Pendekar Keabadian

Pendekar Keabadian
Jarum Beracun


__ADS_3

"Apa kau yakin dengan semua ini ?" tanya salah satu penyusup. "Tenang saja. Tidak ada siapa pun di sini kecuali kedua bocah itu. Aku penasaran dengan gadis bernama Bai Lianhue itu. Katanya dia sangat cantik dan kultivasinya masih berada di tahap alam bumi kesembilan. Kita bisa mengalahkannya," jawab Jin Linxi.


Dia adalah ketua dari kelompok itu. Mereka bukanlah pembunuh bayaran yang profesional. Bahkan ini adalah pertama kalinya bagi mereka. Mereka adalah bandit biasa yang bisa ditemukan di mana pun.


Mereka hanyalah bandit biasa yang bisa ditemukan di mana saja.


Untuk umur mereka yang sudah hampir 30 tahun dan masih berada di tahap alam bumi. Itu menandakan seberapa tidak berbakatnya mereka. Mereka tidak terlalu beda dengan manusia pada umumnya.


Mereka akan mati tua seperti manusia lainnya.


"Aku merasa kalau kita tidak perlu melakukan hal ini. Kita hanya perlu merampok seperti yang biasa kita lakukan. Ini adalah kediaman seorang patriarch. Apa Kakak tidak takut?” ucap salah satu yang lain. Ketiga yang lainnya merasa takut, tetapi Jin Linxi yang bersih keras untuk mengambil misi itu.


Jin Linxi merasa kesal dan langsung memukul kepala adiknya. Mereka sudah melakukan sumpah saudara dan akan berjanji kalau mereka akan saling melindungi satu sama lain dan kalau salah satu dari


mereka mati maka yang lainnya akan mati juga.


"Bukankah sudah aku katakan kalau di tempat ini hanya ada dua orang anak kecil.


Mereka bukan tandingan kita.” "Bagaimana mungkin kediaman seorang patriarch tidak ada penjagaan sama sekali. Bukannya itu mustahil?” tanya salah satu yang lainnya.


"Diam saja! Kalian hanya perlu ikuti aku!" ucap Jin Linxi dengan tegas. Ketiganya saling memandang satu sama lain. Mereka pun memutuskan untuk ikut saja dan mempercayakan semuanya kepada Kakak mereka yaitu Jin Linxi. Bagaimana pun Jin Linxi yang membuat mereka bisa hidup sampai sekarang.


Jin Linxi pun melompat turun dari tembok yang mengelilingi kediaman Li Hong. Baru turun


tiba-tiba sebuah tombak melesat ke arah dirinya. Jumlah tombak itu ada sepuluh buah tombak. Serangan itu memang mendadak, tetapi bagi Jin Linxi itu adalah hal yang mudah.

__ADS_1


Dia pun menangkis semua tombak itu dan melanjutkan perjalanannya. Ketika dia baru maju satu langka. Dia dikagetkan dengan suara orang yang berteriak dari arah belakang. Dia pun menoleh dan melihat kalau saudaranya terluka cukup parah.


"Apa yang terjadi?" tanya Jin Linxi.


Ada puluhan jarum kecil menancap di tubuh saudaranya. Dengan cepat Jin Linxi menghampiri saudaranya itu dan memberikan obat yang baru saja dia beli tadi siang. Dia sudah mempersiapkan obat kalau mereka terluka.


"Apa ada yang terkena lagi?” tanya Jin Linxi.


Dua orang lainnya menggeleng. Tidak ada yang terkena serangan itu karena mereka sudah berjalan lebih dulu. Sedangkan, yang terkena serangan ada dia yang paling belakang. Serangan jarum itu berasal dari arah belakang.


"Apa kau merasa baikkan?” tanya Jin Linxi. Wajahnya sangat cemas. “Aku sudah baik-baik saja,” jawab saudaranya yang terluka itu. Jumlah jarum itu ada lebih dari seratus buah. Kalau Cuma beberapa saja, dia tidak akan merasa kesakitan seperti tadi.


Jin Linxi pun ingin melanjutkan tugas mereka, tetapi satu saudaranya memegang tangannya. “Aku rasa ini tidak benar. Kita baru masuk saja sudah seperti ini.


