
Sehabis sarapan Adira sudah ingin bertanya tentang kejadian empat tahun lalu, Ketika ia hendak membuka mulutnya namun tiba-tiba
Drttt....drttt suara telpon milik Adira berbunyi sehingga mengurungkan niatnya untuk bertanya. Setelah dilihat ternyata sang mama yang menelponnya.
"Halo ma, Ada apa?" Tanya Adira ketika ia telah mengangkat telpon dari sang mama.
"Kamu dimana sayang? Kenapa belum sampai?" Tanya sang mama karena merasa khawatir sudah lama ia sampai ke rumah namun sang anak dan Radit belum kunjung sampai. Apa lagi sang anak belum terlalu sehat ia hanya merasa khawatir.
"Sebentar lagi ma, Aku dan Radit lagi singgah makan di restoran, Ini kita sudah mau balik kok" Jawab Adira pada sang mama
Setelah itu Adira mengajak Radit untuk mengantarnya pulang ke rumah, Dalam perjalanan Radit bertanya " Bagaimana dengan pekerjaan mu"
Adira yang awalnya duduk melihat kearah depan kini berbalik melihat Radit " Selama ini Masi lancar-lancar saja" Jawab Adira dengan tersenyum.
Setelah itu terjadi keheningan beberapa menit antara mereka berdua, Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Radit" Panggil Adira,
"Kenapa Sayang" Sahutan Radit dengan suara yang Lembut. Adira yang sudah bosan protes pada Radit untuk tidak memanggilnya dengan sebutan sayang hanya ia biarkan saja karena dilarang pun percuma Radit tidak akan merubah panggilan untuknya.
"Aku ingin bertanya sesuatu padamu, Tapi aku harap kau mau menjawab dengan jujur" Ucap Adira deng wajah serius.
__ADS_1
"Tanya tentang apa? sepertinya sangat serius?" Radit menjadi penasaran dengan apa yang mau Ditanyakan Adira untuknya.
"Apa benar empat tahun lalu kau dan Nadia pernah tidur bersama?" Radit yang mendengar itu membuatnya mengerem mobilnya secara tiba-tiba, untungnya Radit membawa mobilnya dengan pelan sehingga itu tidak membuat Adira terkejut karena ulahnya. Hanya saja dia yang terkejut karena pertanyaan Adira barusan.
"Kenapa kau bisa berpikir seperti itu? Apa menurutmu aku akan melakukan hal menjijikan seperti itu dan tega mengkhianatimu" Ucapannya sambil menatap mata Adira dengan sangat dalam, Setelah itu barulah Radit kembali menjalankan mobilnya kembali.
"Aku tidak berpikir seperti itu jika tidak ada orang yang bilang padaku" Jawab Adira.
"Siapa yang bicara omong kosong itu padamu?" Tanya Radit yang penasaran siapa orang yang bicara seperti itu.
"Siapa yang sudah memberitahu Adira yang tidak-tidak tentangku, Kalau tidak ada yang memberi taunya. Dia tidak mungkin dia berani bertanya hal seperti itu padaku" Batin Radit
"Sudahlah, Kalau memang semua itu tidak benar. Lupakan saja pertanyaan ku barusan"
"Sudah lupakan saja pertanyaan ku barusan"
Karena Mobil yang dikendarai Radit sudah memasuki pekarangan rumah Adira, sehingga membuat Radit tidak meneruskan pertanyaannya padahal dia sangat penasaran dengan orang itu.
Adira segera turun diikuti Radit yang berjalan disampingnya, Ternyata sang mama dan papanya sudah duduk menunggu mereka di teras depan rumah. Adira yang melihat Ayah sudah pulang menjadi sangat bahagia sampai ia berlari untuk memeluk Sang papa.
"Papa Adira kangen" Ucap Adira setelah masuk kedalam pelukan sang papa.
__ADS_1
"Maaf ya sayang. Papa baru bisa pulang hari ini" Ucap sang papa setelah sang putri melepaskan pelukannya. Sang papa merasa bersalah karena tak dapat pulang lebih cepat untuk menemui sang putri tercintanya.
"Ehem.." Suara sang mama untuk menghentikan pembicaraan papa dan anak itu kalau tidak Ia dan Radit pasti tidak dianggap ada oleh sepasang anak dan papa yang sedang melepas kerinduan itu.
"Om, Tante" Ucap Radit sambil menyalami tangan orangtua tersebut.
"Ayo masuk kita ngobrol didalam" Ucapan sang mama pada mereka semua. Sedangkan Adira dia tidak gabung bersama mereka. Ia langsung ke kamar untuk beristirahat karena kondisinya yang belum terlalu sehat.
Setelah Papa, mama Adira dan Radit duduk. Papa Adira memulai bicara pada Radit " Terimakasih Radit karena sudah menolong Adira. Om sudah dengar dari cerita Tante kalau kau masih mencintai Anak om. Apa itu benar nak Radit?"
"Ia om, Aku masih sangat mencintai putri om" Jawab Radit pasti
"Om tidak melarang Adira untuk menjalani hubungan baru, Hanya saja om berharap kau tidak mengecewakannya kembali. Karena yang pasti kau sudah tau status anak om, Jika kamu bisa menerima itu Om tidak akan melarang hubungan kalian" Ucap papa Adira pada Radit dengan sangat serius. Kerena biar bagaimanapun sebagai seorang papa ia tidak ingin anaknya terluka untuk yang kedua kalinya.
"Aku berjanji tidak akan pernah mengecewakan Adira, Aku akan mencintainya seumur hidup saya. Om tak perlu khawatir tentang status Adira karena saya tidak mempermasalahkan itu semua." Jawab Radit penuh kesungguhan tidak terlihat kebohongan sedikit pun dari matanya
"Tapi ini bukan hanya tentang dirimu, Tapi juga keluargamu apa mereka bisa menerima status Adira?" Tanya om Bobi
"Kalau masalah keluarga saya, om dan Tante Tidak perlu merasa khawatir karena saya sudah berbicara dengan mereka mengenai Adira. Malahan mama sangat senang karena Adira lah yang akan menjadi menantunya" Jawab Radit lagi
Papa Bobi dan mama Anita yang mendengar itu menjadi tersenyum karena memang mereka bisa melihat dengan jelas betapa besar cinta Radit untuk putri mereka itu. Lagi pula mereka sudah pernah saling mengenal walaupun itu sudah sangat lama.
__ADS_1
"Aku percayakan putri ku untukmu. Saya harap kau bisa selalu menjaga dan melindunginya" Ucap papa Bobi. Radit yang mendengarkan itu tersenyum karena sudah mendapat restu dari kedua orangtua Adira tinggal bagaimana caranya agar Adira bisa kembali menerimanya dan mencintainya seperti dulu lagi.