Penghianatan Suami Dan Sahabatku

Penghianatan Suami Dan Sahabatku
Bab 65


__ADS_3

Adira yang mendengarkan permintaan sang papa menjadi terkejut karena ia tidak menyangka sang papa akan memintanya untuk menikah dengan Radit.


"Papa harap kau bersedia memenuhi permintaan papa, kita tidak tau akan sampai kapan umur papa berada di dunia ini. Papa hanya ingin sebelum papa tiada kau sudah menikah, Agar ada yang akan menjaga mu kedepannya dan papa merasa Radit lah orang yang tepat untuk menjaga mu" Ucap sang papa lagi


Adira yang mendengar Alasan sang papa membuat ia memikirkan dan menimbang permintaan papanya itu.


"Ia pa, Adira bersedia memenuhi keinginan papa itu" Ucap Adira yang ingin membahagiakan sang papa dengan mengabulkan permintaan papanya itu dan juga tidak ada alasan untuk menolak karena dia juga mencintai Radit.


"Kalau begitu hubungi dia agar datang kemari" Adira yang itu segera mengambil telponnya dari dalam tas dan segera menghubungi Radit.


"Halo, Sayang ada apa? Tumben kau menelpon ku lebih dulu apa kau merindukan aku" Suara dari sebrang telpon yang terdengar bahagia hanya karena Adira yang menghubunginya terlebih dahulu.


"Apa kau bisa datang kerumah sakit sekarang? karena.. " Ucapan Adira terhenti karena Radit yang bertanya dengan nada suara panik "Apa kau masuk rumah sakit? Apa yang terjadi padamu sayang? kau kenapa? "


"Makanya dengarkan aku Bicara terlebih dahulu sebelum memotongnya, Papa masuk rumah sakit dan ada yang ingin papa bicarakan dengan mu" Ucap Adira


"Baiklah, aku akan segera ke sana" Jawab Radit


"Apa tidak menggangu pekerjaan mu" Ucap Adira yang merasa tidak enak hati


"Tentu saja tidak, apa pun asalkan demi kau. Tunggu aku akan segera ke sana Sekarang juga" Ucapan Radit yang melirik setumpuk berkas yang berada di meja kerjanya yang seakan melambai memintanya untuk segera dikerjakan. Namun menurutnya Adira lebih penting untuk kelangsungan hidupnya kedepan.


"Baiklah, Aku akan mengirimkan nama rumah sakit dan nomor kamar tempat papa dirawat" Setelah itu panggilannya terputus


Setelah Satu jam setengah perjalanan akhirnya Radit telah sampai di rumah sakit yang dimaksud Adira. Setelah itu dia berjalan dengan tergesa dan juga dia penasaran dengan apa yang ingin dibicarakan oleh om Bobi untuknya.


Radit sudah berada didalam ruangan rawat om Bobi, Adira dan sang mama yang melihat kedatangan Radit segera berdiri untuk memberikan sang papa dan Radit ruang untuk berbicara.


Radit yang mengerti segera mendekat dan duduk di tempat yang diduduki sebelumnya oleh Adira.


"Bagaimana keadaannya om?" Ucap Radit

__ADS_1


"Seperti yang kau lihat, Om sengaja memanggil mu kemari untuk menanyakan sesuatu"


"Apa yang ingin om tanyakan pada saya?" Tanya Radit


"Apa kau benar-benar mencintai putri ku" Radit yang mendengar ucapan Capmernya (Calon papa mertua) menjadi tersenyum


"Sangat, Saya sangat mencintai putri om dari dulu hingga sekarang dan untuk selamanya yang saya cintai hanyalah Putri om" Jawab Radit dengan serius


"Kalau begitu apa kau bisa memenuhi permintaan om"


"Permintaan tentang apa" Ucap Radit yang takut jika ia disuruh meninggalkan Adira.


"Apa kau bersedia menikahi putri ku?"


