
Beberapa menit dalam perjalanan mereka berhenti di sebuah cafe, Agar Adira bisa sarapan. Awalnya Radit ingin memegangi Adira namun Adira melarangnya.
"Tidak perlu dituntun akunya, Aku bisa sendiri. Aku bukan orang yang sekarat." Larang Adira pada Radit. Akhirnya Radit mengalah dan Mereka berdua berjalan beriringan memasuki cafe tersebut, setelah sampai Radit menarik kursi agar Adira bisa duduk barulah setelah itu dia juga duduk di kursinya.
Setelah itu mereka memesan makanan dan kopi untuk Radit. "Kamu nggak kerja" Tanya Adira
"Kamu lupa sayang hari ini hari Minggu, Apa jangan-jangan kau belum sehat sepenuhnya" Adira yang mendengar nada bercanda dari Radit hanya bisa memanyunkan bibirnya saja, Sedang Radit yang melihat hal itu menjadi tertawa bahagia Karena berhasil menjahili Adira karena ucapannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sedangkan dilain tempat, Seorang pria sedang memandangi Foto mantan istrinya dengan tatapan penuh penyesalan yang mendalam. Dialah Aditia kehidupannya berbanding terbalik dengan apa yang dialami oleh Adira saat ini.
Aditia Bahkan semenjak perpisahannya dengan Adira, Ia tidak pernah mengijinkan kaki di perusahaan ayahnya lagi. Dia seakan-akan membatasi dirinya dari dunia luar bahkan dari kedua orangtuanya sekalipun dia enggan untuk bertemu dengan mereka.
__ADS_1
Saat ini Radit sedang terbaring sakit Ia hanya bisa menatap foto Adira. Sebenarnya sudah beberapa hari ini dia merasa badannya kurang fit. Namun dia seakan tak peduli dengan kondisi tubuhnya yang makin terasa parah. Bahkan dia tidak ingin pergi memeriksa kondisinya ke rumah sakit, Yang ada dipikirannya hanya Adira, Adira dan Adira seorang.
Sekalipun Kedua orangtuanya terus memaksa dirinya agar periksa tentang kesehatannya, Karena mereka merasa khawatir dengan kondisinya yg terus menurun.
"Adit, Mama antara ke rumah sakit ya" Ucap sang mama yang terus membujuk anaknya
"Tidak ma, Aku hanya ingin Adira berada di sampingku" Jawab Aditia
"Kamu jangan keras kepala seperti ini, kenapa yang kau pikirkan hanyalah Adira saja. Memangnya apa istimewanya wanita itu. Jika kau seperti ini terus yang ada kau hanya menyiksa dirimu sendiri." Jawab sang mama yang sudah jengkel dengan tingkah laku Anaknya.
Radit yang mendengarkan ucapan kedua orangtuanya hanya bisa terdiam, Dia hanya memikirkan seandainya dia tidak mengkhianati Adira pasti hidupnya tidak akan seperti ini, Seandainya Dia bisa menahan diri nya dari godaan Nadia. namun ia hanya bisa berandai karena itu semua sudah sangat terlambat untuk bisa ia sesali.
Sungguh dia sangat menyesali perbuatannya. Sudah beberapa kali dia pergi untuk melihat Adira dari kejauhan, namun yang di lihatnya Adira seakan bahagia menjalani kehidupannya. tidak seperti dirinya yang semakin hari semakin terpuruk dalam penyesalan.
__ADS_1
"Apakah kesalahan ku padamu begitu besar sampai-sampai kau tak bisa memaafkan kesalahanku Adira, Kenapa kau menyiksa ku dengan cara seperti ini. Kau seakan mau membunuh ku Secara perlahan dengan rasa bersalah ku untuk mu ini, Padahal aku sudah sangat menderita dengan perpisahan kita. Tapi kenapa kau baik-baik saja dan seakan tidak ada tampak kesedihan Dimata mu, Apa waktu dua tahun kebersamaan kita tak berarti apa-apa untuk mu. Kenapa tidak kau berikan aku kesempatan sekali lagi Adira" Batin Aditia tersiksa
"Kalau kau tidak ingin ke rumah sakit setidaknya biarkan mama memanggil dokter untuk memeriksa keadaan mu" Ucap sang mama pada putranya
"Ia ma" Jawab Aditia pada akhirnya
Selang tiga puluh menit kemudian dokter datang dan segara periksa keadaannya, Setelah selesai pemeriksaan mama Naila segera bertanya kondisi putranya.
"Bagaimana kondisi putranya saya dok?"
"Putra ibu dan bapak hanya kecapean dan banyak pikiran sampai kondisi drop, Saya akan meresepkan vitamin untuknya" Ucapan sang dokter. Setelah itu sang dokter pamit dari hadapan mereka semua.
"Ikhlas semuanya nak, Biarkan Adira bahagia Begitu juga denganmu tanpa kau membayangi dirimu terus dengan masa lalu kalian." Ucap papanya
__ADS_1
"Papa dan mama hanya bisa bicara tapi kalian tidak merasakan apa yang aku rasakan" Jawab Aditia dengan Hampa. Memang itulah yang terjadi penyesalan selalu datang terlambat karena kalau datang lebih awal berarti bukan penyesalan namanya tapi pendaftaran 😁😁