
Radit yang sudah tidak bisa memendam rasa rindunya kepada Adira. Ia memutuskan untuk menemui sang pujaan hati di rumah orangtuanya setelah jam pulang nanti.
Setelah tiba jam pulang dari kantor, Radit segera bergegas menuju kediaman Adira. Sesampainya di sana rupanya Adira belum sampai, Radit hanya bertemu dengan mamanya Adira.
"Selamat sore Tante" Ucapan Radit sontak membuat Mama Anita begitu terkejut. Karena baru dipertemukan lagi dengan Radit setelah sekian lama.
"Nak Radit, Kamu apa kabar? Sudah lama kita tidak bertemu" Ucap mama Anita dengan wajah yang nampak sangat terkejut
"Saya baik Tante, Kalau Tante sendiri bagaimana kabarnya?" Tanyanya dengan wajah tersenyum ramah
"Seperti yang kau lihat Tante baik nak, Ayo silahkan masuk. kita bicara didalam saja biar lebih enak" Seru Mama Anita dengan tersenyum kalah ramahnya.
Radit berjalan menuju keruang tamu dengan mengikuti Mama Anita dari belakang. Sesampainya diruang tamu Mama Anita mempersiapkan Radit untuk duduk.
Setelah Radit menduduki dirinya, Mama Anita berpamitan untuk membuat minum kepada mantan pacar anaknya itu.
"Tante tinggal sebentar kebelakang ya" Pamit Mama Anita pada Radit
" Iya Tan" Setelah itu mama Anita pergi ke belakang, Tak berselang lama Ia sudah balik membawa nampan yang berisi teh dan juga camilan untuk disuguhkan pada Radit.
__ADS_1
Mama Anita dan Radit berbicara dengan begitu asyiknya sehingga kedatangan Adira pun tidak disadari oleh mereka berdua.
Adira yang baru saja tiba begitu terkejut melihat kehadiran Radit yang sedang duduk bersama sang mama.
"Ma"Panggilan Adira pada sang mama sontak membuat sang mama dan Radit menoleh melihat dirinya.
Radit tersenyum dengan sangat bahagia melihat sang pujaan hati telah berdiri di sampingnya. Ia sudah sangat merindukan Adira kalau saja ia tak mengingat ada mamanya Adira di sini pasti dia sudah memeluk Adira sekarang juga.
"Sayang kamu sudah pulang? Karena sekarang Kau sudah datang, Kalau begitu kau saja yang menemaninya biar dia tidak terlalu lama menunggumu." Ucap mama Anita membuat Adira terkejut
"Iya ma "
"Iya Tan, Silahkan " Setelah itu mama Anita segera pergi meninggalkan mereka berdua.
Setelah kepergian mama Anita Adira segera menduduki dirinya dihadapan Radit dan bertanya padanya "Ada keperluan apa sampai kau kemari?"
"Tidak ada, Hanya saja aku datang untuk menemui mu. Bukankah aku sudah sering ucapkan jika aku sangat merindukan mu " Jawab Radit dengan suara yang lembut dan tersenyum manis
"Jangan bercanda, Radit" Ucap Adira dengan wajah penuh kekesalan
__ADS_1
"Apa aku kelihatan seperti sedang bercanda, Sayang. Sungguh aku datang kemari karena, aku benar-benar sangat merindukanmu" Jawab Radit dengan santainya
Sontak ucapan Radit membuat mata Adira menganga dan terkejut. Adira segera menoleh ke Arah belakang untuk melihat sang mama. Adira takut ucapan Radit barusan dapet di dengar oleh sang mama. dia harus memastikan jika mamanya tidak boleh sampai mendengarkan ucapan tersebut.
"Berhentilah berbicara yang tidak-tidak Radit. Jangan sampai ucapan mu barusan membuat orang yang mendengarkan menjadi salah paham atas ucapan mu itu" Ucapan Adira yang menjadi semakin kesal
Radit tersenyum karena itulah salah satu tujuannya datang kesini, selain untuk menghilangkan sedikit rasa rindunya. ia juga bisa lebih dekat dengan Adira sang pujaan hatinya.
"Apa kau tahu, Bahwa aku selama ini aku begitu sangat tersiksa karena menahan Rindu untuk dirimu. Aku sudah cukup bersabar dan menahan diri agar tidak menemui kemarin sebelum kau resmi bercerai dari si brengsek itu tapi sekarang kau sudah terbebas darinya jadi tidak ada alasan lagi untuk ku agar bisa menemui mu. Kenapa kau seakan menghindar dariku? Apa kau sudah tidak ingin bertemu dengan ku lagi? Tolong Jangan menyiksa diri ku lebih lama lagi untuk terus menahan rasa rindu ini, Jangan sampai aku bisa gila kalau terus menahannya." Ucap Radit yang sengaja sedikit membesarkan nada suaranya.
"Pelankan suaramu Radit. Jika memang tidak ada yang penting dan kau hanya ingin bicara yang tidak-tidak sebaiknya kau segera pergi dari sini" Menatap Radit dengan tatapan yang penuh kekesalan
Radit yang berdiri Membuat Adira bernafas dengan lega. Tapi Adira salah ternyata Radit berdiri bukan karena ingin pergi melainkan Radit ingin duduk di samping dirinya. Setelah Radit duduk ia Segera menggenggam tangan Adira dengan penuh kelembutan
" Lepaskan tanganku" Adira mencoba melepaskan tangannya tapi tidak bisa Radit lebih dulu menggenggamnya Dengan kuat.
Sentuhan tangan Radit membuat Jantung Adira menjadi berdebar. Adira menjadi heran kenapa hanya dengan Radit menggenggam tangannya sehingga membuat jantungnya menjadi sangat dek-dekan.
"Aku tidak ingin bicara yang tidak-tidak seperti tuduhan mu, Dengarkan kataku Adira, Aku sangat-sangat mencintaimu, Bahkan cinta ku tak pernah pudar, Rasa ini sudah sangat menggebu. Jangan pernah kau berharap aku akan melepaskan mu kali ini, Aku tidak akan membiarkan kamu untuk pergi dan menghilang dari ku lagi. Secepatnya akan ku buat kau menjadi milikku, Sayang." Ucap Radit sambil mengecup tangan Adira, perlakuan Radit itu sontak membuat detak jantung Adira berpacu menjadi jauh lebih cepat dari biasanya.
__ADS_1