Pendekar Keabadian

Pendekar Keabadian
Hancurnya Sekte 4


__ADS_3

"Ini tidak masalah sama sekali. Kau hanya beruntung karena aku sedikit lengah," jawab Li Hong. Dia pun menggerakan bahunya. Itu terasa sakit, tetapi Li Hong tidak terlalu


mempedulikannya. Dia harus menang. Dia tidak bisa kalah karena dia harus melindungi sekte miliknya.


Dia akan sangat malu kalau dia dikalahkan.


"Ayo lanjutkan!" ajak Li Hong. Dia pun langsung melakukan serangan dengan melempar belasan jarum beracun miliknya.


Jarum itu dengan mudah dihindari oleh Ma Zeiji. Ma Zeiji terus menghindari setiap serangan jarum beracun milik Li Hong.


Dia tidak ingin mengambil risiko. Li Hong pun sudah muncul di bagian belakang Ma Zeiji. Dia menggunakan pedang sebagai senjatanya. Li Hong mengayunkan pedang miliknya untuk menebas kepala Ma Ziejie. Sayangnya serangan itu sudah


dibaca oleh Ma Zeiji.


Zeiji. "Terlalu lamban," ucap Ma Dengan cepat dia langsung menghindari serangan itu dan langsung melakukan serangan balik. Serangan yang Ma Zieji lakukan bukan serangan biasa. Dia menggunakan jurusnya yaitu Snake spear from the sky.


Ular sebesar tangan orang dewasa muncul dari serangan Ma Zieji. Snake spear from the sky adalah serangan andalan Ma Zieji. Dengan satu kali tusukan, itu bisa membuat tubuh musuhnya bolong. Tidak ada yang pernah selamat bila terkena serangan itu.


Li Hong tidak akan membiarkan dirinya dikalahkan.


Dia pun melakukan kuda-kuda dan langsung


berkonsentrasi. Dia tidak bergerak sama sekali. Tepat ketika tombak itu hampir mendekati dirinya dia pun mengayunkan pedangnya ke atas. Dia ingin mengubah arah dari serangan itu. Dia juga menunduk.


Tusukan itu pun berhasil Li Hong hindari. Tidak sepenuhnya karena sekali lagi bahunya terkena tusukan lagi. Kali ini lebih parah


karena daging di bagian bahu Li Hong hilang seperti digigit oleh sesuatu. Darah mengalir dari bahunya.


"Kau cukup hebat karena bisa menghindari serangan terkuatku,” puji Ma Zieji. Li Hong menghindari di waktu yang tepat. Kalau dia


terlalu cepat menghindari, itu akan membuat Ma Zieji mengganti arah serangannya dan itu malah membuat dirinya benar-benar tidak bisa menghindar.

__ADS_1


Dan bisa pastikan dia tidak akan bisa berdiri seperti sekarang. Mempertaruhkan bahu


sebagai ganti nyaw adalah pilihan yang paling bijak.


“Aku merasa senang dengan pujian itu," ucap Li Hong sambil membalut bahunya dengan baju miliknya. "Ternyata kau tidak sekuat yang aku kira," ucap Ma Zieji. Dia mengira dia akan mendapatkan pertarungan yang sengit, tetapi nyatanya dia sudah mendaratkan dua serangan kepada Li Hong.


Meski, tidak berhasil membunuhnya, tetapi dengan hasil itu. Ma Zieji sudah yakin dia


yang akan menjadi pemenang dalam pertarungan itu.


"Kau terlalu banyak omong,' keluh Li Hong. Dia sudah bersiap untuk bertarung lagi. Luka itu memang mengganggu, tetapi dia masih bisa fokus untuk bertarung. Yang selalu membuat dia tidak fokus adalah dia selalu melihat pertarungan muridnya.


Ma Zieji pun langsung menyerang kembali. Pertarungan mereka pun berlanjut. Meski, Li Hong sudah terluka di kedua bahunya, tetapi gerakannya masih lincah. Dia masih bisa


menghindari serangan Ma Zieji dan bahkan dia masih bisa melakukan serangan balik.


