Penghianatan Suami Dan Sahabatku

Penghianatan Suami Dan Sahabatku
Bab 51


__ADS_3

Ketika pintu dibuka Radit langsung bertanya pada orang tersebut dengan tidak sabaran "Bagaimana, apa kau sudah menemukan pelakunya?"


"Sudah tuan, Saya sudah mengamankannya ketika dia keluar dari sebuah Cafe" Ucap pria itu yang tidak lain adalah Johan sang asisten.


"Baiklah, sekarang Anatar aku ke tempat itu untuk menemuinya" Perintah dari Radit yang sudah tak sabar bertemu dengan pelaku yang ingin menabrak Adira. Namun sebelum Mereka berdua pergi, mereka berpamitan terlebih dahulu pada mama Anita setelah itu barulah mereka pergi dari ruangan itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedangkan itu di apartemen milik Nadia, Ia sedang duduk menunggu pria yang sedang keluar ingin membeli makanan untuk mereka berdua dengan tidak sabaran karena sang pria sudah keluar dengan begitu lama.


"Dia pergi beli makanan di mana sih, sampai-sampai lama seperti ini. Padahal dari awal sudah ku bilang pesan lewat go food saja tapi dia tidak mau mendengarkan ucapan ku" Lirih Nadia dengan tak sabaran


Nadia yang menunggu sudah hampir Tiga jam berlalu sampai ia merasa bosan sendiri, Namun tidak lama setelahnya bel apartemennya berbunyi. Dia segera berdiri dan membuka pintu "Kenapa kau lama sekali, apa kau pergi beli makanan di planet mars? sampai-sampai...." Ucapannya terhenti ia tidak dapat melanjutkan ucapannya.


Betapa terkejutnya Nadia setelah pintu terbuka lebar ia melirik Pria yang sedari ditunggunya datang dengan wajah yang babak belur.

__ADS_1


Yang lebih mengejutkan Nadia lagi ada dua orang pria yang bersama dengan lelaki yang sedari tadi membuatnya menunggu itu. Apalagi pria itu merupakan mantan tunangannya yaitu Radit.


"R.. Radit" Panggil Nadia dengan suara yang tercekat karena saking terkejutnya ia.


"Hai Nadia, Apa kabar sudah lama kita tidak bertemu" Ucap Radit berbasa-basi tapi dengan raut wajah menahan amara yang dapat dilihat oleh Nadia.


"K.. Kenapa kalian Berdua memukulnya? Aku bisa melaporkan kalian ke pihak berwajib?" Ucapan Nadia dengan marah


Radit terkekeh mendengar penuturan dari Nadia "Laporlah Nadia, tapi setelah polisi datang kemari yang mereka tangkap bukan kami tapi kalian berdua" Ucapan Radit santai tapi terdengar menusuk.


"Apa M.. maksudmu Radit, A..ku tak mengerti" Ucap Adira dengan suara yang gugup


"Kau memang wanita yang pandai bersandiwara sehingga bisa mengelabui setiap orang, Siapapun itu tanpa terkecuali. Tapi sayang orang itu bukanlah diriku Nadia." Ucapan Radit penuh penekanan dan tersenyum mengejek pada Nadia.


Nadia yang melihat aura Radit begitu menakutkan di tambah tatapan matanya yang seakan ingin mengulitinya hidup-hidup, Sungguh membuat Nadia menjadi ketakutan setengah mati. Setelah itu Radit dan Johan masuk kedalam apartemennya, Johan Segera menutup pintu tanpa perlu diperintah oleh tuannya terlebih dahulu.

__ADS_1


"K...kau jangan bicara sembarangan, Aku tidak mengerti dengan ucapan mu" Ucap Nadia yang menutupi kegugupan dan ketakutan. Apa jangan-jangan Radit sudah mengetahui perbuatannya, Tapi terlalu cepat untuk bisa mengetahui semua itu. Pikirnya


"Tidak perlu berpura-pura bodoh, Kau pikir aku tidak bisa mengetahui semua perbuatan busukmu itu? Kau menyuruh orang untuk mencelakai Adira, Bahkan selama ini kau membohongi ku dengan cara menyembunyikan keberadaan Adira dari ku, padahal kau mengetahuinya dan kau diam saja seakan tidak tau keberadaannya.


"Jangan bicara sembarangan tanpa bukti yang jelas" Nadia Masih terus mengelak


"Bukti, Pria dihadapan mu ini sudah bercerita semuanya pada ku. Kau perlu bukti apa lagi ha, Kau menyuruhnya untuk memutuskan tali rem mobil Adira dan menyewa truk untuk menabraknyakan sampai Adira kehilangan ingatannya. lalu sekarang kau menyuruhnya kembali untuk menabrak agar dapat membunuh Adira, memang Dasar kau wanita berhati iblis" Ucapan Radit yang sudah menahan kegeraman


Radit maju melangkah mendekati Nadia. Sedang Nadia yang melihat itu memundurkan Langkah kakinya. "Kau mau apa" Tanya Nadia dengan penuh ketakutan didalam dirinya


" Tentu saja aku ingin menghabisi mu" Ucapan Radit dengan suara santainya namun dengan senyum menyingrai, Hal itu membuat Nadia semakin menjadi ketakutan dibuatnya.


"K...au tak mungkin berani melakukan itu se...." Suaranya tercekat di tenggorokan karena Radit sudah mencekik lehernya.


"Apa yang kau pikirkan sehingga kau bilang aku tidak berani membuhmu, Wanita jahat, licik yang berhati iblis sepertimu harus dimusnahkan." Ucapan Johan yang melihat Wajah Nadia yang sudah memucat dan ia melempar tubuh Nadia sehingga Nadia jatuh kelantai. Hal itu membuat Nadia menghirup Rakus udara agar dia bisa bernafas karena cekikan Radit telah terlepas dari lehernya.

__ADS_1


__ADS_2