Apa yang terjadi kalau kita sudah ada di dalam?” tanya saudaranya itu. "Tidak ada yang harus dikhawatirkan. Kita hanya perlu berhati-hati."


Kediaman Li Hong cukup luas, tetapi seperti apa yang Jin Linxi ketahui. Tidak ada penjaga sama sekali di sana. rumah di sana juga hanya ada beberapa dan sisanya adalah lapangan luas dan taman saja. itu terlalu luasbuntuk empat orang.


Jin Linxi tersenyum karena tidak ada yang terjadi sama sekali kepada mereka. Dia mengira kalau jebakan itu hanya ada di tempat masuk saja atau di pinggir tembok saja. Semua itu salah karena beberapa saat kemudian dia menginjak sesuatu.


Beberapa saat kemudian kembali tombak melesat ke arah dirinya. Kali ini tombak itu datang dari empat arah yaitu kiri, kanan, depan, dan belakang.


Jin Linxi pun menghindari serangan itu, tetapi tidak semuanya berhasil dia hindari. Ada beberapa tombak berhasil menggores tubuhnya dan membuat dia terluka. "Siapa yang melakukan ini?” keluh


Jin Linxi. Dia pun meminum obat yang sama seperti yang dia berikan kepada saudaranya tadi. Setelah meminum obat itu, dia merasa tubuhnya membalik dan luka di tumbuhnya mengering.

__ADS_1


Luka itu sembuh dengan cepat. "Ini luar biasa. Tidak sia-sia aku membeli obat ini dengan harga yang mahal," ucapnya sambil tersenyum senang.


Beberapa saat kemudian Lin Jinxi terdiam karena kaget. Dia menyadari sesuatu. Dia pun melihat ke arah belakang. Tidak ada siapa pun di sana.


Ketiga saudaranya hilang. Itu membuat Lin Jinxi panik. "Ke mana mereka?" Dia pun berlari mundur kembali ke tempat awal. Sepanjang jalan dia


merasa cemas. Terlihat sekali dari wajahnya kalau dia panik. Wajah Jin Linxi memucat. Dia sangat


menyayangi ketiga saudaranya. Mereka sudah bersama selama bertahun-tahun.


Ikatan keempatnya sudah kuat. "Aku mohon jangan terjadi apa-apa." Jin Linxi berdoa di dalam hatinya.


Tidak lama kemudian Jin Linxi melihat ada tumpukan sesuatu yang berbentuk seperti manusia. Itu membuatnya semakin cemas. Dia pun mendekati tumpukan itu. Semakin dekat semakin membuat dia ketakutan.


"Ini tidak mungkin...." Jin Linxi semakin dekat dan


betapa kagetnya dia ketika melihat kalau tumpukan itu adalah tumpukan tiga orang mayat. Dari baju dan


ciri-ciri fisik ketiga orang itu sangat mirip dengan ketiga saudaranya. Dia pun menggeser salah satu dari ketiga mayat itu. Air mata Lin Jinxi tanpa sadar menetes. Dia sangat sedih karena itu adalah saudaranya. Bukan hanya satu, tetapi ketiganya adalah saudaranya semua. Jin Linxi menjadi sangat marah.


"Keluarlah! Aku tahu kau ada di sini," teriak Jin Linxi.


Dia yakin kalau ketiganya mati karena dibunuh oleh orang, tetapi dia tidak tahu kalau ketiganya mati karena racun dari jarum yang ada di awal tadi. Kalau saja dia teliti, dia akan tahubkalau itu adalah racun.


"Keluarlah pengecut!” teriak Jin Linxi lagi.

__ADS_1


"Seharusnya kau bersyukur dan pulang, tetapi ternyata kau masih ingin bertarung." Tidak lama kemudian Xiou Yu muncul dari balik sebuah rumah yang tidak jauh dari sana. “Mereka telah berkorban demi dirimu, tetapi kau tetap saja bodoh dan mengikuti nafsu. Kau bodoh!” hina Xiou Yu.


"Aku akan membunuhmu!" teriak Jin Linxi. Dia pun langsung menyerang Xiou yu.


__ADS_2