Zieji. "Bagaimana bisa?" batin Ma Xiou Yu sudah mulai kelelahan. Dia harus bertarung melawan banyak orang. Itu mengharuskan dia mengeluarkan tenaga lebih banyak. Dia harus menghindari banyak serangan dengan sangat cepat. Kalau tidak, dia akan terkena sekarang dan benar saja dia terkena serangan beberapa kali karena dia kurang cepat.


"Untuk seorang bocah. Kau hebat juga," puji lawan Xiou Yu.


Dia mengakui kalau Xiou Yu memiliki kemampuan bertarung yang hebat.


"Untuk orang dewasa kalian terlalu bodoh dan lemah.


Bagaimana bisa kalian kehilangan dua rekan ketika melawan anak kecil sepertiku. Kalau aku menjadi kalian. Aku akan pulang dan mungkin ***** **** karena malu,” ucap Xiou Yu.


Qien Liwu hanya menggeleng kecil. Dia tidak mengerti kenapa mulut Xiou Yu bisa sangat tajam. Dia bahkan pernah sakit hati karena perkataan Xiou Yu. Kalau saja dia tidak bisa mengontrol emosinya. Dia dan Xiou Yu tidak akan bisa bekerja sama seperti sekarang.


"Dia sangat berani," ucap Li Huang. "Ini hal biasa. Dia bahkan pernah menghina seorang tetua hingga membuatnya sangat marah. Mulut Xiou Yu sangat tajam, tetapi yang membuat aku kagum adalah dia tidak takut denga siapa pun.


Kalau dia tidak suka, maka dia akan mengatakan dia tidak suka. Kita kadang butuh orang seperti itu," ungkap Qien Liwu.

__ADS_1


"Aku tidak yakin aku membutuhkan orang seperti itu,” ucap Li Huang.


Perkataan Xiou Yu membuat lawannya menjadi marah. Xiou Yu tidak peduli. Dia pun


mendapat serangan demi serangan. Dengan tubuh yang kelelahan.


Dia masih bisa menghindari serangan itu.


Gerakan Xiou Yu membuat Li Huang kaget.


Dia tidak pernah merasa kalau itu adalah gerakan yang diajarkan oleh guru mereka yaitu Li Hong. Dia mengerutkan keningnya. Dia mulai curiga kalau Xiou Yu memiliki guru lain selain Li Hong. Melihat itu Li Huang menjadi kecewa.


"Dia belajar sendiri,” ucap Qien Liwu. Li Hong terkejut dengan fakta itu. Itu membuat dia kagum. Li Hong pun kembali melihat


pertarungan Xiou Yu sambil memulihkan dirinya. Li Huang tersenyum karena dia merasa tubuhnya sudah mulai membaik.


Dia bisa bertarung lagi. "Apa kalian tidak malu mengeroyok anak kecil?" tanya Xiou Yu.


Tidak ada yang menanggapi pertanyaan itu. mereka terus saja menyerang dan menyerang.


Xiou Yu merasa sudah sangat kelelahan. Dia kehilangan fokus beberapa kali dan hampir saja dia tewas, tetapi keberuntungan masih berpihak kepada dirinya.


"Mati kau, Bocah!" teriak salah satu musuh Xiou Yu. "Seharusnya kau tidak berteriak!" ucap Xiou Yu. Serangan itu pun berhasil


Xiou Yu hindari. Dia merasa beruntung lawannya adalah orang bodoh. Kalau saja dia tidak berteriak. Xiou Yu yakin kali ini dia akan mendapat serangan telak yang sulit dia hindari.


Xiou Yu tidak hanya bisa menghindar, tetapi dia bisa melakukan serangan balik dengan


melemparkan jarum beracun. Jarum itu berhasil membuat satu lawannya kembali tumbang. "Sudah aku katakan kalau


kalian itu bodoh,” ejek Xiou Yu sekali lagi.

__ADS_1


__ADS_2