Penghianatan Suami Dan Sahabatku

Penghianatan Suami Dan Sahabatku
Ban 52


__ADS_3

Nadia yang semakin ketakutan melihat cara Radit menatapnya. Bagaimanapun caranya dia harus terbebas dari kemarahan Radit agar dia dapat terbebas. Pikir Nadia


Radit yang melihat wajah ketakutan Nadia membuat dia tersenyum mengejek kearahnya


"Rupanya kau masih mempunyai rasa takut juga, Aku kira Wanita iblis sepertimu tidak mempunyai rasa takut sama sekali." Ucapan mengejek yang Radit layangkan pada Nadia.


"A...aku sungguh tidak pernah melakukan itu, Pria itu pasti sengaja memfitnahku agar membuat kau semakin membenciku" Ucapnya sambil menunjuk pria yang sudah tidak berdaya yang terbaring tak jauh darinya.


Radit Berjongkok dihadapan Nadia dan satu tangan kanannya mencengkeram lengan Nadia dengan kuat. Hal itu membuat Nadia semakin menjadi ketakutan.


"Kau memang manusia penuh tipu muslihat Nadia. Bahkan kau Masi bisa berbohong" Ucap Radit tersenyum dingin


"Lepas Radit, Kau menyakitiku" Ucap Nadia menahan nyeri di lengannya.


"Aku harus mencari cara agar terbebas dari sini, Aku tidak ingin mati mengenaskan ditangan Radit. Tapi bagaimana caranya agar dia bisa membebaskan aku" Batin Nadia yang memeras otaknya agar bisa terlepas dari kemarahan pria yang dicintainya ini. Agar dia tidak mati konyol ditangan mantap tunangannya.


Mendengar Nadia yang mengadu kesakitan tidak membuat Radit bergeming dan Mengasihaninya, Hal itu malah membuat Radit lebih kuat mencengkram lengannya.

__ADS_1


"Rasa sakit yang kau rasa ini tak sebanding dengan rasa sakit yang kau buat untuk Adira ku" Ucapan Radit kemudian tangan kirinya mengambil pisau di balik saku jas yang ia kenakan, Pisau Yang mengkilap dan sangat tajam. Nadia yang melihat itu sontak membuat tubuhnya menggigil ketakutan.


"U... untuk a..pa pisau itu Radit?" Tanya Nadia dengan tubuh yang basah oleh keringat dingin karena merasa sangat ketakutan.


"Untuk apa, Yang jelas pisau ini akan aku gunakan untuk mengiris sedikit demi sedikit kulit di tubuhmu hingga darah tidak berhentinya keluar dari urat nadi mu. Agar kau merasakan kesakitan yang tidak terhingga sampai kau sekarat dan mati secara perlahan-lahan, atau rasa sakit itu yang akan membuatmu mengakhiri hidupmu sendiri karena tidak kuat menahan rasa sakit itu. akan aku buat sisa hidupmu terasah menyakitkan sampai-sampai kau menyesal pernah lahir di dunia ini." Ucapan Radit dengan begitu mengerikan.


"Jangan lakukan itu padaku, Aku mohon jangan menyakitiku" Nadia dengan menggoyangkan kepalanya


"Kenapa kau ketakutan? Manusia iblis sepertimu harus dilenyapkan. Jangan takut apa yang aku lakukan tidak akan sakit" Ucapan Radit dengan suara dingin dan mengerikan


"Aku mohon jangan Radit. Aku melakukan semua itu karena aku begitu mencintaimu, Aku tidak ingin kehilanganmu" Dengan suara yang bergetar Nadia mengakui perbuatannya.


"Hentikan tuan, Jangan anda mengotori tangan anda untuk membunuh Wanita berhati iblis itu. Ucap Johan mencegah tuannya


"Kenapa kau menghentikan kan aku, Aku hanya membalas perbuatannya pada Adira ku" Ucap Radit tanpa menatap Johan


"Saya yang akan melakukannya tuan, Serahkan saja kedua manusia ini pada saya. Kerena kalau tuan yang melakukannya itu semua dan sampai nona Adira mengetahuinya maka ia akan sangat kecewa pada Anda tuan." Jelas Johan "anda tidak perlu khawatir tuan biar saya yang menanganinya" Ucap Johan lagi

__ADS_1


"Apa kau akan serahkan mereka ke polisi?"


"Tidak tuan, Akan aku buat Meraka berdua menderita bahkan hal yang tidak pernah di rasakan dan dibayangkan oleh mereka. Aku akan membuat mereka mendengarkan namamu saja menjadi ketakutan bahkan sampai dalam mimpi sekalipun. Sampai mereka memilih lebih baik mati daripada terus hidup" Ucapan Johan yang terdengar sangat mengerikan di telinga Nadia bahwa Nadia sudah bergidik ngeri.


"Tidak aku tidak mau ikut denganmu, Lebih baik aku mati ditangan mu Radit itu jauh lebih baik daripada aku ikut dengannya" Teriak Nadia penuh ketakutan "Lebih baik kau menghabisi aku sekarang, Atau biarkan aku dipenjara. Tapi Jang serahkan aku pada asisten mu" Nadia melihat wajah dingin dan mengerikan Johan. Sehingga dia memiliki firasat yang buruk akan terjadi padanya jika dia dibawa oleh Asisten mantan tunangannya itu.


"Aku tidak menyuruhmu untuk memilih" Ucap Radit membentak Nadia dan kembali berucap "Kalau begitu kau urus wanita ini, cepat pergi membawanya dari hadapanku sebelum tanganku ini tak dapat aku kendalikan Karena terus melihatnya. Aku tak dapat mengontrol emosiku dan aku akan mencabik-cabik tubuhnya dengan Pisau ku ini jika aku terus melihat wajahnya"Ucap Radit lalu berdiri dan menyerahkan pisaunya pada Johan.


"Baik tuan, Aku akan membuatnya lebih menderita ditangan saya tuan. Anda tidak perlu khawatir aku tidak akan mengecewakan mu tuan" Ucapan Johan yang melihat Nadia dengan menyingrai.


"Aku percayakan wanita iblis ini padamu, Aku tidak ingin membuat Adira kecewa padaku jika dia tau aku menjadi pembunuh. Aku tidak ingin terlihat seperti pecundang Kalau saja aku tidak memikirkannya maka aku yang akan membunuh mereka dengan tangan ku sendiri secara perlahan-lahan." Ucap Radit dan dia segera melangkahkan pergi meninggalkan apartemen itu.


"Radit jangan tinggalkan aku dengannya" Teriak Nadia


"Diam kau" Bentak Johan


Nadia seketika menutup mulutnya dan Johan segera menelpon dua anak buahnya yang sedari tadi menunggu diparkiran apartemen.

__ADS_1


"Jangan takut Nadia aku akan membuat hidupmu menderita di saat-saat terakhir sisa hidupmu di Dunia ini." Ucapan Johan dengan seringai licik layaknya seorang pembunuh. Setelah anak buahnya datang Johan segera menyuruh mereka membawa Nadia ke tempat yang lebih aman.


__ADS_2