Penghianatan Suami Dan Sahabatku

Penghianatan Suami Dan Sahabatku
Bab 42


__ADS_3

Dikediaman Nugroho


Pagi ini Radit yang bangun dengan penuh semangat dan senyum yang tak hentinya terpancar dari wajahnya. Bagaimana tidak dia sudah membayangkan hari ini akan bertemu dengan Adira sang pujaan hati.


Sehabis mandi dan memakai pakaian formal untuk bekerja ia keluar menuju Meja makan, Jangan lupakan senyumnya. Sampai-sampai sang mama yang melihat anaknya hanya bisa menggelengkan kepalanya. Karena mama Amelia sudah hafal betul tingkah anak lelakinya itu, Jika dia sudah tersenyum seperti itu pasti ada hubungannya deng perempuan yang didambakan yang tak lain adalah Adira.


Radit yang sudah tak bisa membendung rasa rindunya kepada Adira, membuatnya menyantap sarapannya dengan terburu-buru agar dia bisa segera pergi ke kantor dan menyelesaikan pekerjaannya. Agar selesai sebelum jam makan siang sehingga dia bisa menemui Adira di kantor sang pujaan hatinya itu.


"Radit Kenapa kau sarapan dengan terburu-buru?" Tegur sang mama melihat tingkah putranya.


"Soalnya ada pekerjaan yang harus segera Radit kerjakan ma" Jawaban Radit membuat mamanya hanya menganggukkan kepalanya saja tanpa ingin tahu lebih lanjut tentang putranya yang sedang mabuk kasmaran seperti ABG itu.


Setelah selesai Radit sarapan dan berpamitan kepada sang mama. Ia segera keluar menuju ke perusahaannya.


Sesampainya di kantor Radit memarkirkan mobilnya kemudian ia turun dan berjalan memasuki kantor. Untuk menuju keruang tempatnya bekerja.

__ADS_1


Johan yang melihat tuan mudanya sudah datang segera berdiri dan berjalan mengikuti tuannya menuju keruang sang tuan muda. Setelan Radit menduduki tubuhnya di kursi kebesaran miliknya, Johan Segera membacakan agenda untuknya hari ini. Tak lupa juga Johan mengingatkan atas Rencana makan siang dengan Klain dari luar negeri hari ini.


Radit yang mendengarkan penuturan Johan pun bertanya " Apa jadwal makan siang nanti tidak bisa ditunda atau diundur?"


"Tidak bisa tuan, Karena nanti sore Klain kita akan terbang kembali ke negara asalnya tuan'' Jawab Johan


"Tapi nanti siang aku ingin bertemu dengan Adira" Ucap Radit pada sang Asisten


"Maaf tuan, Tapi hari tidak bisa karena tidak mungkin kita membatalkan janji dengan Mr.X, yang sudah datang jauh-jauh dari Negeri C untuk menemui tuan dan tuan membatalkannya tanpa alasan yang jelas" Jawab Johan lagi


"Maaf Tuan, Karena tuan tidak pernah bertanya lagi tentang Nina Adira, Jadi saya pikir tuan telah melupakannya. Tapi Tuan tenang saja Karena saya telah menjadwalkan kerja sama dengan perusahaan milik Nona Adira tuan." Jawab Johan sedikit menundukkan kepalanya Karena mendengarkan pertanyaan dari tuanya yang menyimpan kekesalan pada dirinya itu.


"Ya suda kembali ke mejamu saja" Usir Radit pada Johan karena rencananya yang ingin bertemu dengan sang pujaan hati harus ia urungkan hari ini. padahal ia sudah sangat bahagia hanya dengan memikirkan pertemuannya dengan Adira.


"Baik tuan, saya permisi" Setelah kepergian Johan, Radit menjadi Tidak bersemangat lagi, tidak seperti pertama kali ia datang tadi.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di kantor tempat Adira bekerja, Dia sudah mulai bekerja seperti biasanya. Tak perlu perkenalan seperti sebelum-sebelumnya pada para karyawan. Karena kebanyakan karyawan sudah mengetahui dan mengenal tentang dirinya. Karena ini bukan pertama kali dia bekerja di perusahaan milik orangtuanya itu.


Hanya Ada beberapa karyawan baru yang belum mengetahui tentang dirinya saja yang masih bertanya-tanya tentang anak pemilik perusahaan tempat mereka bekerja itu.


Seperti Siang ini dia menjadi pusat perhatian di perusahaan milik orangtuanya


"Wah. Itu nona Adira ya?" Tanya karyawan yang belum pernah melihatnya


"Ia dia nona Adira, Ia adalah wanita yang baik dan tidak sombong seperti anak pemilik perusahaan yang lain"


"Ia benar, Beliau sangat bersahabat dengan para karyawan"


Itulah bisik-bisik atas pujian yang dilontarkan oleh para karyawan yang dapat di dengarkan oleh Adira.

__ADS_1


Karena memang Adira dikenal dengan pribadi yang hambel pada setiap karyawan,dan tidak sungkan untuk tersenyum pada karyawan yang menyapa Atau yang berpapasan dengan langsung dengan dirinya itu.


__ADS_2