Penghianatan Suami Dan Sahabatku

Penghianatan Suami Dan Sahabatku
Bab 61


__ADS_3

Adira yang merasa jengkel dan moodnya yang sudah rusak di pagi ini, sehingga ia memutuskan untuk pulang dari taman tersebut, Kenapa seakan dia dikelilingi dengan para pria yang suka memaksa kehendak Meraka terhadapnya.


"Kenapa aku dipertemukan dengan para pria yang sukanya memaksa saja, seperti Radit dan tadi siapa Daniel atau siapapun itu. huh, menyebalkan sekali." Ucapannya dengan bersungut-sungut


Ketika sampai di rumah ia masuk dan melihat Radit sudah duduk bersama sang papa


"Kenapa pagi sekali manusia satu ini sudah di sini" Batinnya


"Sayang, Sudah pulang jalan-jalan paginya. Lain kali kalau mau keluar dihari Minggu seperti ini ajak aku juga biar bisa menemanimu. Jangan sampai ada buaya-buaya lapar yang mau mendekati mu" Ucapan Radit membuat wajah Adira semakin jengkel karena mengingat Daniel.


"Posesif tidak bisa dikurangi" Jawab Adira


"Itu sudah mendarah daging. Hey, kenapa dengan wajahmu kelihatan tidak bersahabat sekali sayang. Ada apa?" Tanya Radit


"Tau ah gelap" Jawab Adira yang langsung meninggalkan dua pria yang sedang duduk bersama


"Moodnya sepertinya sedang tidak baik" Ucapan ayah Adira


"Mungkin lagi dapet, Biasanya kan seperti itu" Jawaban Radit itu membuat dua orang pria berbeda usia itu terkekeh.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Satu bulan telah berlalu semenjak hari yang menjengkelkan buat Adira itu. Namun tidak dengan Daniel, Dia tidak dapat melupakan wajah cantik milik perempuan yang tidak sengaja dijumpainya di taman waktu itu


Hal itu lah yang membuat Daniel setiap hari minggu selalu datang ke taman tersebut, dengan tujuan bisa berjumpa kembali dengan perempuan yang telah mencuri separuh hatinya itu.


Seperti hari ini dia sengaja datang lebih Awal dengan harapan bisa bertemu kembali dengan perempuan tersebut, Kerena sudah beberapa Minggu ini dia tidak pernah melihat perempuan Cantik itu lagi.


Seakan Tuhan sedang mendengarkan doanya di melihat perempuan itu sedang berjalan sendirian. Hal itu membuat dirinya berjalan cepat untuk dapat mensejajarkan langkah mereka berdua.

__ADS_1


"Hay, Cantik baru kelihatan lagi dari mana saja beberapa Minggu ini?" Tanyanya seperti orang yang sudah sangat akrab


Adira yang mendengarkan suara itu berhenti dan melihat lelaki yang tempo hari ingin berkenalan dengan dirinya.


"Berhenti sok akrab dengan ku, Kita tidak saling mengenal. Dan juga tidak seakrap itu" Ucap Adira dengan wajah penuh kekesalan


"Makanya Kita harus saling berkenalan dan mengakrabkan diri agar bisa saling mengenal satu sama lain" Ucapannya dengan Wajah yang menjengkelkan bagi Adira yang melihatnya


"Pagi-pagi sudah merusak mood orang saja" Batin Adira


"Tapi aku sangat tidak tertarik untuk berkenalan dengan mu"


"Jangan seperti itu, kata pepatah tak kenal maka tak sayang. Bukan begitu" Ucapannya Santai


Ketika Adira hendak pergi dia mendengar ada yang berteriak memanggil namanya. Suara yang sangat familiar yang begitu dikenal yang tidak lain dan tidak bukan adalah suara milik Radit.


"Sayang, aku kan sudah pernah bilang kalau mau keluar harus dengan ku" Ucapannya dengan lembut dan tersenyum dan langsung memeluk pinggang Adira posesif seakan menunjukkan tanda kepemilikan atas diri wanitanya.


