Penghianatan Suami Dan Sahabatku

Penghianatan Suami Dan Sahabatku
Bab 38


__ADS_3

Setelah sampai rumah Tante Natalia mendatangi Nadia di dalam kamarnya. Ia ingin mendengarkan kejujuran putrinya. dengan menahan amara pada Nadia yang membuatnya malu di hadapan Adira karena kebohongan yang di ceritakan Nadia padanya.


Setelah sampai di Hadapan kamar putrinya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Tante Natalia membuka pintu kamar dengan kasar.


''Ada apa ma'' Tanya Nadia kaget karena mamanya membuka pintu kamar dengan tiba-tiba. Di tambah dengan wajah sang mama seperti orang yang sedang menahan amara.


Sesampainya Tante Natalia dihadapan Nadia Tante Natalia mengangkat tangannya dan menampar wajah Nadia.


Plak.... Bunyi tamparan yang menggema di dalam kamar milik Nadia. Tante Natalia menampar wajah Nadia dengan begitu kerasnya. Sehingga membuat tangannya Tante Natalia merasa sedikit kebas karena saking keras menampar wajah putrinya itu.


Nadia tentu saja terkejut dengan apa yang dilakukan oleh sang mama terhadap dirinya.


"Mama apa-apaan sih, Datang-datang main tampar wajah Nadia." Tanya Nadia sambil memegang pipi kirinya yang terasah berdenyut karena tamparan dari sang mama. Dan Nadia tak habis pikir dengan tingkah mamanya yang kelihatan aneh menurutnya.

__ADS_1


Tante Natalia menatap wajah putrinya dengan tatapan yang sangat tajam"Kau pantas untuk Mendapatkannya Nadia. Mama tidak habis pikir dengan kelakuanmu itu, ternyata yang kau ucapkan itu hanya kebohongan agar dapat menutupi kelakuan bejatmu itu" Ucap Tante Natalia dengan suara yang penuh dengan amarah


"Maksud mama apa? Nadia nggak mengerti?" Ucapnya dengan bingung.


"Kau tegah berselingkuh dengan suaminya Adira sahabatmu sendiri, kau sungguh memalukan Nadia, Kau membuatku malu sebagai mamamu, dimana hati nurani mu sebagai seorang perempuan, Sehingga kau dengan begitu tega menyakiti hati perempuan lainnya. Ingat Nadia wanita baik-baik tidak akan merebut milik wanita lainnya. Tapi sebaliknya hanya wanita yang buruk yang ingin mengambil milik wanita lainnya. sungguh kau membuat mama kecewa dengan dirimu" Ucapnya dengan air mata yang menetes merasa gagal untuk menjadi seorang ibu bagi anak perempuannya.


Nadia yang mendengarkan ucapan sang mama membuatnya menjadi terkejut, ternyata sang mama telah mengetahui kebohongannya, bukan hanya kebohongannya saja melainkan perbuatannya yang sebenarnya, perbuatan perselingkuhannya yang dia ditutupi mati-matian dari sang mama. Namun Nadia tetaplah Nadia. Bukanlah Nadia namanya jika tak bisa bersandiwara dihadapan sang mama.


"Aku tak pernah melakukan apa yang mama tuduhkan terhadap ku, Aku tidak pernah berselingkuh dengan Aditia, Adira hanya memfitnahku agar mama juga ikut membenciku seperti papa dan Radit." Ucapnya sambil meneteskan air mata buayanya.


" Karena aku membencinya, semua orang begitu sangat menyukai dan begitu juga mengagumi dirinya. Aku iri terhadapnya seolah-olah hanya dia yang terbaik. bahkan orang yang aku sukai juga menyukai dirinya. Dia Sudah seperti penghalang bagi kebahagiaan ku" Nadia berpikir sama saja mamanya sudah mengetahui tentang kebohongannya. jadi, untuk apa lagi dia terus berbohong. sama saja mamanya sudah tidak mempan dengan ucapannya dan kebohongannya lagi. Jadi lebih baik dia mengatakan yang sebenarnya pada sang mama.


