
Bai Lianhue bertarung seimbang melawan La Song pada awalnya. Bahkan dia bisa mendominasi sebenarnya, tetapi semakin lama La Song menjadi lebih mendominasi. Hanya satu hal kecil yang membuat hal itu terjadi yaitu karena tubuh Bai Lianhue sudah terluka lebih dulu dan dia juga sudah menghabiskan tenaga cukup banyak ketika
berusaha melepaskan diri dari ikatan sebelumnya.
La Song sudah mendapatkan celah dan baru ingin menyerang Bai Lianhue, tetapi serangannya gagal karena Cao Ma berteriak
menyuruhnya untuk tidak melukai Bai Lianhue.
Terpaksa La Song pun mundur setelah
memukul Bai Lianhue. "Bodoh," keluh La Song. Bai Lianhue pun melakukan serangan karena dia melihat celah. Serangannya ternyata masih bisa ditahan oleh La Song. Bahkan La Song bisa melakukan serangan
balik. Serangan itu juga bisa Bai Lianhue tangkis.
La Song kemudian mengeluarkan sebuah gulungan. Dia melakukan gerakan dan dari gulungan itu muncul puluhan pisau kecil yang langsung melesat dengan cepat ke arah Bai Lianhue. Dengan sekuat tenaga Bai Lianhue harus menangkis semua serangan
itu.
Sementara La Song sudah berlari ke arah dirinya untuk melakukan serangan susulan.
Satu pisau kecil berhasil mengenai bahu kiri Bai Lianhue. Itu hanya goresan kecil, tetapi
karena goresan kecil itu Bai Lianhue tidak fokus dan berakhir beberapa pisau kecil lainnya mengenai dirinya.
Ada tiga pisau kecil yang menancap di tubuhnya. Salah satunya menancap di bagian
paha kiri Bai Lianhue. Itu menyakitkan. Tidak sampai di sana saja, dia harus menahan serangan La Song.
Serangan La Song yang pertama berhasil Bai Lianhue hindari, tetapi serangan berikutnya tidak. Dia terluka terkena senjata La Song. Luka yang cukup dalam. Bai Lianhue terpaksa mundur, tetapi La Song tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Dia langsung mengejar Bai Lianhue dan berencana menyerang Bai Lianhue lagi.
Dia ingin membuat Bai Lianhue lumpuh agar dia tidak bisa melawan lagi. Bukan lumpuh permanen, tetapi lumpuh sementara. "Jangan lakukan itu!” teriak Cao Ma. Kali ini La Song tidak peduli. Dia tetap melakukan apa yang
ingin dia lakukan.
Bai Lianhue masih bisa bertahan dan menahan beberapa serangan, tetapi setelah
itu dia pun terluka karena serangan La Song. Serangan itu membuat Bai Lianhue kesulitan
untuk bergerak.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan? Sudah aku lakukan kalau kau tidak boleh melukainya,” keluh Cao Ma. Dia memegang bahu kanan La Song. Itu membuat La Song kesal. Dia pun berbalik dan
menodongkan senjatanya ke leher Cao Ma.
"Aku hanya membentumu bukan menjadi pesuruh," keluh La Song. Cao Ma menelan ludah. Wajahnya menjadi pucat. Dia
sadar diri kalau dia tidak akan menang melawan La Song. Dia pun mengangkat tangan dan berjalan mundur.
La Song pun berbalik lagi dan ingin melanjutkan pertarungannya. "Tetapi aku mohon jangan bunuh dia," ucap Cao Ma.
"Aku akan mempertimbangkannya,” jawab
La Song.
Bai Lianhue sudah kelelahan. Dia sudah kesulitan bergerak karena luka di tubuhnya sudah terlalu banyak. Matanya juga sudah mulai buram. Dia kesulitan bertarung lagi.
"Xiou Yu," gumam Bai Lianhue.
La Song ingin menyerang Bai Lianhue lagi, tetapi tiba-tiba ada seseorang yang menghentikan gerakannya. Orang itu memiliki tinggi yang sama dengan La Song dan dia memiliki wajah yang menawan dan rambut panjang yang terurai anggun.
