Pendekar Keabadian

Pendekar Keabadian
Cakar Bayang Dan Cao Yuan


__ADS_3

"Apa kalian melihatnya?” tanya Ze. Kedua murid Ze Xieji pun muncul. Mereka berdua sejak tadi ada di sana mengawasi semua yang terjadi. Mereka kagum dengan apa yang Xiou Yu lakukan. Meski, apa yang Xiou Yu lakukan itu sebenarnya sangat kurang aja, tetapi mental dan keberaniannya patut di apresiasi.


"Dari mana Patriarch menemukan murid seperti itu?" tanya Liu Bi.


"Dia selalu saja menemukan murid yang luar biasa. Sepertinya takdir Li Hong memang sangat bagus. Dia mendapatkan murid yang sangat peduli kepada sekte. Itu sangat sulit untuk ditemukan," ucap Ze Xieji. "Maksud Guru kami tidak ada yang peduli dengan sekte?” tanya Zhuge Li. Ze Xiejie mendapat tatapan tajam dari kedua muridnya. Dia pun tertawa sangat keras hingga memenuhi ruangan.


Liu Bi dan Zhuge Li saling memandang. Mereka tidak mengerti di mana letak lucu dari apa yang mereka katakan. "Tidak ada yang tidak peduli dengan sekte mereka sendiri. Hanya saja cara peduli mereka berbeda-beda," ucap Ze Xieji. Dia tersenyum lebar. Kalau ada yang ingin menghancurkan sekte mereka sendiri. Itu berarti mereka memang bukan bagian dari sekte itu."


"Maksud, Guru?". "Tidak perlu dipikirkan. Yang


perlu kalian lakukan hanyalah lindungi bocah kurang ajar itu. Jangan biarkan dia terbunuh atau kita akan kehilangan sosok yang akan memajukan sekte kita. Aku sudah terlalu tua untuk ikut dalam urusan seperti ini, tetapi kalau sekte ini di serang. Aku akan turun tangan juga," ungkap Ze Xieji. Dia bisa membayangkan Xiou Yu memaki dirinya lagi setelah dia mengatakan perkataan barusan.


Xieji.


"Anak yang pemberani," batin Ze "Baiklah, Guru. "


Setelah pergi dari gubuk Ze Xiejie. Xiou Yu pun pergi menemui Qien Liwu. Pada akhirnya dia memerlukan bantuan Qien Liwu lagi. Dia tidak bisa menemukan orang lain karena tetua yang lain sudah berpihak kepada Cao Yuen.


Yang netral hanya dua orang dan sudah dia temui. Satu Tetua setuju membantu, tetapi satu lagi menolak. Xiou Yu sangat kesal kepada Ze Xieji yang tidak ingin turun tangan untuk menekan pengaruh Cao Yuen. "Apa aku ambil saja gulungan tadi ?" gumam Xiou Yu.


Dia menyesal melempar gulungan itu kembali. Seharusnya dia bisa meminta bantuan kedua murid Ze Xieji yang pernah menyelamatkan dirinya itu untuk menekan pengaruh Cao Yuen. Meski, tidak terlalu berpengaruh besar, tetapi cukup membantu.

__ADS_1


"Sekali lagi aku melakukan pilihan yang buruk,” keluh Xiou Yu.


Dia kesal dengan dirinya sendiri yang mudah terbawa emosi. Dia berusaha untuk memisahkan emosi dan akal ketika melakukan sesuatu yang penting. Emosi hanya akan membuat dia mengambil keputusan yang salah. Tidak sepenuhnya, tetapi kebanyakan seperti itu.


Dia sudah hampir tiba di tempat Qien Liwu. Xiou Yu agak ragu karena merasa sedikit malu. Sekali lagi dia mencampur emosinya dalam keputusan yang dia akan ambil. Xiou Yu berusaha menenangkan diri lebih dulu.