Mendengar ucapan Nadia membuat Tante Natalia begitu terkejut. Sehingga ia menghela nafas dalam-dalam dan mengeluarkan secara perlahan.

__ADS_1


"Sifat iri hati itu tidaklah baik nak. Dari pada kau menyimpan sifat iri hati terhadapnya, kenapa kau tidak berusaha melakukan yang jauh lebih baik daripada apa yang dilakukan oleh Adira" Ucap Tante Natalia dengan bijak


"Aku sudah mencobanya, melakukan yang terbaik lebih darinya tapi tak ada yang mau melihat kearah ku. semuanya hanya melihat kearah Adira seakan-akan aku tidak pernah terlihat Dimata mereka. Jadi aku menginginkan apa yang dimiliki oleh Adira. Aku menginginkan semua nya termaksud suaminya Aditia. aku menjadi sangat muak bahkan hanya dengan melihat wajah Adira" Ucap Nadia


"Kau membencinya sehingga kau menghancurkan rumahtangganya hanya agar dapat merusak kebahagiaan sahabatmu sendiri ? Sungguh kau sangat kejam Nadia. Mama pikir kau merupakan anak yang baik padahal mama salah menilai dirimu selama ini. Kau manusia berhati iblis, Kau Manusia yang tidak punya rasa malu, Bahkan kau memfitnah Adira hanya agar dapat menutupi kebohongan mu yang lain. Kebohongan yang kau buat untuk menutupi kesalahan mu. Ternyata apa yang dikatakan oleh papamu adalah sebuah kebenaran, dan mama dengan bodohnya mempercayai semua ucapan busuk mu itu. sungguh mama sangat kecewa terhadapmu" Ucap Tante Natalia dengan wajah yang begitu kecewa terhadap putri semata wayangnya yang merupakan kebanggaan baginya tapi sekarang putrinya sendiri yang mencoreng wajahnya.


"Aku tidak peduli dengan kebahagiaannya dan apapun itu tentang Adira" Ucap Nadia yang tidak mau mendengarkan ucapan sang mama


Tante Natalia menghela nafasnya dan mengeluarkan secara perlahan "Pergi dan meminta maaflah padanya. pasti dia akan memaafkan dirimu karena Adira merupakan anak yang baik" Ucap Tante Natalia dengan merendahkan sedikit nada bicaranya ia berharap agar putranya dapat mendengarkan ucapannya


"Tidak aku tidak akan pernah meminta maaf padanya, Karena itu bukanlah kesalahan ku sama sekali. Siapa suruh dia sendiri yang tidak tahu cara menjaga dan membahagiakan suaminya, sehingga membuat suaminya berpaling dari dirinya. Coba saja kalau dia dapat memuaskan dan melayani suaminya dengan baik, maka suaminya tidak akan pernah berselingkuh denganku. Jadi itu semua bukanlah salah ku" Ucap Nadia seperti tidak mempunyai rasa malu sama sekali.


"Kau bicara seperti itu apakah kau tak punya rasa malu sama sekali, sehingga dengan mudahnya kau berucap seperti itu dengan mulutmu sendiri nak? apakah kau tidak pernah berpikir atas ucapan mu barusan, kau sudah seperti seorang jelang yang haus akan belaian Nadia. Bahkan mama yang mendengarkannya saja begitu malu atas ucapan mu barusan" Ucap Tante Natalia yang merasa malu dan kecewa sekaligus, atas ucapan putri satu-satu yang dimilikinya.

__ADS_1


"Terserah mama, mau bilang aku seperti apa aku tak mau peduli samasekali" Setelah berucap seperti itu Nadia segera pergi dari hadapan sang mama.


Tante Natalia hanya dapat mengusapkan dadanya atas kelakuan putrinya dan merasa sangat kecewa terhadap Nadia. Dan Ia merasa sudah gagal menjadi seorang ibu yang tidak dapat mendidik putrinya dengan baik. Sehingga dengan teganya menjadi perusak rumahtangga bagi sahabatnya sendiri.


__ADS_2