
Hari ini merupakan hari yang ditunggu oleh Adira karena hari ini adalah hari sidang putusan perceraian di gelar. Berbulan-bulan sudah Adira melewati proses perceraian yang melelahkan itu.
Setelah sidang diputuskan dan mereka sudah resmi bercerai. Aditia melihat Adira dengan raut wajah sedih dan penuh penyesalan karena telah kehilangan Adira dan harus merelakan Adira pergi dari hidupnya.
Adira yang lewat di hadapan Aditia begitu saja tanpa mau menyapa. Namun Aditia memanggilnya "Adira, Maaf aku sungguh menyesal " Ucapan Aditia
Adira berhenti dan berbalik menatap wajah Aditia "Sudah tidak ada lagi yang harus kita bicarakan semuanya sudah selesai" Setelah mengucapkan seperti itu pada Aditia, Adira langsung balik berjalan tanpa mau berlama-lama berbicara dengan Aditia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sedangkan Radit semenjak hari itu di tak pernah menghubungi Adira lagi. Dia takut tak dapat memendam rindunya jika dia mendengarkan suara Adira. Sungguh dia merasa sangat tersiksa untuk penantian kali ini rasanya tak sebanding dengan kehilangan Adira empat tahun lalu, Kali benar-benar sangat menyiksa dirinya.
Radit memanggil Johan sang asisten untuk pergi keruangannya. Setelah terdengar ketukan pintu dari luar, Johan segera memasuki ruangannya tuan mudahnya itu.
__ADS_1
Setelah Johan sampai di hadapannya tanpa mau menunggu terlalu lama Radit langsung bertanya" Bagaimana dengan perceraian Adira"
Johan yang mendengarkan ucapan Radit menjawab "Nona Adira sudah resmi bercerai dengan suaminya Aditia, tuan."
Radit menarik bibirnya tersenyum dengan begitu lebar dan bahagianya. Akhirnya penantiannya kali ini membuahkan hasil yang memuaskan yang didengar olehnya. Bahkan Radit tidak memperdulikan tatapan Johan yang melihatnya dengan penuh kebingungan.
Johan yang melihat tuannya tersenyum dengan sangat lebar untuk pertama kalinya merasa heran. Apalagi tuanya begitu bahagia tentang kabar perceraian orang lain. Apa Johan harus ikut bahagia karena es yang ada pada tuannya sudah berangsur mencair atau harus merasa khawatir dengan tingkah tuannya ini. Saking Bahagianya Radit, Bahkan Johan berpamitan pada Radit pun tidak dihiraukan sama sekali sungguh aneh tingkah tuannya ini pikir Johan.
"Akhirnya aku tak harus memendam rindu dan menahan diri lagi. Aku sudah bisa untuk menemuinya. Semoga takdir berpihak padaku untuk bisa mendapatkan Adira kembali" Ucap Radit dengan begitu bahagia bahkan senyum tak pudar sedari tadi dari bibirnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Berbeda dengan Radit yang begitu bahagia dengan perceraiannya dengan Adira. Aditia merasa sangat kecewa menyesali perbuatannya karena telah mengkhianati Adira. Setelah Sampai ia sampai ke kediamannya dia langsung menuju ke kamar. Berjalan melewati kedua orangtuanya begitu saja karena ia tidak ingin mendengarkan kemarahan dari sang papa. Ia Masih sangat kecewa dengan keputusan Adira yang bersikeras ingin perpisahan bahkan sampai dia memohon padanya dan telah menyesal semua perbuatannya tapi Adira seakan tak peduli dengan semua itu.
__ADS_1
Sesampainya di dalam kamar Aditia berteriak sekuat mungkin"Argh.... Adira kenapa kau menginginkan perpisahan di antara kita. Apakah kau tidak bisa memaafkan aku dan memberikan kesempatan padaku untuk membuktikan bahwa aku sudah berubah, Aku begitu mencintai mu tapi kenapa kau tega padaku, Aku menyesal sungguh aku sangat menyesali semua perbuatan ku tolong jangan tinggalkan aku, aku tak mau kehilangan dirimu. Argh..." Radit menghancurkan kamarnya yang semula rapih kini berubah seperti kapal pecah. bahkan seprei pun tak luput dari kemarahannya dia mengacak" semua yang ada di dalam kamar itu.
Setelah merasa lelah Aditia terduduk dilantai dan mengacak rambutnya merasa frustasi. Ia begitu menyesal karena Ia harus kehilangan wanita yang dicintainya dan merelakan Adira pergi dari sisinya karena kebodohannya sendiri.
"Sudahlah Radit menyesal pun tidak ada gunanya. Walaupun kau menyesal Adira tidak akan kembali padamu, masih banyak wanita yang lain yang lebih cantik diluar sana" Ucap sang mama yang ternyata sedari tadi melihat tingkah putra semata wayangnya.
Radit memandang wajah sang mama dan berucap "Mama tidak mengerti perasaanku. Padahal mama mengetahui aku sangat mencintai Adira. Aku tidak ingin kehilangannya ma"
"Sudah terlambat untuk kau menyesali perbuatanmu, kau sudah berpisah dengannya Radit jadi berhentilah bersikap kekanakan. Seharusnya kau sudah tahu Akibatnya, sejak awal kau putuskan untuk berkhianat dan mendua. ini lah akibatnya hanya ada perpisahan, kau pikir Adira akan melupakan semudah itu. kau salah apa lagi kau berselingkuh dengan sahabatnya sendiri jadi jangan berharap terlalu banyak. Semua sudah berakhir antara kau dan Adira, jadikan ini sebagai pelajaran untuk mu. Agar kedepannya kau tidak melakukan hal yang sama. Karena kau sedang tau konsekuensi apa yang akan kau terima jika kau berkhianat pada pasangan mu" Ucap papa Bayu yang berdiri di belakang mama Naila.
"Benar kata papamu nak" Jawab sang mama
Radit yang mendengar ucapan kedua orangtuanya hanya bisa menundukkan kepala dan terduduk dalam diam. Ia Tak berani melawan ucapan papanya Karena ia takut atas ancaman sang papa pada tempo hari.
__ADS_1