
Di Minggu Pagi ini matahari cerah secerah hati Radit yang sudah mendapatkan kepastian dari Adira, jika Sepuluh bulan ke depan mereka sudah bisa bersama. Sungguh Radit sudah tidak sabar menunggu hari bahagia itu datang, Hanya dengan membayangkannya saja sudah membuat dia sangat bahagia sehingga senyum tak luntur dari bibirnya, apa lagi jika hari itu telah tiba mungkin ia tidak akan bisa mendiskusikan tentang kebahagiaannya.
Ia yang sedang sangat bahagia keluar dari kamar dan berjalan menuruni anak tangga dengan senyum dan bersenandung kecil sesekali dia akan berputar-putar seperti orang yang sedang menari kerena rasa bahagia yang sangat memuncak pada dirinya .
Radit yang sudah duduk di meja makan bahkan tidak langsung menyantap makanannya, Dia hanya melihat makanan sambil tersenyum. Bahkan ketika dia sudah menyuapi makanan ke mulutnya dan mengunyah sekali pun senyum itu Masih terlihat jelas dari bibirnya. Hal itu membuat papa dan mamanya yang melihatnya merasa keheranan dengan tingkah aneh putranya di pagi hari ini yang sudah seperti orang yang sedang kesurupan.
"Radit pagi ini mama perhatikan kau tersenyum terus? Apa kau sedang bahagia?" Akhirnya sang mama memilih bertanya karena merasa penasaran dengan tingkahnya.
"Iya ma, Aku sedang sangat bahagia" Jawabannya
"Pantas dari tadi senyum-senyum terus"
"Coba mama tebak apa yang membuat Aku sangat bahagia" Jawabannya dengan senyum yang merekah
"Ya mana mama tau, kalau kau belum memberitahu mama tentang apa" Semakin aneh melihat tingkah putranya dan sang mama melanjutkan ucapannya "Apa jangan-jangan otakmu sudah koslet sampai kau seperti orang yang sedang stres Senyum-senyum sendiri sedari tadi atau kau sedang kesurupan" Sang Mama merasa bingung dengan putranya di pagi hari ini.
Sedangkan sang papa yang mendengarkan pembicaraan anak dan mama itu hanya diam mengamati, Walaupun sebenarnya sang papa juga merasa penasaran.
__ADS_1
"Enak saja, Masa anaknya ganteng begini di kira stres dan kesurupan segala" Ucapannya protes
"Habisnya kau aneh, masa pakai tanya mama segala. Ya, mana mama tahu kau kenapa abisnya mama lihat sejak keluar kamar sudah seperti orang stres"
"Mama sama papa ingin taukan, Aku sedang sangat bahagia karena Adira sudah mau menikah dengan ku" Jawabnya dengan begitu bahagia.
"Benarkah" Ucapan serempak dari papa dan mamanya
Radit yang mendengarkan pertanyaan serempak menggaruk menjadi keselek makanan.
"Kalau tanya bisa satu-satu kan jangan serempak seperti itu" Protesnya ketika selesai meneguk air satu gelas penuh
Radit hanya tersenyum dan berkata " Sepuluh bulan lagi ma, pa"
"Mama sama papa kira Minggu depan atau bulan depan ternyata Masi lama" Ucapan sang mama membuat Radit menggaruk kepala yang tidak terasa gatal sama sekali
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Adira yang sedang duduk di bangku taman menikmati angin sejuk setiap minggu pagi seperti sekarang ini, Kadang ia berjalan mengelilingi taman atau hanya duduk di bawah pohon seperti ini untuk Menghilangkan penat setelah seminggu bekerja merupakan hal yang sangat disukainya akhir-akhir ini.
Adira yang sedang duduk sambil melihat-lihat orang yang sedang lari pagi atau hanya sekedar jalan-jalan sepertinya untuk menikmati hembusan angin yang menyejukkan di pagi hari.
Namun tanpa dia sadari ada Seorang lelaki tampan yang memperhatikan dirinya, Lelaki itu berjalan mendekat ke arahnya sambil tersenyum dan terus melangkah mendekat.
Lelaki tampan itu seakan terpana dan dengan wajah cantik yang dimiliki Adira dan langsung ia menduduki tubuhnya di samping wanita cantik itu.
"Cantik sekali" Ucapannya tanpa sadar seakan terhipnotis oleh kecantikan Adira. Adira yang mendengarkan ucapan itu sontak membuat Adira menoleh ke arahnya, Adira yang merasa risih dengan lelaki yang baru saja duduk disampingnya itu sehingga ia hendak berdiri dan ingin pergi dari bangku itu.
"Hey, kenapa terburu-buru. Padahal aku ingin berkenalan dengan mu" Ucapannya itu membuat Adira menatapnya dengan tatapan yang tajam dan wajah jengkelnya. Lelaki itu hanya tersenyum melihat Adira menatapnya dengan seperti itu.
"Perkenalkan namaku Daniel dan namamu siapa?" Dia tidak menghiraukan tatapan Adira untuknya, dan menyodorkan tangan untuk berkenalan namun Adira tidak menggubrisnya sama sekali Adira justru melangkahkan kakinya berjalan meninggalkannya. Namun Daniel tidak menyerah malahan dia mengikuti Adira dari belakang sambil berkata
"Kau belum memberitahukan namamu padaku"
Adira berbalik barbalik dan berkata " Berhenti mengikuti ku, Aku tidak tertarik berkenalan dengan mu. Kau sangat tidak sopan mengikuti seorang perempuan dan memaksanya untuk berkenalan" Setelah itu Adira berjalan pergi.
__ADS_1
Daniel menatap belakang Adira dan ia terkekeh dengan pelan, Karena baru kali ini ada wanita yang menolak secara terang-terangan dan tidak mau di ajak berkenalan dengannya. Padahal biasanya para perempuan lah yang mendekat dan mengajaknya berkenalan ketika melihat wajah tampannya, namun sangat berbeda dengan perempuan yang satu ini. Pikirannya