"Kita diminta untuk mundur. Serangan ini sudah gagal," ucap orang itu. Dia hanya satu tahun lebih tua daripada La Song. La Song langsung menyimpan kembali senjatanya. Dia pun tidak ada niat bertarung lagi. Mereka berdua pun berjalan menjauh dari tempat itu.
Sekarang aliansi itu sudah tidak ada lagi. "Lakukan saja!" La Song pun berjalan ke arah Cao Ma. Melihat tatapan La Song sangat tajam dan dingin. Itu membuat Cao Ma takut. Dia pun mundur perlahan, tetapi La Song
langsung mempercepat gerakannya. Cao Ma sama sekali tidak bisa mengikuti gerakan La
Song.
"Di mana dia?" Cao Ma melihat sekeliling,
tetapi tidak melihat La Song sama sekali, tetapi beberapa detik kemudian La Song muncul di depaknya dan langsung menusuk
perut Cao Ma hingga tembus ke belakang.
"Kau menyebalkan. Sudah aku bilang kalau kita hanya rekan, tetapi kau memperlakukanku seperti seorang bawahan.
Kau tahu, itu menyebalkan," ucap La Song. Dia pun menarik senjatanya dan langsung mengakhiri hidup Cao Ma. Tubuh Cao Ma langsung terjatuh dengan kepala yang menjauh dari tubuhnya. Setelah merasa puas, La Song pun pergi dari sana.
Dia tersenyum sangat puas. Bai Lianhue terbelalak kaget. Dia melihat sesuatu yang
__ADS_1
mengerikan. "Benar-benar kejam," ucap Bai Lianhue.
La Song dan satu temannya pun menghilang. Mereka sudah pergi dari sana. Bai Lainhue bisa menghela napas lega. Dia pun
menjatuhkan tubuhnya dan berbaring sambil melihat ke atas. Dia hampir saja tewas.
"Langit masih memberi ku kesempatan," gumam Bai Lianhue.
Setelah ini dia akan berlatih lebih giat lagi. Terutama untuk mengontrol emosi dan fokusnya. Dia masih saja kehilangan fokus. Bai Lianhue cemas dengan keadaan Xiou Yu, tetapi dia bergerak saja kesulitan.
"Aku harap Kau memberikan keberuntungan juga kepada Xiou Yu," ucap Bai Lianhue berdoa. Keadaan sekte Bulu Emas
sangat kacau. Banyak yang tewas dalam pertempuran itu dan lebih banyak yang terluka.
Beberapa tetua tewas dalam pertempuran itu dan dua yang terluka parah bahkan ada yang dalam keadaan kritis yaitu Lu Lin. Dia sekarang kritis karena pertarungannya melawan Ma Xien. Dia tidak sendiri, dia bertarung bersama dengan Ze Xieji, tetapi
keadaan Ze Xieji tidak lebih baik.
Dia juga dalam keadaan yang sangat parah.
Satu hal yang paling menghebohkan sekte Bulu Emas yaitu patriarch mereka yang juga dalam keadaan sekarat. Tidak ada yang tahu keadaan Li Hong kecuali para tetua dan orang yang dekat dengan Li Hong seperti para muridnya.
"Apa yang terjadi kepada, Guru?" tanya Li Huang. Wajahnya sangat cemas. Dia sangat takut karena sudah dua hari gurunya
belum juga membaik. Di sebelah Li Huang ada Bai Lianhue yang juga sangat cemas.
Wajah tabib yang memeriksa Li Hong terlihat buruk.
Itu membuat Li Hung dan Bai Lianhue menjadi semakin cemas. Wajah mereka pucat karena khawatir dan mereka juga tidak
makan selama dua hari. Nafsu
makan mereka hilang.
"Racun yang ada di dalam tubuhnya sudah menyebar. Tidak ada yang bisa kita lakukan lagi. Ini bukan racun biasa, ini adalah racun Bulu Emas yang penawarnya belum ditemukan hingga sekarang dan lagi jantungnya sudah hampir meledak.
Dia terlalu memacu dirinya. Tidak ada yang bisa dilakukan kecuali berdoa yang terbaik," jawab Tabib itu. "Apa benar-benar tidak ada
obatnya?" tanya Li Huang.
__ADS_1
Tabib itu hanya menggeleng pelan.