Penghianatan Suami Dan Sahabatku

Penghianatan Suami Dan Sahabatku
Bab 46


__ADS_3

Pagi hari, Adira dan sang mama sudah duduk di kursi ruang makan dan menyantap dan menikmati sarapan mereka masing-masing. Sambil diselingi dengan obrolan seperti biasanya.


"Ma, papa kapan balik dari luar kota?" Tanya Adira dengan menatap wajah sang mama, Sambil menyuapkan sepotong Roti kedalam mulutnya.


Mama Anita balik menatap wajah putrinya dan tersenyum" Katanya Minggu depan, Memangnya kenapa? Perasaan papamu baru pergi kemarin siang." Jawab sang mama dan balik bertanya pada sang putri


"Tidak aku kan hanya bertanya saja, memangnya tidak boleh aku menanyakan papaku" Jawab Adira dan membalas senyum pada sang mama


"Kamu seperti anak kecil saja, yang menanyakan kapan papanya pulang agar minta dibawakan coklat" Ucapan mama Anita membuat Adira memanyunkan bibirnya sehingga membuat mama Anita terkekeh dengan tingkah putrinya.


"Sudah jangan manyun terus, Sayang. Apa mama boleh bertanya padamu?" Ucap mama Anita Menatap serius wajah putrinya.


Adira melihat wajah serius mamanya, Menyakini pasti sang mama akan bertanya tentang kedatangan Radit semalam"Tanya tentang apa ma?" Tanya Adira pura-pura tidak tahu.

__ADS_1


"Apa kau dan Radit menjalani hubungan yang spesial?" Tanya sang mama


"Tidak ma, Aku dan dia tak menjalin hubungan spesial. aku hanya menganggapnya teman biasa, Memang dia terus mendekatiku tapi aku belum mau. Aku masi ingin menikmati kesendirian ku dulu untuk saat ini. aku belum ada pikiran untuk menjalani hubungan lagi, biar bagaimanapun aku masi trauma dengan pernikahan ku yang kemarin." Jawab Adira meyakinkan sang mama


"Jangan berbicara seperti itu, kita tidak tahu kedepannya mungkin dia adalah jodohmu. Jalani saja dulu untuk kedepannya terserah takdir yang akan menentukan. Karena hari esok siapa yang tau. Ingat nak, Rejeki, jodoh dan maut hanya tuhan yang tau kita sebagai manusia hanya dapat menjalani takdir yang sudah ditetapkan. Semua lelaki belum tentu sama jadi jangan kau merasa untuk takut menjalani hubungan baru. hilangkan rasa trauma mu dan kembali mencari kebahagiaan mu karena biar bagaimanapun mama dan papa tidak mungkin bisa menemanimu untuk selamanya. Apalagi sekarang mama dan papa sudah tua tidak tau sampai kapan bisa bersama dan menemanimu. mama dan papa harap kau bisa mendapatkan pria yang bisa menjaga mu untuk kedepannya" Jawab sang mama yang tak ingin putrinya berlarut dalam rasa trauma karena sebagai orangtua ia hanya ingin kebahagiaan bagi anaknya


"Iya ma"


"Yasudah, Adira pergi dulu ma. Mama baik-baik dirumah kalau ada apa-apa segera hubungi Adira ya ma." Adira beranjak dari kursinya, meraih tas kemudian mencium pipi sang mama.


"Iya sayang, Kamu juga hati-hati. Jangan Pergi sendiri suruh supir mengantarmu" Seru sang mama pada putrinya


"Iya ma, Jangan khawatir Adira diantar sopir kok" jawabnya dan berjalan pergi meninggalkan sang mama.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedangkan di tempat yang berbeda, Aditia menjadi banyak berubah semenjak perpisahannya dengan Adira. Ia sudah tidak seperti dulu, ia banyak berubah sudah tidak ada lagi Aditia yang lembut dan ramah. Aditia menjadi pribadi yang dingin Bahkan ketika dia berbicara dengan mamanya sekalipun.


Aditia yang sedang mendatangi rumah yang pernah dia dan Adira tempati ketika masih bersama. Ia duduk di taman belakang rumah tersebut, dimana tempat yang menjadi favorit bagi Adira semasa bersamanya, untuk menghabiskan waktu ketika sore hari sesudah ia pulang dari kantor untuk sekedar minum teh atau hanya sekedar bersantai.


Aditia hanya tersenyum kecut memandangi taman tersebut yang penuh dengan kenangan indah mereka ketika Masih bersama, Hatinya terasa kosong dan hampa tanpa sosok Adira disampingnya. Ia hanya dapat mengenang senyuman bahagia dari Adira yang tidak pernah lepas dari wajah cantiknya ketika mereka duduk bersama sambil bercanda di taman tersebut.


Tapi sekarang itu semua hanya menjadi kenangan. karena dengan bodohnya dia sendiri yang menghancurkan kebahagiaan itu. sehingga Mengakibatkan wanita yang dicintainya pergi dari sisinya entah dia bisa menggapainya untuk kembali bersama dengannya atau tidak.


"Adira kenapa kau sangat tega padaku, padahal aku sudah berusaha agar kau bisa memaafkan ku tapi kau tak bisa. kau malah memilih pergi dari hidupku, Kenapa kau sangat egois tak bisa memberikan kesempatan kedua padaku. Kenapa, Kenapa Adira kau tak bisa maafkan aku. Kenapa kau tega pergi meninggalkan aku Adira" Teriak Aditia yang merasa frustasi


"Aku tidak akan pernah menyerah aku akan tetap berusaha untuk mendapatkan mu kembali. Aku menyesal, Sungguh benar-benar menyesal karena telah berkhianat dan menduakan mu, Adira aku hanya mencintai mu kaulah satu-satunya wanita yang ku inginkan untuk hidup bersama dan menemani ku di setiap hembusan nafas ku" Ucap Aditia lagi.

__ADS_1


__ADS_2