Penghianatan Suami Dan Sahabatku

Penghianatan Suami Dan Sahabatku
Bab 37


__ADS_3

Pagi harinya Adira bangun dan segera membersihkan dirinya. Setelah selesai dengan Ritual mandi paginya ia keluar dari dalam kamar mandi dan segera memakai pakaian. Setelah selesai ia menuju ke meja rias, namun bunyi ponselnya menghentikan langkahnya ia segera meraih benda pipi miliknya dan melihat siapa yang menelepon pagi-pagi seperti ini. Awalnya ia pikir Radit yang menelpon karena hanya Lelaki itu yang selalu mengganggunya. Namun keningnya mengerut melihat nama yang tertera adalah Tante Natali, atau mamanya Nadia.


"Halo selamat pagi tante" Jawabnya setelah mengangkat panggilan telepon


"Pagi juga Adira. apa kau bisa datang menemui Tante nanti siang di restoran AB" Tanya Tante Natalia


"Ada perlu apa tan?" Tanya Adira


"Ada hal yang perlu Tante tanyakan dan bicarakan dengan mu" Jawab Tante Natalia


"Bisa Tan. Nanti siang Adira ke sana untuk menemui tante" Janji Adira


"Makasih ya sayang, Nanti siang Tante tunggu ya"


"Sama-sama" Setelah itu sambungnya terputus


Adira jadi penasaran apa yang akan ditanyakan Tante Natalia padanya. Kemudian dia melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda karena menjawab telpon dari Tante Natalia.


Siang harinya Adita sudah dalam perjalanan menuju Restoran untuk bertemu Tante Natalia. Kurang dari satu jam perjalanan Adira Talah sampai ke restoran tersebut.


Ia turun dan melangkahkan kaki masuk ke restoran itu. Dari arah pintu dia Sudah melihat Tante Natalia yang melambaikan tangan ke arahnya. Adira segera melangkah menuju tempat yang diduduki wanita paruh baya yang masih terlihat cantik di umurnya yang tak lagi muda itu. Sesampainya di samping Tante Natalia dia menarik kursi dan menduduki tubuhnya.


"Apa kabarnya tante? Maaf Adira membuat Tante menunggu" Ucapnya berbasa-basi

__ADS_1


"Baik sayang, Tidak apa-apa Tante juga belum lama sampainya" Jawab Tante Natalia dengan tersenyum.


Tante Natalia memandang wajah Adira ia berpikir, bagaimana mungkin perempuan sebaik dan selembut Adira mau merusak dan menggagalkan acara pernikahan putrinya Nadia. Yang tidak lain adalah sahabat baiknya sendiri sungguh itu tidak masuk akal baginya.


Bertepatan dengan itu, datang seorang waiters yang mengantarkan minuman yang memang sudah dipesan Tante Natalia sedari awal ia Samapi.


Adira duduk menunggu apa yang akan di dibicarakan oleh Tante Natalia padanya. Namun perempuan paruh baya itu tidak kunjung untuk berbicara. Ia seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Tante ada apa? Apa ada yang Tante pikirkan?" Adira memberanikan dirinya untuk bertanya karena Tante Natalia hanya diam.


Tante Natalia menghela nafasnya dan mulai berbicara" Sebenarnya Tante ingin menemuimu sejak beberapa hari ini. Tapi Tante banyak kerjaan yang harus diselesaikan terlebih dahulu, jadinya baru hari ini Tante mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan mu. Kerena Tante terus kepikiran dengan ucapan Nadia pada Tante. Tapi Sebelum Tante bertanya Tante ingin meminta maaf terlebih dahulu, mungkin pertanyaan yang Tante tanyakan ini akan menyinggung perasaanmu Adira" Tante Natalia berhenti sejenak dan menghela nafasnya "Apa benar Adira. yang dikatakan Nadia pada Tante kalau kau menemui dan memfitnah dirinya di hadapan tunangannya Nadia, sehingga rencana pernikahan mereka di batalkan"


Adira yang mendengarkan ucapan Tante Natalia mengkerutkan keningnya. Pertanda ia juga sendiri menjadi bingung dengan tuduhan Nadia terhadapnya.


"Lalu kenapa Nadia bisa berbicara seperti itu pada Tante?" Tante Natalia juga menjadi bingung.


