
Radit yang sedang menunggu pemeriksaan Adira yang dilakukan oleh dokter. Radit merasa gelisah, Dia yang tidak bisa berbuat banyak selain menunggu kabar dari dokter. Dia tak bisa duduk dengan tenang, akhirnya ia berjalan mondar-mandir Hatinya tidak tenang karena belum juga mendengar kabar tentang kondisi sang pujaan hati. Ia takut jika terjadi hal yang serius karena benturan itu.
Johan yang duduk sambil melihat tuannya mondar-mandir seperti setrika Rusak menjadi capek sendiri. Sebenarnya dia disuruh datang kesini untuk menemani tuannya dan diperintahkan untuk mencari tau siapa yang ingin mencelakai perempuan yang dicintai oleh tuannya ini. Atau hanya untuk menonton tuannya mondar-mandir saja pikirnya. Karena belum juga ada perintah untuk pergi dari sang tuan. jadi Johan Belum berani untuk pergi.
Johan yang sedari tadi hanya duduk diam setelah Habis mendengarkan perintah dari tuannya, Ia yang sudah tidak tahan lagi melihat tingkah tuannya yang mondar-mandir akhirnya memberanikan diri bersuara untuk menegur sang tuan.
"Tuan, Sebaiknya tuan duduk dan beristirahat dulu. Apa tuan tidak capek mondar-mandir sedari tadi?" Ucap Johan pada akhirnya.
"Sebaiknya kau diam dan melihat saja Johan, Aku tidak menyuruhmu untuk melihat tingkah ku. Aku saja tidak capek lalu kenapa kau yang merasa repot dengan tingkahku" Ucap Radit membuat Johan menutup mulutnya dan menghela nafas panjang.
__ADS_1
Johan hanya bisa merutuki dirinya sendiri didalam hati, Karena tak bisa menjaga mulutnya dihadapan sang tuan. Padahal tuannya sedang tidak baik-baik saja.
Radit yang sudah tak mendengarkan suara dari Johan sehingga ia kembali berucap "Sudahlah, sebaiknya kau segara pergi dari sini dan melakukannya tugas yang telah aku perintahkan untukmu. Aku ingin secepatnya kau sudah harus mendapatkan info tentang siapa orangnya yang telah ingin dan dengan beraninya mau mencelakai Kekasihku." Johan yang mendengar suara tuannya yang dingin dan penuh Amarah dari nada suaranya bahkan auranya sangat berbeda. Bagi Johan yang setiap hari bersama dengan Radit merasakan kali ini Aura sang tuan sangatlah menakutkan dan sangat berbeda.
Johan hanya menganggukkan kepalanya dan segera melangkahkan kakinya untuk pergi melaksanakan perintah dari sang tuan. Johan tidak berani bersuara dan segera pergi Karena ia takut jika salah berucap lagi maka kali ini bisa-bisa tamatlah riwayatnya, Pikirnya yang tidak ingin mengambil resiko di bogem mentah oleh tuannya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Karena semenjak kejadian Nadia yang bertengkar dengan sang mama waktu itu. karena sang mama yang telah mengetahui perselingkuhannya dengan suami Adira. sehingga membuat Nadia tidak ingin untuk kembali pulang ke rumah. Karena jika ia pulang pasti sang mama akan selalu memaksanya untuk pergi dan meminta maaf pada Adira, di tambah lagi dengan sang papa yang tidak ingin melihatnya lagi. Jangankan untuk melihat dirinya bicara saja sudah tidak pernah lagi semenjak hari dimana Radit dan papanya memberitahu kelakuan dirinya pada sang papa. sekaligus mendatangi sang papa untuk memberitahukan dan membatalkan rencana pernikahannya. Apalagi calon besan papa dan mamanya merupakan sahabat baik mereka selama ini sehingga membuat sang papa semakin murka padanya.
__ADS_1
"Argh sialan, Kenapa kau begitu bodoh sekali hanya untuk menghabisi satu perempuan saja sungguh tak becus. Kenapa rencana yang sudah aku buat selalu gagal dan berantakan" Teriak Nadia didalam Apartemennya.
"Mungkin kali ini Dewi Fortuna sedang berada di pihak Lo Adira, Tapi ingat tidak selamanya keberuntungan selalu berada di pihak lo. Akan ada waktunya untuk gw bisa melenyapkan Lo dari muka bumi ini. Karena Lo Adira rencana dan impian gw menikah dengan Radit menjadi gagal dan hancur berantakan. Bahkan orangtua gw juga marah dan nggak suka sama gw lagi. jadi Lo harus dilenyapkan secepatnya. Agar biang masalah di kehidupan gw bisa terselesaikan." Teriak Nadia lagi, Dengan tatapan mata yang dingin dan wajah yang penuh amarah dendam yang membara.
Pria yang duduk di ruang apartemen Nadia tidak ingin melarang atau melerai perbuatan Nadia yang menggila itu, dia hanya melihat dalam diam atas tingkah dari Nadia.
"Gw punya rencana baru, kali ini gw yakin pasti berhasil untuk menyingkirkan Adira dari dunia ini." Ucap Nadia sambil menatap wajah pria itu.
Sedangkan pria yang ditatapnya hanya diam saja tak ingin menyahuti Nadia.
__ADS_1
"Pokoknya kali ini apapun yang terjadi Lo harus berhasil, Aku tidak ingin ada kegagalan lagi. Masa kau tidak sanggup melenyapkan hama kecil penggagu itu, ck" decakan Nadia pada akhirnya.
"Tapi, bagaimana kalau aku ketahuan." Ucap pria tersebut yang merasa sedikit khawatir. karena dia yakin pasti orang-orang suruhan pria yang menolong Adira tadi sedang mencarinya apa lagi yang ia lihat pria itu bukanlah orang sembarangan.