Penghianatan Suami Dan Sahabatku

Penghianatan Suami Dan Sahabatku
Bab 41


__ADS_3

Seminggu telah berlalu semenjak sidang putusan perceraian. Adira mulai menjalani aktivitasnya seperti sebelum ia menikah dengan Aditia.


Adira berencana akan kembali bekerja di perusahaan yang dimiliki oleh sang papa. Karena walau bagaimanapun perusahaan itu kedepannya akan diwariskan padanya. Jadi ia memutuskan untuk kembali bekerja di perusahaan itu untuk membantu sang papa mengelola perusahaan. Sebelum perusahaan itu akan seutuhnya di serahkan padanya.


Malam harinya ketika Adira bersiap untuk tidur ia mengecek ponselnya terlebih dahulu, Rupanya ada beberapa pesan masuk dari Radit untuk dirinya.


( Aku sangat Bahagia atas perceraian mu dengan si Brengsek itu )


(Sudah seminggu berlalu semenjak kau resmi bercerai Dengannya. Apa esok kita bisa bertemu?)


( Kau tau, aku sangat merindukan mu )


Adira tersenyum, Sejujurnya ada rasa bahagia yang dirasakan oleh Adira setiap kali mendapatkan pesan dari Radit untuknya. diluar dari seberapa marah dirinya pada lelaki tersebut.


Adira yang sudah membaca pesan dari Radit yang dikirimkan untuk dirinya nya segara mengetik pesan balasan untuk Radit

__ADS_1


(Sepertinya Tidak biasa, Sebab esok aku akan kembali bekerja)


Setelah Adira mengirimkan pesan Balasan untuk Radit, Adira menaruh ponsel miliknya di atas nakas. lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidur dan malai memejamkan matanya perlahan sampai ia tertidur pulas.


Radit yang membaca pesan balasan dari Adira Mendesah pelan. Karena Adira menolak ajakan untuk bertemu dengannya.


"Sebaiknya esok, Aku langsung saja menemuinya secara langsung di perusahaan tempatnya bekerja. Kerena pastinya dia akan bekerja di perusahaan milik bokapnya. Tapi kenapa si Johan tidak memberitahu ku sebelumnya, kalau Adira akan kembali bekerja. Apa mungkin karena aku tidak bertanya kepadanya. Tapi itu bukan menjadi alasan untuk ia tidak memberitahu ku." Ucap Radit dengan menyimpan kekesalan kepada Johan. Kemudian ia menaruh ponselnya di atas Nakas yang berada tepat di samping tempat tidurnya lalu ia membaringkan tubuhnya. Perlahan ia terlelap dan terbuai ke alam mimpi.


...----------------...


Setelah selesai dengan ritual untuk mempercantik dirinya dan penampilannya. Adira mulai berjalan keluar dari kamar dan menuruni anak tangga menuju keruang meja maka


Adira telah sampai keruang makan lalu mendudukkan dirinya bersama kedua orangtuanya. Mereka bertiga mulai menyantap dan menikmati sarapan mereka masing-masing, sambil mengobrol dan di selingi candaan.


Adira melihat Candaan keluarganya, ia pun berpikir, Sungguh potret keluarga yang sangat Harmonis. Keluarga seperti inilah yang sebenarnya di harapkan oleh Adira sebelum Aditia ketahuan bermain api dibelakangnya bersama sang sahabat. Sudahlah Jangan memikirkan yang sudah berlalu pikir Adira lagi.

__ADS_1


"Sayang apa kau sudah siap untuk kembali bekerja seperti dulu?" Tanya sang papa pada Adira karena melihat sang anak seperti sedang melakukan sesuatu


"Tentu pa, aku sudah sangat siap malah. Tak sabar untuk kembali bekerja seperti dulu lagi" Ucapan Adira membuat papa dan mamanya tersenyum padanya


"Anak papa memang berbeda dengan perempuan lain" Ucap sang papa untuk mengalihkan pikiran Adira dan Adira hanya tersenyum menanggapi ucapan sang papa.


"kalau kau sudah siap sebaiknya kita segera berangkat" Ajak sang papa pada akhirnya.


Adira menganggukkan kepalanya. Lalu bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati ke arah sang mama "Ma Adira berangkat ya" Pamitan Adira sambil mencium pipi sang mama


"Iya sayang, Hati-hati ya" Jawab sang mama sambil tersenyum


"Papa juga pamit ya mama Sayang" Ucap sang papa sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda pada istrinya. dan mencium kening sang istri


"Iya pa, Ingat Jangan genit-genit di luar sana" Ucapan sang mama pada sang suami sehingga membuat Adira terkekeh atas tingkah kedua orangtuanya yang sangat disayanginya itu.

__ADS_1


Setelah Acara pamitan dan saling menggoda yang mereka lakukan. Adira dan sang papa, Mereka berdua berjalan meninggalkan ruang makan yang terdapat mama Anita untuk segara berangkat bekerja.


__ADS_2