Penghianatan Suami Dan Sahabatku

Penghianatan Suami Dan Sahabatku
Bab 28


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah orangtuanya Aditia melajukan mobilnya ke rumah orangtua Adira. Kerena sudah beberapa hari ini ia tak pernah melihat wajah Adira, Ia jadi sangat merindukan istrinya itu. Dengan harapan dapat bertemu dengan Adira untuk mengobati rasa rindu yang sudah tak terbendung lagi dan juga agar ia dapat memohon maaf pada atas kesalahan dan perbuatan yang ia lakukan. mungkin dengan begitu Adira bisa memaafkan dirinya.


Namun sayang ia tak bertemu dengan pujaan hatinya malah bertemu dengan papa mertuanya yang tak lain adalah papa Adira. Ia bersikap seperti biasa seakan-akan orangtua Adira tak mengetahui perbuatannya terhadap anak mereka.


"Pa, apa Adira ada dirumah" Tanyanya dengan wajah yang biasa, setiap bertemu dengan sang papa mertua, begitu berbanding terbalik dengan wajah pak Bobi yang penuh amarah.


"Untuk apa kau datang kemari untuk mencari anak saya, apa belum puas kau melukai perasaannya"Ucap pak Bobi dengan suara yang sangat marah

__ADS_1


Aditia begitu terkejut, dia tak menyangka atas ucapan mertuanya wajahnya berubah puas dan menjadi gugup.


"Maafkan aku pak aku, aku khilaf, tolong pertemukan aku dengan Adira pa, aku ingin meminta maaf atas kesalahan yang aku lakukan, aku menyesal tolong berikan aku kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku pa."Aditia memohon pada pak Bobi dengan wajah yang penuh penyesalan.


"Pergi kau Aditia, Adira tak ingin menemui mu, sekalipun dia ingin menemui mu aku akan melarangnya, tak akan pernah aku ijinkan dia bertemu dengan mu, Aku tak Sudi punya menantu yang tak setia dan penghianat. kata penyesalan mu sudah terlambat ,tak ada kesempatan kedua untuk orang yang berkhianat sepertimu, ingat Aditia kau sudah tak ada tempat dirumah ini. Aku tak akan pernah memaafkan kesalahan yang kau perbuat pada putriku, Aku tak akan pernah mengijinkan putriku kembali pada mu walaupun kau bersujud dan mencium kakiku sekalipun dan satu lagi berhenti panggil aku papa, karena sebentar lagi kau bukan lagi menantuku , aku menyesal dulu pernah menerimamu untuk menikah dengan putriku, ingat itu" Setelah itu pak Bobi langsung menutup pintu rumahnya


Ia meninggalkan rumah orangtua Adira dan pulang menuju rumahnya. entah Masi bisa disebut sebagai rumah tempatnya pulang atau tidak karena wanita yang menjadi tujuannya setiap pulang ke rumah suda tak ada. Menyesal itulah yang ia rasakan saat ini.

__ADS_1


Sesampainya di rumah ia mendapatkan surat gugatan dari pengadilan untuknya. Ia marah dan melangkahkan kakinya menuju ke kamar kemudian ia membanting barang dan mengacak isi kamar untuk melampiaskan kekesalannya seperti yang dilakukannya saat pertama kali Adira mempermalukannya dan Nadia di depan umum.


Aditia menghela nafas dalam-dalam dan mengeluarkan secara kasar, dan berucap


"Adira aku sangat mencintaimu, Aku mohon jangan pergi tinggalkan aku, apa yang harus ku lakukan agar kau mau memaafkan aku, Aku menyesal sungguh sangat-sangat menyesal" Suara terdengar seperti orang yang putus asah, sangat menyedihkan dan penuh penyesalan


"Tidak, aku tidak boleh menyerah, aku harus membuatnya kembali menjadi milikku, aku tak boleh kehilangannya, Adira adalah milikku jadi sampai kapanpun akan tetep menjadi milikku dan tak akan pernah aku lepaskan dirinya"Ucapnya sambil memandang foto pernikahan mereka yang menempel di dinding kamar.

__ADS_1


__ADS_2