"Daniel Wiliam" Ucapannya sambil menyodorkan tangan mengajak perkenalkan


"Perkenalkan saya calon suaminya perempuan ini, kami akan segera menikah dalam waktu dekat ini" Ucap Radit dengan menjabat tangan Daniel dan senyum mengejek Seakan mengatakan Kau sudah kalah sebelum memulainya kawan.


Daniel yang mendengarkan ucapan Radit dan Senyum mengejeknya merasa sakit hati dengan hal tersebut. Adira merasakan Aura permusuhan sangat kentara antara dua lelaki tampan itu.


"Baru calonkan, Berarti masih ada kesempatan untuk ku agar bisa merebutnya darimu bukan" Ucapan Daniel yang membalas ucapan Radit dengan senyum yang balik mengejek.


Radit yang sudah tidak bisa menahan amarahnya segera menarik kerah baju milik Daniel hal tersebut Sontak membuat Adira menjadi kaget dan Kebingungan.


"Jaga ucapan mu barusan, Karena sampai mati pun aku tidak akan pernah melepaskan Adira ku untuk lelaki seperti mu, Brengsek." Daniel melepaskan tangannya Radit dari dirinya dan tersenyum mengejek dan berbalik menatap Adira

__ADS_1


"Hay Cantik, Jadi nama mu Adira. Nama yang cantik, Secantik orangnya" Ucapan Daniel yang sengaja memanasi Radit


"Kurang ajar, Jaga batasan mu" Ucap Adira dengan suara yang marah


Tanpa pikir panjang Radit memberikan bogem mentah untuk Daniel itu dan berkata "Itu barulah pelajaran untuk mu, Jika kau masih menganggu calon istriku lagi jangan salahkan aku jika kau akan dapat yang lebih dari itu Dan kau akan menyesal telah bermain-main dengan ku. CAMKAN itu" Ucapnya penuh penekanan. Setelah itu Radit membawa Adira pergi menjauh dari pria itu.


Daniel hanya memegang ujung bibirnya yang pecah dan terasa anyir dari darah karena pukul itu.


"Kurang ajar lihat saja nanti akan ku rebut dia" Ucapan Daniel dengan tangan terkepal kuat menandakan kemarahannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Radit dan Adira yang langsung pulang ke rumah semenjak kejadian tadi. Hal itu membuat Radit menjadi semakin posesif terhadap Adira.


"Aku sudah bilang jangan pernah keluar sendiri tapi kau tidak pernah mendengar ucapan ku" Ucapan setelah mereka duduk di kursi ruang tamu. Radit yang masih menunjukkan aura kemarahan yang masih tersisa dalam dirinya.


Adira yang mendengarkan ocehan Radit hanya membungkam mulutnya tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya.


"Lain kali jika ingin keluar harus bersama dengan ku. Kalau tidak tak usah keluar sama sekali" Ucapannya posesif.


"Apa aku harus ke perusahaan harus juga dengan mu" Jawab Adira memastikan ucapan Radit


" Itu pengecualian" Ucap Radit lagi.


"Atau sebaiknya kita segera menikah saja, agar aku merasa lebih tenang jika kau keluar sendirian sekali pun" Ucapan Radit seakan mendapatkan solusi dari ketakutannya kehilangan Adira.


"Jangan ngaco, Tunggu Sembilan bulan lagi" Ucap Adira protes


" Hanya itu solusi agar kau tetap menjadi milikku" Jawaban Radit membuat Adira mencibirkan bibirnya sedangkan Radit hanya tersenyum karena amarahnya sudah reda akibat otaknya mendapat solusi untuk Menikahi Adira secepatnya.

__ADS_1


"Itu sih keinginan dan kemauanmu, Jangan mengada-ngada ya aku belum ingin menikah untuk saat ini" Jawab Adira dengan Jengkel.


Radit hanya bisa menarik nafas panjang karena susah sekali membujuk dan meyakinkan Adira untuk menikah dengannya secepatnya.


__ADS_2