Dia menarik napas dan menghembuskannya secara perlahan. Dia melakukan hal itu berulang kali. Dia bisa mendengar gelak tawa Qien Liwu di pikirannya. Tawa yang menyebalkan, tetapi harus dia hadapi


karena ini semua demi sekte Bulu Emas dan demi gurunya.


"Menyebalkan,” keluh Xiou Yu. Dia masih bisa membayangkan senyuman dan tawa Qien Liwu di pikirannya. Tidak lama kemudian dia berada di depan rumah Qien Liwu. Itu bukan rumah, tetapi lebih terlihat seperti gubuk atau bangunan tua. Dilihat dari sisi mana pun. Bangunan itu tetap saja terlihat menyedihkan.


Dia selalu saja merasa ada yang mengawasinya. Itu sebenarnya menyebalkan tetapi Xiou Yu tidak berani membunuh tikus milik Qien Liwu. Meski dia tidak menyukai Qien Liwu, tetapi dia masih membutuhkan bantuan Qien Liwu bagaimana pun juga. "Aku benar-benar tidak tahu apa yang kau inginkan. Aku memang selalu melihat apa yang kau lakukan, tetapi tidak semuanya.


Apalagi ketika kau berada di kediaman patriarch atau


ketika kau pergi ke tempat para Tetua. Aku tidak bisa masuk ke sana. Bukan karena tidak bisa, tetapi terlalu berisiko," ungkap Qien Liwu. "Bagaimana kau bisa mendapatkan informasi tentang para tetua kalau kau tidak masuk?" tanya Xiou Yu. Dia mengerutkan keningnya. Terlihat sekali dia kebingungan.


Qien Liwu tertawa sangat keras mendengar pertanyaan itu. Dia bahkan sampai bangun dan mendekati Xiou Yu dan menepuk pundak Xiou Yu.


“Aku rasa kau sedang stress,” ucap Qien Liwu. Dia pun mengajak Xiou Yu untuk duduk dan langsung

__ADS_1


memberikan sebuah arak kepada Xiou Yu. "Minulah!" pinta Qien Liwu.


Xiou Yu langsung menggeleng karena dia merasa belum cukup umur. Qien Liwu kembali tertawa dan


mengganti arak dengan air putih biasa dan langsung dia berikan kepada Xiou Yu. Xiou Yu agak ragu, tetapi dia pun meminum air itu. "Terima kasih," ucap Xiou Yu. "Apa yang membuatmu tidak fokus?" tanya Qien Liwu.


"Apa benar mereka telah mati?" tanya Cao Yuen.


Pelapor itu mengangguk. Dia memastikan sendiri kalau orang yang mereka kirim untuk membunuh Xiou Yu telah tewas. Dia meletakkan sebuah pelacak di tubuh mereka bertiga dan ketika pagi hari dia mengecek lokasi mereka dan ternyata mereka sudah


terkubur.


Dia bisa menggunakan serangga sebagai alat pelacak. Itu yang membuat dia di sukai dan selalu diandalkan oleh Cao Yuen dan namanya adalah Nin Luwien. "Tidak perlu dipermasalahkan. Apalagi mereka hanyalah alat untuk mengecek seberapa hebat bocah itu. Ternyata bocah itu cukup kuat. Dia bisa mengalahkan musuh yang lebih kuat dari dirinya atau jangan-jangan dia sudah berada di tahap alam Langit ?" Cao Yuen terdiam sejenak.


Mustahil dia sudah mencapai tahap itu “Apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" tanya Nin Luwien.


“Tidak perlu lakukan apa pun. Sebentar lagi Cakar Bayang akan datang dan membantu kita membunuh


Li Hong. Jadi, tidak perlu melakukan apa pun. Sebentar lagi sekte Bulu Emas akan menjadi milikku," ucap Cao Yuen.


"Apa Tuan yakin ingin bekerja sama dengan mereka?” tanya Nin Luwien lagi. "Apa ada masalah?".

__ADS_1


__ADS_2