
"Bisa kau lebih cepat?" keluh Ma Zeiji. Dia terkena pukulan dari Li Hong. Pukulan yang telak mengenai wajahnya hingga darah keluar dari hidungnya.
Ma Zeiji sibuk menghindari serangan belati Li Hong hingga membuat dia lengah. Itu membuatnya kesal, tetapi dia berusaha mengontrol diri agar tidak terbawa emosi.
"Bagaimana cara mengalahkan si Tua ini?" gumam Ma Zeiji. Dia sudah melakukan berbagai cara, tetapi selalu saja Li Hong yang lebih unggul. Padahal tingkat kultivasi mereka sama.
Mereka sama-sama berada di tahap surga abadi kedelapan. Seharusnya tidak ada perbedaan diantara mereka dan lagi sebelumnya dia bertarung bersama dengan saudaranya yaitu Ma Xien dan dia berada di tahap surga abadi ketujuh.
Kalau berdasarkan tingkat kultivasi seharusnya Li Hong tidak diunggulkan. Itu membuat Ma Zeiji kebingungan kenapa Li Hong bisa menjadi lebih kuat dari mereka berdua dan selalu memojokkan mereka.
"Kalian akan mati!" ucap Li Hong. Dia langsung menyerang Ma Zeiji lagi. Dia tidak akan menyia-nyiakan waktu yang dia miliki. Semakin lama waktu dia mengalahkan Ma Zeiji dan Ma Xien, itu akan membuat tubuhnya semakin buruk.
Racun Bulu Emas yang tercampur di belati miliknya semakin lama semakin masuk ke dalam tubuhnya. Semakin lama racun itu akan menumpuk dan membuat dia benar-benar keracunan dan mati.
Li Hong menggunakan teknik rahasia miliknya. Dengan teknik itu dia menjadi lebih kuat, tetapi sekali lagi. Itu ada bayarannya yaitu jantungnya akan hancur kalau terlalu lama. Teknik itu bernama Naga Membara. Itu
adalah teknik akupuntur. Dia hanya perlu menekan beberapa titik agar tubuhnya bisa bekerja lebih keras dari biasanya.
Aliran darah dan jantungnya berkerja sepuluh kali lebih cepat dari orang normal. Itu membuat gerakan, reflek, kekuatan dan
berbagai hal lainnya menjadi lebih kuat. "Ini gawat," keluh Ma Zeiji.
Serangan Li Hong tidak bisa dia hindari. Dia tertipu dengan tipuan kecil yang Li Hong buat. Ma Zeiji menjadi panik karena bisa dipastikan belati milik Li Hong akan mengenai dirinya. Tidak telak, tetapi hanya goresan. Yang menjadi masalah belati itu terdapat racun Bulu Emas.
Goresan kecil saja sudah bisa membunuh dirinya. Membayangkan dirinya mati saja membuatnya kesal. "Sial!" gumam Ma Zeiji.
Beberapa saat kemudian Ma Xien muncul dan menarik tubuh Ma Zeiji dan itu membuat dia
__ADS_1
selamat.
Serangan Li Hong sekali lagi gagal. Ma Xien dan Ma Zeiji mundur cukup jauh. Ma Zeiji
menenangkan dirinya lebih dulu karena jantungnya berdetak sangat cepat. Dia mengira dia akan tewas.
Sementara itu, Li Hong berdiri di tempatnya tadi. Dia mengatur napasnya agar dia bisa melanjutkan pertarungan lagi. Dia belum membunuh dua musuh utamanya. Dia tidak akan berhenti. Apalagi tidak ada yang perlu dia khawatirkan lagi.
Li Huang sudah selamat dan Xiou Yu sedang beristirahat. Yang perlu dia lakukan hanyalah fokus dengan pertarungan. Dia pun ingin berlari, tetapi tiba-tiba pandangannya muram buram.
Efek dari teknik akupuntur miliknya sudah mulai menyerang dirinya. Bukan hanya penglihatannya saja yang menjadi buram, tetapi dadanya terasa sangat sakit. Napasnya seorang tertahan.
Dia hampir saja terjatuh. Untung saja dia masih lumayan kuat. Tidak ada pilihan lain. Li Hong menekan bagian titik akupuntur-nya sekali lagi. Itu membuat dia kembali normal-hanya sementara.
