu dari mereka.


"Benar." "Iya, itu benar. Kami tidak bisa mempercayai kamu." Beberapa murid setuju dengan pernyataan tadi."Bukan hanya aku yang akan mengajari kalian, tetapi Bai Lianhue juga akan membantu. Sepertinya dia yang lebih banyak mengajar daripada aku," ucap Xiou Yu. “Kalau kalian tidak setuju. Aku akan mencari orang lain."


yang menolak tadi. "Kau minta maaflah pada Xiou Yu! Kau tidak seharusnya meremehkannya. Dia memang lebih muda dari kita, tetapi dia adalah


jenius. Kita bisa belajar dari Xiou Yu," ungkap salah satu dari murid yang sekarang menatap Na Song.


Na Song hanya terdiam dengan wajah terkejut. Dia kaget dengan perubahan keputusan murid yang lain. Padahal beberapa saat yang lalu, mereka setuju dengan apa yang dia katakan, tetapi kali ini kenapa mereka malah ingin dia meminta maaf.


"Lakukanlah!" bentak salah satu murid yang lain.


Na Song menggaruk kepalanya. Dia pun menyusul Xiou Yu dan akan meminta maaf.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama untuk Na Song menyusul Xiou Yu. Dia memang memperlambat jalannya. Dia sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.


Dia membawa Bai Lianhue itu adalah untuk kejadian sekarang.


Na Song pun langsung meminta maaf dan langsung dimaafkan oleh Xiou Yu. Na Song kaget karena dilihat dari mana pun Xiou Yu tidak terlihat marah sama sekali. Malah sebaliknya, Xiou Yu malah tersenyum lebar. "Apa kami telah dijebak?" batin


Na Song.


Pada hari itu Xiou Yu tidak melatih mereka sama sekali. Dia hanya membagikan sumber daya kepada


ketigapuluh murid itu. Setelah itu Xiou Yu pun kembali. Dia kembali dengan wajah penuh senyuman. Melihat betapa senangnya para murid itu sudah membuatnya sangat senang. Xiou Yu seperti melihat apa yang dia rasakan pertama kali. Mendapat hadiah yang sangat kecil saja sudah membuatnya senang.


"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" tanya Bai Lianhue. "Aku ingin membaca banyak buku jurus dan teknik pernapasan,” jawab Xiou Yu. "Aku tidak akan membuat mereka kecewa. Aku harus melakukan yang terbaik." Dia pun tersenyum ke arah Bai Lianhue.


“Jangan terlalu memaksakan dirimu, okey!"


Xiou Yu mengangguk.


Dia hanya mengangguk, tetapi tidak mengatakan kalau dia setuju dengan apa yang Bai Lianhue. Bagaimana pun dia harus memaksakan diri agar semuanya bisa berjalan dengan baik. Satu minggu ke depan. Xiou Yu tidak akan keluar dari rumah. Dia akan terus berlatih dan mempelajari banyak hal.


Ini semua dia lakukan demi rasa terima kasihnya kepada gurunya. Dia akan menjaga sekte tetap utuh


bagaimana pun caranya.

__ADS_1


"Apa kau ingin ikut aku?" tanya Bai Lianhue. "Tidak masalah, tetapi jangan terlalu lama.” "Tenang saja. Ini hanya sebentar,” ungkap Bai Lianhue.


__ADS_2