
Niat Hati menelpon Adira untuk membuatnya semakin bersemangat tetapi malah membuatnya menjadi semakin tidak fokus bekerja.
Radit yang masih merasa tidak nyaman membuat dirinya meraih segelas air minum yang berada di maja kerjanya itu dan segera meneguknya sampai tandas tak tersisa, Setelah itu ia menaruh kembali gelas ketempat yang semula.
"Ah, Niat aku hanya ingin mendengarkan suara Adira tapi malah membuat aku seperti ini, Sepertinya aku tidak bisa menunggu terlalu lama lagi?" Ucap Radit merasa frustasi dengan pikirannya sendiri lalu segera ia menyambar ponsel miliknya dan menghubungi Adira kembali.
tidak menunggu waktu yang lama ia sudah mendengar jawaban dari seberang telepon, Suara dari sang pujaan hati.
"Ada apa lagi, Radit ?" Tanya Adira dengan suara yang merasa keheranan dengan tingkah Radit.
"Sayang, Apa Esok kita berdua bisa bertemu? Ada yang ingin aku bicarakan bersamamu " Tanya Radit yang mengerti kesibukan pujaan hatinya itu.
"Apa sesuatu yang sangat penting?" Tanya Adira
"Ya ini sangat penting menyangkut masa depan kita berdua" Ucapan Radit membuat kening Adira mengkerut tidak mengerti dengan ucapan Radit barusan.
"Maksudnya, Kalau Bicara itu yang jelas" Tanya Adira
__ADS_1
"Sudahlah, Akan panjang jika aku bicara hanya lewat telepon saja" Jelas Radit
"Ok, Baiklah"
"Aku akan pergi untuk menjemputmu" Ucap Radit
"Tidak perlu aku akan pergi sendiri, Kita bertemu saat jam makan siang saja di Cafe AA" Ucap Adira mengambil keputusan
"Baiklah, Aku akan menunggumu disana" Jawab Radit akhirnya.
Radit memandang Wajah Adira tanpa berkedip dia, Dimatanya Adira selalu bisa membuatnya terpesona dengan kecantikan yang di milikinya. Sedangkan Adira yang sudah duduk dan ingin mendengarkan ucapan Radit namun orang yang berada dihadapannya tak kunjung membuka mulutnya atau bersuara sedikit pun
"Apa kau menyuruhku datang kemari yang katanya ingin bicara hal yang penting itu atau kau hanya ingin menatap wajah ku saja." Ucap Adira dengan sedikit kesal.
Radit yang mendengarkan suara kesal milik Adira sehingga membuat dirinya tersadar dari terpesonanya dan segera membuka mulutnya untuk berbicara
"Jangan terlalu terburu-buru sayang, Kita makan dulu aku sudah memesankan makanan kesukaan mu. setelah itu barulah kita bicara" Ucapan Radit bertepatan dengan seorang Waiters membawakan makanan mereka, Yang sudah dipesan lebih dulu oleh Radit sebelum kedatangan Adira.
__ADS_1
Setelah waiters itu pergi mereka berdua mulai menyantap makanan mereka dalam keheningan dengan pikiran mereka masing-masing. Beberapa menit kemudian makanan mereka habis tak tersisa sedikitpun.
Kemudian Radit Mulai berbicara "Aku ingin bilang padamu bahwa Minggu depan aku ingin melamar mu" Ucapan Radit itu sontak membuat Adira yang sedang minum menjadi tersedak karena ucapan Radit padanya barusan.
"Pelan-pelan minumnya aku tidak akan minta punyamu" Ucapnya seakan tak merasa bersalah sehingga membuat Adira sedikit jengkel dibuatnya sedangkan pelakunya hanya terkekeh saja.
"Kenapa kau ingin melamar ku? Kenapa secara tiba-tiba?" Tanya Adira setelah berhasil menguasai dirinya dari keterjutannya.
"Karena kau kekasihku Memangnya karena apa lagi? Dan juga Karena aku sudah tidak bisa menunggu terlalu lama lagi" Ucap Radit dengan tegas dan penuh kesungguhan.
Adira yang mendengarkan ucapan Radit itu membuat keningnya mengerut " Sejak kapan aku menjadi kekasihmu, Kau tidak pernah memintaku untuk menjadi kekasihmu" Ujar Adira
"Sejak dulu kau adalah kekasihku sampai Sekarang, lalu saat ini kau sudah menjadi calon istriku, Tidak lama lagi kau akan menjadi istriku sepenuhnya" Ucapan Radit membuat mentari seakan tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengarkan.
"Jangan gila Radit, Dengarkan aku baik-baik. Aku bukan Adira yang dulu lagi, status ku sudah berubah aku sekarang sudah tidak pantas untukmu lagi Masih banyak perempuan diluar sana yang pantas untuk bersama denganmu" Ucapan Adira dengan penuh kesungguhan.
"Aku tidak peduli kau mau bilang aku gila atau apapun itu, Karena Aku sudah pernah merasa gila karena kehilanganmu. Untuk kali ini aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi dan meninggalkanku lagi, Jadi aku tidak akan pernah melepaskan mu dari hidupku. Bagiku dulu atau pun sekarang kau tetap sama tidak ada yang berubah sedikitpun Kau tetep orang yang sama yang aku cintai dan sayangi. Kaulah Adira ku, Aku tidak peduli dengan statusmu itu karena hanya kau yang pantas untukku bukan orang lain atau wanita manapun hanya kau seorang. Dan aku harus mengingatkanmu lagi bahwa cinta ku padamu tidak pernah berubah sedikitpun. Cinta ku masih sama seperti dulu tetap untukmu, kau harus mengingatkan ucapan ku ini baik-baik. jadi jangan pernah kau memaksa ku untuk pergi dari hidupmu lagi untuk kali ini Biarkan aku memiliki mu" Jelas Radit dengan sangat serius dan penuh ketulusan.
__ADS_1