Pendekar Keabadian

Pendekar Keabadian
Awal Kehancuran


__ADS_3

Xiou Yu sedang berkultivasi. Dia berusaha sekuat yang dia bisa untuk memperkuat dirinya. Kalau apa yang dia takutkan benar-benar terjadi, maka dia tidak bisa melakukan apa pun. Dia sekarang hanya berada di tahap alam bumi pertama.


Dia terus berkonsentrasi untuk menyerap qi yang ada di sekitarnya. Dia mengalirkan qi miliknya ke denitian kemudian dia alirkan ke meridian dan dialirkan kembali ke dentian. Dia melakukan itu berulang kali sampai dia bisa menembus tahap selanjutnya.


Untuk bisa menembus tahap dalam kultivasi adalah membuat aliran qi ke meridian penuh. Meridian akan terus membesar seiring dengan tingginya tingkat kultivasi. Dengan begitu qi yang dibutuhkan juga lebih banyak.


Yang membedakan jenius dan tidak adalah pada denitian mereka yang bisa menyerap qi dengan cepat atau tidak. Xiou Yu memiliki denitian yang sangat luar biasa. Dia bisa menyerap qi dengan sangat cepat. Sesuatu yang tidak dimiliki banyak orang.


Tiga jam pun berlalu begitu saja sejak dia duduk di sana untuk menyerap qi dan baru bisa menembus


ke tahap alam bumi kedua. Xiou Yu merasa tubuhnya sangat lelah. Dia pun bangun dan melakukan


beberapa gerakan untuk menyesuaikan tubuhnya dengan kemampuan baru miliknya. "Ini masih belum cukup,” keluh Xiou Yu.


Xiou Yu melepas baju miliknya karena tubuhnya terasa panas padahal malam hari. Dia pun berbaring di atas rumput yang ada di sana. Dia memandangi bintang dan langit. Dia selalu bertanya-tanya apa ada


kehidupan lain di atas sana.


"Apa manusia bisa naik ke atas?" batin Xiou Yu. Tidak lama kemudian muncul seseorang. Wajah orang itu


menghalangi pemandangan Xiou Yu. Dengan spontan dia pun langsung bangun. Ternyata orang itu adalah Qien Liwu. Wajah Qien Liwu sangat panik. Wajahnya pucat.


"Apa yang terjadi?” tanya Xiou Yu. Qien Liwu melihat ke kiri dan ke kanan beberapa kali. Dia memastikan tidak ada orang yang mengikuti dirinya. Setelah merasa semuanya sudah aman dia pun duduk dan menatap Xiou Yu dengan tatapan serius. "Pasukan Cao Yuen dan pasukan Cakar Bayang akan menyerang tempat ini beberapa saat lagi," jawab Qien Liwu.

__ADS_1


Xiou Yu langsung kaget. Dia membelalakkan mata. Dia agak tidak percaya dengan apa yang Qien Liwu katakan, tetapi tidak mungkin Qien Liwu berbohong tentang hal seperti itu. Itu membuat Xiou Yu juga ikut cemas.


"Apa kau yakin?" tanya Xiou Yu. Dia hanya ingin memastikan sambil berpikir apa yang akan dia lakukan. Yang paling dia cemaskan adalah Bai Lianhue. Tentu saja dia cemas dengan gurunya juga, tetapi gurunya kuat.


Berbeda dengan Bai Lianhue yang masih berada di tahap alam bumi kesembilan. "Iya, aku baru mendapatkan informasi itu beberapa menit yang lalu. Aku juga tidak percaya pada awalnya, tetapi tidak mungkin bawahanku membodohiku, bukan? Mereka sudah berada dipihakku sangat lama,” jawab Qien Liwu.


Xiou Yu terdiam. Informasi itu sangat mendadak hingga dia kesulitan memikirkan apa yang harus dia lakukan. Dia pun berdiri dan ingin meminta Qien Liwu untuk menjaga Bai Lianhue, tetapi beberapa saat kemudian seseorang datang.


Yang datang adalah Na Song. Wajah Na Song juga pucat. Dia sama paniknya dengan Qien Liwu. Xiou Yu merasakan sesuatu yang buruk lagi. Dia berharap kalau informasi yang Na Song sampaikan tidak seburuk apa yang Qien Liwu bawa.


