
Pagi harinya dirumah sakit Adira sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, Karena memang kondisinya baik-baik saja hanya perlu istirahat dirumah agar lebih pulih.
Adira dan mamanya sedang bersiap-siap untuk keluar dari rumah sakit agar segera dapat pulang ke rumah, namun kedua dikejutkan dengan kehadiran Radit yang masuk secara tiba-tiba.
"Sayang, apa sudah di perbolehkan pulang oleh dokter" Panggilan Radit untuknya membuat Adira menjadi malu dihadapan sang mama. Sedangkan sang mama hanya tersenyum melihat putrinya salah tingkah dengan panggilan Radit.
"Ia dokter sudah mengijinkannya untuk pulang, Hanya perlu beberapa beristirahat dirumah saja" Mama Anita yang menjawab karena Adira tak menjawab pertanyaan Radit.
"Maaf ya, Semalam aku pergi karena ada hal penting yang harus segera aku selesaikan, Aku balik kesini sudah tengah malam. tapi melihat kau dan Tante sudah tertidur pulas jadi aku tidak ingin menganggu kalian. Setelah itu aku langsung pulang karena mama tidak hentinya menelpon ku" Jelas Radit pada pujaan hatinya.
"Ia tidak apa-apa" Jawab Adira
Adira yang ingin turun dari ranjang pasiennya di pegang oleh Radit. Adira yang diperlukan seperti itu menjadi tersenyum.
__ADS_1
"Pelan-pelan saja, Tidak perlu terburu-buru jangan sampai kepalamu akan kembali pusing" Ucap Radit dengan penuh perhatian
Mama Anita yang tidak ingin mengganggu mereka segera ijin pergi keluar lebih dulu.
"Sayang mama pulang duluan saja ya, Nanti kamu di antara Sama Radit saja. Soalnya ada yang perlu Mama beli diluar" Bohong mama Anita yang ingin memberikan waktu lebih banyak untuk Meraka berdua.
"Tapi ma" Jawab Adira ragu
"Ya sudah mama tinggal ya sayang" Pamit sang mama dan mencium kening sang putri
Setelah mendengarkan Jawa Radit mama Anita segera pergi meninggalkan mereka.
"Aku bisa berjalan sendiri Radit tidak perlu kau memegang ku seperti ini" Ucap Adira
__ADS_1
"Hanya ada dua pilihan untukmu aku menuntunmu untuk berjalan atau aku akan menggendong mu" Adira yang mendengarkan Ucapan Radit membuat ia tersenyum senang ternyata Radit masih seperti dulu masih perhatian, menjaga dia dan selalu melindunginya.
"Kau Masih sama seperti dulu, Kau tidak berubah Sama sekali Masi saja perhatikan dan posesif padaku"
"Ya aku masih sama seperti dulu, Bahkan rasa cintaku untukmu tidak pernah berubah sedikitpun" Jawab Radit dengan serius Radit kemudian melanjutkan ucapannya karena ia tak mendengar jawaban dari Adira " Aku sangat bahagia karena kau sudah mengingat semuanya. Aku juga berharap rasa cintamu padaku masih ada walaupun tidak sebesar seperti dulu lagi" Adira yang mendengarkan itu menjadi menjadi diam dan menatap kearah Radit dengan tatapan yang sulit diartikan.
Radit yang menyadari tatapan Adira pun kembali bertanya "Apa Ada yang ingin kau tanyakan padaku
"Ia sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan padamu" Jawab Adira.
Namun Tak terasa mereka sudah sampai di parkiran rumah sakit sehingga Adira tidak melanjutkan ucapannya. Radit dengan segera membuka pintu dan membantu Adira masuk dan duduk didalam mobil dengan penuh hati-hati. Seakan Adira merupakan barang yang sangat berharga dan rapuh yang apa bila dia salah bergerak maka Akan jatuh dan pecah. Setelah Radit merasa Adira sudah duduk dengan nyaman barulah dia berjalan memutar untuk masuk kedalam mobil agar bisa membawa Adira pulang kerumahnya. Setelah itu Radit melajukan mobilnya dengan perlahan meninggalkan parkiran tersebut.
"Jadi apa yang ingin kau tanyakan" Tanya Radit lagi
__ADS_1
"Aku akan bertanya padamu, tapi nanti setelah aku bisa mengisi perutku terlebih dahulu. Habisnya aku tadi tidak sempat sarapan dirumah sakitnya bersama dengan mama" Jawaban Adira membuat Radit terkekeh karena gemas dengan tingkah Adira.
"Baiklah kita akan berhenti sebentar di restoran agar kau bisa makan sepuas mu. Setelah itu barulah aku akan mengantarmu pulang untuk beristirahat" Ucap Radit dengan suara yang lembut penuh perhatian