Penghianatan Suami Dan Sahabatku

Penghianatan Suami Dan Sahabatku
Bab 67


__ADS_3

Sekarang mereka semua sudah berkumpul di dalam ruangan perawatan Papa Bobi


" Saya sengaja memanggil kalian berdua untuk membicarakan mengenai tentang rencana pernikahan kedua anak kita, Karena Radit juga sudah setuju untuk menikahi dengan putri saya. Karena berhubungan saya sedang sakit parah maka saya ingin segera membicarakan agar dapat terlaksana" Ucap pak Bobi menghela nafasnya seakan dia sedikit sesak bernafas sedang Kedua orang tua Radit yang mendengarkan ucapan pak Bobi menjadi Kebingungan sedang Radit yang mendengar ucapan itu menjadi tersenyum dan merasa bahagia.


"Tapi sekarang anda sedang tidak sehat, Bagaimana kalau setelah Anda sehat baru Kita membicarakan ini" Ucapan Ayah Rijal membuat senyum dibibir Radit menjadi hilang dan menggelengkan kepalanya tanda tak setuju,Papa Bobi yang menyadari itu tiba-tiba berucap.


"Uhuk...Uhuk... karena saya tidak tau umur saya sampai kapan jadi saya ingin secepatnya menikahan kan mereka berdua. Saya takut umur saya tidak sampai esok hari" Ucapan Pak Bobi sontak membuat senyum dibibir Radit kembali terbit dan mengacungkan jempol secara sembunyi-sembunyi.


" Memang calon papa mertua bisa di andalkan aktingnya ngakak main-main, Totalitas sekali. Semoga Ayah dan mama menyetujuinya " Batin Radit berharap.

__ADS_1


Sedangkan Adira yang mendengarkan ucapan sang papa tidak kuat membendung air matanya, Sungguh dia sangat takut kehilangan orang yang sangat menyayangi dan mencintainya pria yang merupakan cinta pertamanya. Pria Yang dengan sangat tulus mencintainya tanpa syarat apapun itu. Radit dengan siapa menenangkan pujaan hati yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.


"Tapi masa mereka harus menikah dirumah sakit, saya ingin membuat pesta yang meriah" Akhirnya Mama Amelia membuka suara protes.


"Tidak apa-apa ma, Radit setuju kok biar hanya sederhana yang penting kami berdua sah" Ucap Radit ikut menimpali Ucapan sang mama.


Mama Amelia yang mendengar itu sungguh membuatnya kebingungan dengan ucapan sang putra barusan, Kenapa sang putri bisa setuju-setuju saja walaupun pernikahannya sederhana. Malahan sang mama dapat melihat wajah Putranya kelihatan sangat bahagia, Sungguh itu membuat mama Amelia menjadi bingung dengan pemikiran sang putra.


Adira dan mamanya yang mendengar obrolan mereka hanya bisa menyimak itu semua sesekali air mata milik Adira masih menetes, Ia tidak ingin ikut bergabung dalam pembicaraan itu. Sang mama Takut jika salah berucap maka Rencana yang sudah disusun sang suami dan calon menantunya itu terbongkar. Jadi, lebih baik ia diam dan mendengarkan saja lalu mengikuti Arul drama yang sedang dimainkan oleh suaminya. Walaupun sang mama merasa sangat berdosa karena telah membohongi sang anak semata wayangnya.

__ADS_1


Akhirnya pembicaraan yang memakan waktu yang lumayan sedikit panjang itu, Sampai membuat hati Radit dak dik Duk ser karena takut akan ditentang kedua orangtuanya. Namun tidak, Rupanya kedua orangtuanya akhirnya mau mengerti dan mengijinkan mereka untuk melaksanakan pernikahan di sore harinya.


Radit dan Adira pun Setuju untuk menikah di sore harinya. Radit merasa hari hari bahagia untuk dirinya hari yang tidak dapat dilupakan oleh dirinya.


"Wah Hari ini akan aku kenang seumur hidupku, akhirnya aku bisa mempersunting Adira. Aku tidak akan pernah melupakan kebaikan calon papa dan Mama mertua semur hidup ku. karena, berkat kebaikan mereka berdua yang mau diajak kerja sama untuk melakukan drama yang super keren ini. Mungkin kalau aku tidak meminta bantuan pada capmer aku tidak akan pernah tau kalau capmer ku mempunyai bakat terpendam menjadi seorang aktor. Penampilannya sangat memukau dan seperti nyata saja, wah hebat." Batin Radit yang memuji totalitas berakting pak Bobi.


Radit sudah tidak sabar menunggu sore harinya dia berulang-ulang kali mengecek jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.


"Kenapa aku merasa Waktunya berputar sangat lambat sekali, Tadi ketika aku cek Suda jam 13:15 kenapa sekarang baru menunjukkan pukul 23:30 padahal perasaan aku mengeceknya Suda sangat lama." Ucap Radit merasa keheranan.

__ADS_1


Sang mama yang mendengar ucapannya merasa aneh dengan tingkah putranya sungguh sangat jauh berbeda dari Radit yang ia kenal Empat tahun terakhir yang dingin dan tidak tersentuh tetapi dengan kembalinya Adira kedalam kehidupannya membuat Radit yang seakan telah lama hilang akhirnya kembali secara perlahan Radit. Radit yang dengan beribu tingkah anehnya. Mama Amelia tidak bisa berbohong ia juga sangat bahagia ketika melihat putranya bahagia.


"Apa kau tidak salah bicara, Perasaan belum setengah jam kau terus mengecek jam tanganmu itu. Apa kau tidak bisa sedikit saja bersabar, Dasar anak ini." Ucapan sang papa membuat Radit cengar-cengir sedang sang mama tersenyum melihat tingkah putranya.


__ADS_2