"Apa yang terjadi?" tanya Xiou Yu. Na Song mengatur napasnya lebih dulu. Dia berlari sangat cepat agar informasi yang dia bawa tidak telat. Butuh waktu dua menit untuk Na Song bisa berbicara dengan agak lancar. Dia pun menarik napas dan menghembuskannya perlahan.


"Cao Yuen dan ... pasukannya sedang berjalan ke sini,” jawab Na Song. Xiou Yu agak tenang karena


Na Song kaget. Dia tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya. "Tempt ini akan diserang dan


menjadi medan pertarungan. Aku ingin kau membawa Bai Lianhue pergi sejauh mungkin. Aku tidak ingin dia terlibat dengan pertarungan,” tambah Xiou Yu.


"Bagaimana dengan Anda?" "Aku akan di sini," jawab Xiou Yu. Na Song tidak setuju dengan apa yang Xiou Yu katakan. Menurutnya Xiou Yu juga ikut pergi bersama mereka. Meski, mereka baru bersama


belum lama ini, tetapi bagi Na Song kalau Xiou Yu sudah seperti kakaknya sendiri.


"Jangan banyak berpikir atau semuanya akan terlambat," ucap Xiou Yu dengan suara yang dinaikkan. Itu membuat Na Song kaget. Dia pun tidak jadi protes dan langsung pergi dari sana. Dia langsung melakukan apa yang Xiou Yu perintahkan. Dia tidak terlalu yakin bisa membawa Bai Lianhue. Apalagi sekarang adalah malam hari.

__ADS_1


Sekarang di sana hanya ada Xiou Yu dan Qien Liwu saja. Mereka saling menatap satu sama lain. Mereka sama-sama panik karena pertarungan besar akan terjadi dan pasti akan ada korban dalam pertarungan itu.


"Semua yang kita rencanakan semuanya gagal total," keluh Xiou Yu. "Benar. Ini sangat menyebalkan."


Mereka pun mengeluarkan senjata mereka masing-masing. Mereka akan ikut bertarung. Bagaimana pun sekte Bulu Emas sudah menjadi rumah. Tidak ada orang yang ingin kehilangan rumah mereka.


"Kau akan bertarung juga?" tanya Xiou Yu. Tentu saja. Kau kira aku setidak berperasaan itu hingga membiarkan sekte ini jatuh di tangan musuh,” keluh Qien Liwu. Xiou Yu dan Qien Liwu saling memandang dan beberapa saat kemudian mereka mengangguk dan langsung berpencar. Mereka akan membuat keributan agar semua orang yang sedang terlelap bisa bangun.


Xiou Yu membakar beberapa bangun agar menarik perhatian orang yang masih bangun. Dia juga meledakkan beberapa peledak agar membuat keributan. Sementara Qien Liwu mengumpulkan pasukannya untuk berlari ke berbagai tempat untuk berteriak histeris untuk membuat keributan.


Apa yang mereka lakukan itu berhasil. Beberapa orang yang tidur langsung bangun dan keluar rumah mereka. Li Hong dan Li Huang juga bangun dan langsung keluar. Mereka kaget dengan apa yang terjadi.


Mereka melihat salah satu bangun terbakar dan satu lagi hancur. "Apa yang terjadi?" batin Li Hong.


Dia pun ingin pergi melihat apa yang terjadi, tetapi beberapa saat kemudian Li Huang datang ke


tempatnya dan menanyakan pertanyaan yang sama. Tentu saja Li Hong tidak bisa menjawab. Dia juga tidak tahu apa yang terjadi.


"Apa ada serangan?" tanya Li Huang. Li Hong terdiam. Dia tidak menyangka kalau akan ada serangan. Dia tidak merasakan apa pun. Dia


tidak merasa kalau ada orang yang datang ke kediamannya.


"Apa yang terjadi?" Li Hong kaget karena bukan hanya satu saja bangunan yang terbakar. Ada banyak dan terlihat juga orang berteriak ketakutan. Itu membuat dia kebingungan.

__ADS_1


__ADS_2