Penghianatan Suami Dan Sahabatku

Penghianatan Suami Dan Sahabatku
Bab 49


__ADS_3

Sedari tadi Radit menunggu namun belum juga ada tanda-tanda dokter akan keluar dari ruangan Adira. Hal itu membuat Radit menjadi sangat gelisah. Namun tak lama setelah itu dia melihat dokter yang menangani Adira telah keluar dari dalam ruangan, Sehingga Ia segera menghampiri dokter dan menanyakan kabar sang pujaan hati.


"Bagaimana keadaan calon istri saya dokter?" Tanya Radit dengan suara dan wajah yang cemas sekaligus khawatir.


"Keadaan Nona Adira baik-baik saja tuan. Tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan kondisinya. Ia tidak apa-apa hanya sedikit syok sehingga ia pingsan. Dan benturannya tidak terlalu kuat jadi tak ada yang perlu dikhawatirkan." Ucapan dokter membuat Radit bisa bernafas dengan lega.


"Apa saya boleh masuk untuk menemaninya dok?" Tanya Radit lagi.


"Silahkan tuan. mungkin sebentar lagi Nona akan sadar"


"Terimakasih dok"


" sama-sama tuan, Itu sudah menjadi tugas saya. kalau begitu saya permisi karena Masih ada pasien lain yang harus saya periksa"

__ADS_1


" Ia dokter, Silahkan" Setelah itu dokter pun pergi dari hadapan Radit.


Setelah kepergian dokter Radit segera masuk keruangan rawat Adira. Ruang VIP yang dipesan Radit untuknya. Radit mendudukkan dirinya di kursi yang berada di samping Ranjang pasien milik Adira, Ia mengambil tangan Adira dan menciumnya.


Tak berselang lama Radit melihat kelopak mata Adira bergerak yang menandakan Adira telah siuman dari pingsannya.


Adira mulai membuka kedua matanya secara perlahan, yang pertama dilihat olehnya adalah Radit yang yang sedang duduk di sampingnya dan menggenggam erat tangannya sambil tersenyum manis kepadanya.


"Terimakasih Radit karena kau telah menyelamatkan aku. Karena berkat bantuan darimu sehingga aku masih bisa bernafas, Kalau tidak mungkin sekarang aku sudah tiada dari dunia ini" Ucap Adira merasa sedih


"Jangan bicara seperti itu, Karena Aku tidak akan pernah membiarkan sesuatu yang buruk terjadi padamu. Aku akan selalu menjagamu untuk selamanya. Selama hidup ku, Aku berjanji untuk itu." Ucapan Radit dengan penuh kesungguhan sambil menatap mata Adira


Adira menatap mata Radit untuk mencari kebohongan di dalam matanya, Namun tidak ia temukan kebohongan dari mata jernih itu yang ada hanya kesungguhan dalam semua ucapan Radit untuknya.

__ADS_1


Adira tersenyum pada Radit namun tiba-tiba ia merasakan kepalanya menjadi sangat sakit, Ia segera memegang kepalanya. Hal itu dilihat oleh Radit sehingga membuat Radit menjadi khawatir kembali.


"Kamu kenapa sayang? Apa kepalamu terasa sakit? Apa perlu aku memanggil dokter untuk mu?" Ucap Radit merasa sangat khawatir


"Tidak perlu, Aku hanya ingin istirahat saja" Ucap Adira berusaha menenangkan Radit


"Istirahatlah, Aku akan menemanimu disini. Jika kau perlu apa-apa bilang saja padaku" Ucap Radit dengan begitu lembut


Adira yang merasa kepalanya semakin sakit sehingga ia tidak merespon ucapan Radit padanya lagi, Ia segera menutup kedua matanya. Samar-samar ia seperti mendengarkan suara seorang pria yang berbicara sangat lembut untuknya. Perlahan bayangan dan suara itu semakin jelas dimatanya yang ternyata pria itu adalah Radit yang memeluknya dari belakang dan membisikkan kata-kata cinta untuknya dimasa lalu.


Kemudian ia juga dapat mengingat semua masa lalunya yang terjadi empat tahun lalu. Seakan ia sedang menonton adegan ulang semua masa lalunya, Kejadian dimana sebelum terjadinya kecelakaan naas yang menimpa dirinya.


**Flashback**

__ADS_1


__ADS_2