
Radit yang terus menggenggam tangan Adira dan tak membiarkan Adira menarik tangannya untuk dijauhkan darinya.
Sedangkan Adira yang melihat Tingkah Radit hanya bisa menghela nafas panjang, karena Radit tidak membiarkan ia untuk melepaskan tangannya dari genggaman tangan yang dilakukan oleh Radit untuknya.
"Apa tidak sebaiknya kau pulang saja, Lagi pula ini sudah mulai malam" Ucapan Adira sontak membuat Radit mendengus penuh kekesalan. karena Adira Seakan tidak senang dengan kedatangannya padahal rasa rindunya belum terobati sepenuhnya.
"Kenapa kau terus mengusirku sayang. Apa kau tidak senang dengan kedatangan ku untuk bertemu dengan mu. Apa kau tidak merindukan aku, Sama halnya Aku yang sangat merindukan mu " Ucapan Radit karena merasa sedikit kesal pada Adira.
"Maaf bukan maksud untuk mengusir mu, Tapi ini suda hampir malam aku juga ingin beristirahat" Ucap Adira jadi merasa tidak enak karena mendengar penuturan Radit barusan.
Radit melirik jam yg melingkar di pergelangan tangannya" Ini baru jam setengah delapan dan kau gencar sekali untuk menyuruh pergi dari sini" Ucapnya dengan rasa tak percaya sedang Adira segera mengambil kesempatan itu untuk menarik tangannya menjauh dari Radit.
"Aku capek, Jadi aku ingin beristirahat. jadi jangan salah paham tentang maksudku" Ucap Adira lagi.
__ADS_1
"Ya sudah, Tapi lain kali aku boleh mampir lagi kesini kan?" Ucap Radit sambil tersenyum memandang wajah Adira.
Adira menghela nafasnya" Ya lain kali kalau ingin mampir tolong hubungi aku terlebih dahulu"
"baiklah, Kalau begitu aku pergi dulu" Ucapan Radit seakan tak rela untuk meninggalkan Adira.
"Ya, Aku akan mengantarmu ke depan"
"Kedengarannya itu lebih baik. Tapi tunggu dulu dimana Tante Anita, Aku ingin berpamitan kepadanya" Ucap Radit karena suda tak melihat Mama dari sang pujaan hatinya. Dan juga seakan mengulur waktu karena ia enggan untuk pergi, Ia masih ingin berlama-lama bersama dengan Adira.
"Salam buat mama, Bilang saja dari calon menantunya yang begitu mencintai dan menyayangi putrinya" Ucap Radit sambil tersenyum dan melangkah menuju ke pintu utama.
"Yakin sekali dirimu bahwa aku bisa menerima mu menjadi suami ku" Jawab Adira sambil mengikuti Langkah Radit
__ADS_1
"Bukan hanya yakin saja, Tapi Ku juga sangat percaya diri untuk bisa menjadikan kau ibu dari anak-anakku kelak." Ucap Radit yang sudah sampai di teras rumah dan berbalik menatap wajah Adira secara lembut dan tangannya terulur untuk mengacak rambut Adira.
"Ya karena percaya diri memang sangat diperlukan. Jadi terserah kau saja dan tolong jangan lagi mengacak rambut ku" Jawab Adira dengan sedikit kesal
Radit tersenyum melihat wajah Adira yang kesal karena ulahnya. karena baginya wajah kesal Adira membuatnya semakin cantik dimatanya.
"Aku pulang dulu, calon ibu dari anak-anakku, Dan secepatnya akan aku buat kau menjadi milikku. karena aku yakin tidak lama lagi kau bisa mencintai ku seperti dulu" Ucap Radit penuh percaya diri dan mencuri ciuman dipipi Adira kemudian ia Segera melarikan diri memasuki mobilnya. sebelum mendapatkan pukulan dari Adira
Adira yang dicium Radit secara tiba-tiba membuatnya menjadi salah tingkah. Dan pipinya merona karena ulah Radit barusan.
Sedangkan sang pelaku yang membuat Adira jadi salah tingkah sudah duduk di dalam mobil sambil memperhatikan perempuan yang di cintainya itu.
"Masuk dan beristirahatlah, Selamat malam. Jika kau tidur Mimpilah yang indah yang dimana ada aku didalamnya" Ucapan Radit membuat Adira mendengus kesal sedang Radit Hanya melihatnya sambil terkekeh
__ADS_1
Setelah kepergian Radit dari rumahnya, Adira masuk dan mengunci pintunya. Ia segera menuju ke kamarnya untuk membersihkan dirinya.
Pipinya merona mengingat kejadian Barusan. Dia tak bisa mengerti kenapa bisa Hatinya meras sebahagia ini. Walaupun tidak dapat dipungkirinya bahwa memang dirinya pun sangat bahagia atas Ucapan Radit barusan untuk dirinya.