Baru ingin melakukan gerakan, tiba-tiba Li Hong terbatuk-batuk darah. Dia pun mengelap darah itu di pakaiannya yang sudah berdarah agar tidak ada yang mengetahui kalau dia
"Ayo kita lanjutkan!” ajak Li Hong. Dia pun melakukan serangan lagi. Kedua saudara Ma itu sekali lagi terdesak. Mereka sekali lagi kaget karena Li Hong menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Pertarungan itu pun didominasi oleh Li Hong.
Beberapa menit bertarung dan akhirnya sesuatu yang Li Hong harapkan berhasil dia
lakukan. Dia berhasil menggores Ma Xien dengan belati miliknya. Itu membuat Ma Xien dan Ma Zeiji panik. Mereka bingungkan apa yang akan mereka lakukan.
Ma Xien pun terjatuh dan kulitnya menjadi semakin pucat. Dia melakukan meditasi untuk mencegah racun itu menyebar, tetapi itu sulit dilakukan. Energi qi di dalam tubuhnya perlahan menipis. Dia pun menjadi sangat kelelahan.
Li Hong tidak menyia-nyiakan kesempatan emasnya. Dia ingin menyerang Ma Zeiji dan mengakhiri keduanya. Tepat ketika Li Hong baru maju beberapa langka. Tiba-tiba dia terpukul mundur oleh seseorang. Li Hong dipukul oleh sebuah boneka.
"Kita mundur," ucap orang Ma Zeiji tidak setuju. Dia dan Ma Xien sudah bekerja keras
__ADS_1
untuk membuat Li Hong seperti sekarang, tetapi mereka harus pulang, tetapi setelah mendapat tatapan tajam dari Din Zoma. Dia
pun terpaksa mundur.
"Kita akan berjumpa lagi kalau kau masih bisa bertahan hidup," ucap Din Zoma. Dia pun pergi dari sana. Li Hong tidak ada niat mengejar mereka karena itu akan membuat dirinya dalam masalah. Kalau dia nekad, maka dia akan dalam tewas dalam pertarungan itu. Lawan dia adalah Din Zoma yang lebih kuat dari dirinya.
"Aku gagal," keluh Li Hong. Dia pun terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Din Lize mendominasi pertarungan. Dia sudah dipastikan menang, tetapi dia ingin menyiksa Cao Yuen lebih dulu. Dia sudah memotong kedua tangan Cao Yuen dan
membutakan kedua mata Cao Yuen dengan senjata miliknya. "Apa kau belum puas? Bunuh saja aku!" pinta Cao Yuen. Dia sudah tidak ada niat untuk hidup lagi. Tanpa kedua
tangan dan kedua mata.
Dia sama sekali tidak yakin dia bisa hidup dengan layak lagi. Semua ambisinya sudah sirna. Dia merasa menyesal dengan apa yang dia lakukan, tetapi semua sudahterlambat.
“Kalau saja kau menjadi Cao Yuen yang baik. Kau tidak akan mengalami hal ini," ucap Din Lize. Dia pun mengangkat senjatanya dan mengakhiri nyawa Cao Yuen.
Din Lize memberi hormat kepada mayat Cao Yuen. Bagaimana pun Cao Yuen dulu memiliki jasa kepada sekte. Hanya saja dia tersesat dan melakukan hal gila seperti sekarang. Setelah memberi hormat Din Lize ingin
membantu Li Hong, tetapi dia kaget dengan sosok yang mucul.
"Din Zoma," ucap Din Lize dengan mata yang membara. Dia sangat marah ketika melihat Din Zoma. Dia ingin menyerang Din Zoma saat itu juga, tetapi dia sadar diri dan mengurungkan niatnya. Din Zoma dan rekannya pun pergi. Li Hong berdiri sendirian.
Din Lize berjalan ke arah Li Hong, tetapi Din Lize dikagetkan dengan Li Hong yang terjatuh.
Dia langsung berlari menghampiri Li Hong. Bukan dia sendirian, tetapi Xiou Yu juga langsung berlari. "Guru!" teriak Xiou Yu.
__ADS_1