"Tentu saja saya sangat bersedia malah dengan senang hati saya menerimanya" Dengan Rasa bahagia yang memuncak yang dirasakan oleh Radit Sedangkan Adira yang mendengar pembicaraan itu membuat dirinya keluar dari kamar perawatan sang papa meninggalkan papa dan mamanya serta Radit yang meneruskan pembicaraan mereka.


"Om mau Sekarang hubungi keluarga mu, menyuruh mereka untuk datang kemari agar dapat menikahkan kalian berdua saat ini juga" Radit yang mendengar ucapan Capmernya merasa bahagia juga bingung Sekaligus kenapa harus sekarang juga Pikirannya.


Dalam dering ketiga barulah Radit mendengar Jawaban dari seberang.


"Ada apa kau menghubungi mama jam begini? Apa kau tidak bekerja?" Rentetan pertanyaan dari sang mama untuknya


"Ma, tanya itu satu-satu. Kebiasaan" Jawab Radit


"hehehe, Maaf sayang"


"Apa mama dan papa bisa datang kerumah sakit sekarang juga" Ucapannya pada sang mama. Sedangkan sang mama yang mendengarkan nama rumah sakit menjadi khawatir


"Apa yang terjadi padamu sampai kau bisa masuk rumah sakit" Dengan suara yang penuh khawatiran


"Bukan Radit ma tapi om Bobi, Sudah cepat datang saja kemari biar lebih jelasnya"

__ADS_1


"Apa kau mencelakai papanya Adira, Bisa bahaya kalau ceritanya seperti ini bisa gagal dapatkan menantu ini" Ucap sang mama pada Radit


"Sudahlah ma, lebih baik datang secepatnya biar bisa jadikan Adira menantu mama"


"Hey, Apa kau mau menikahinya sekarang"


"Makanya mama datang sama papa secepatnya"


"Baiklah kau tunggu, nanti kirim alamatnya. Tapi tunggu dulu Radit, Kau tidak melakukan hal yang tidak-tidak pada Adira kan sampai mau menikah dengan mendadak seperti ini"


"Dari pada mama makin bicara yang tidak-tidak lebih baik mama dan papa cepat datang, Oke." Ucap Radit yang langsung matikan panggilan teleponnya kalau tidak entah sampai kapan mamanya akan berhenti bicara.


Setelah itu Radit keluar dan menemui Adira


"Sayang apa kau bersedia dengan permintaan papa mu untuk menikah dengan ku jika kau belum siap aku akan masuk dan berbicara dengan beliau" Tanyanya memastikan padahal Dalam hatinya bersorak bahagia


Adira yang mendengar pertanyaan melihat wajah Radit dengan air mata yang sedari tadi ditahannya mulai jatuh juga. Radit yang melihat pujaan hatinya menagis segera meraihnya kedalam pelukannya dengan tujuan menenangkannya.


" Ya aku bersedia, Setelah aku pikir. Entah itu Hari ini atau pun nanti tetap sama, Toh nantinya juga akan menjadi istrimu. Apalagi permintaan papa dalam keadaan sakit seperti ini aku tidak sanggup untuk dapat menolaknya" Ucapan Adira dalam pelukan Radit


Radit yang mendengarkan ucapan Adira sungguh membuatnya merasa sangat bahagia karena akhirnya Adira mau menikah dengannya.


"Terimakasih sayang" Ucap Radit


"Tidak perlu berterima kasih, Seharusnya aku yang berterima kasih padamu. Karena mau memenuhi permintaan papa untuk itu Aku berterima kasih padamu, Sayang" Radit yang mendengarkan kata Sayang dari Adira membuatnya sangat bahagia karena sudah lama ia ingin mendengarkan Adira memanggilnya dengan sebutan itu.


Radit melepaskan pelukannya pada Adira sungguh ini merupakan hari bahagia untuknya. Padahal ini semua Rencana dirinya


"Tidak sia-sia Aku meminta bantuan om Bobi, begitu mudahnya membuat Adira mau menikah dengan ku" Batin Radit


Flashback

__ADS_1


__ADS_2