"Jujur aku tidak pernah memfitnah Nadia pada tunangannya sama sekali. Kalau seperti ini malah dia yang memfitnahku, Yang jelasnya Nadia telah membohongi Tante. Tante apa aku boleh bicara jujur? Tapi Tante janji Jangan marah pada Adira"Ucapnya yang mendapatkan anggukan kepala dari Tante Natalia.


"Mungkin apa yang akan aku bicarakan ini mengejutkan bagi Tante tapi inilah kebenarannya yang harus Tante tahu. Bahwa Nadia selama ini berselingkuh dengan suamiku, Mereka berhubungan dibelakang ku" Ucapan Adira sontak membuat Tante Natalia terkejut.


"Mungkin kau hanya salah paham pada mereka berdua. Karena tak mungkin Nadia melakukan hal hina seperti itu" Ucapan Tante Natalia berusaha menepis pikiran buruk tentang putrinya dan meyakinkan dirinya kalau putrinya tidak akan melakukan hal yang hina dan memalukan dirinya seperti itu.


"Apa Tante tidak mempercayai ucapan ku. Aku berbicara yang sejujur-jujurnya, Aku berani berbicara begini karena memang aku memiliki bukti dan aku bisa mempertanggung jawabkan atas ucapan ku barusan."

__ADS_1


Adira mengambil ponsel miliknya dan menunjukkan bukti foto dan video yang dimilikinya pada Tante Natalia agar ia tahu perbuatan menjijikan yang dilakukan oleh putri tercintanya itu. Tante Natalia yang melihat dan menonton video itu menjadi syok karena tingkah dan perbuatan yang dilakukan oleh putrinya sangat menjanjikan baginya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedangkan dilain tempa tepatnya dirumah orang tua Aditia. Papa Bayu sedang berbicara dengan putranya dengan wajah yang menunjukkan amarah bahkan ibu Naila tidak dapat meredakan emosi sang suami yang terlihat sangat murka.


"Apa Adira tidak ingin mencabut gugatannya dengan mu Aditia" Tanya papa Bayu dengan wajah yang Marah dan tangan terkepal menahan amarahnya.


Aditia hanya bisa menundukkan kepalanya, Ia tak berani menjawab pertanyaan yang diberikan oleh papanya itu.


"Ini karena Adira yang keras kepala dia tidak bisa memaafkan kesalahan kecil yang dilakukan oleh putra kita. padahal Aditia sudah meminta maaf padanya. Entah maunya Adira apa sebenarnya" Ucapan mama Naila sontak memiliki papa Bayu makin emosi.


"Mama bilang hanya kesalahan kecil? apa mama tak punya perasaan, padahal mama juga seorang perempuan. Coba mama pikiran kalau mama yang berbeda diposisi Adira apa mama juga akan memaafkan papa. yang katanya Hanya kesalahan kecil itu? " Bukan tanpa alasan papa Bayu berbicara seperti itu. Karena Adira merupakan menantu yang sangat baik sehingga papa Bayu Sangat menyayanginya dan ia sudah menganggap Adira seperti putrinya sendiri. Jadi dia sangat marah ketika ia mengetahui Putranya menyelingkuhi Adira.


Sedangkan mama Naila menjadi sangat marah dengan ucapan suaminya barusan


"Jadi papa juga ingin berselingkuh dari mama" Ucapnya tak terima


"Papa baru bicara seperti itu saja mama sudah marah apalagi sudah benar terjadi. jadi mama harus memikirkan perasaan Adira itulah yang dirasakan Adira saat ia mengetahui Putra mama berselingkuh" Ucap papa Bayu sambil menatap sang istri


"Tapi" Sebelum mama Naila melanjutkan ucapannya sudah dipotong terlebih dahulu oleh suaminya "Jadi papa harap kau bisa melepaskan Adira jangan lagi kau mempersulitnya dalam sidang perceraian kalian, biarkan dia terbang bebas menyembuhkan Luka yang kau ciptakan padanya. Tapi tetap kau harus mendapatkan maaf darinya karena memohon maaf dari orang yang sudah kita lukai sangat lah susah Dan berhentilah berhubungan dengan wanita itu atau papa akan Tarik semua yang telah kau miliki saat ini." Ucap papa Bayu tidak kelihatan main-main


Aditia hanya bisa pasrah dan mengikuti semua ucapan yang papanya berikan padanya.

__ADS_1


__ADS_2