Penghianatan Suami Dan Sahabatku

Penghianatan Suami Dan Sahabatku
Bab 36


__ADS_3

Adira menatap dirinya di cermin. Pantulan wajahnya terlihat segar dengan makeup yang natural yang di oles tipis ke wajahnya. Begitupun dengan dress hitam yang membuat tampilan dirinya makin terlihat cantik.


Adira berjalan keluar dari kamarnya melewati Mama Anita yang sedang duduk menonton televisi. Mama Anita yang melihat putrinya sudah berpenampilan sangat cantik sehingga membuat Mama Anita pun bertanya "Sayang, apa kau mau keluar ?" Sambil melihat putrinya yang berjalan ke arahnya dengan bibir yang tersenyum.


"Aku mau keluar sebentar, ma" Jawab Adira dengan suara yang lembut


"Keluar dengan siapa? Laki-laki atau perempuan ?"Bukan tanpa alasan mama Anita bertanya karena penampilan putrinya malam ini terlihat berbeda. Dan setahunya putrinya ini tak memiliki sahabat lain, salain Nadia selama ini.


Adira tersenyum canggung dan menganggukkan kepalanya sambil berucap "Iya Laki-laki ma. Tapi hanya sebatas teman saja. Jadi mama tidak perlu khawatir"


Mama Anita menatap wajah putrinya dan berucap" Mama tidak pernah melarang mu selama ini untuk berteman dengan siapa pun itu. Hanya saja kau harus ingat batasan mu untuk sekarang ini, walau bagaimanapun kau Masi berstatus sebagai istri orang. Apalagi kau masih dalam proses perceraian. Jadi sangat tidak etis jika kau keluar atau terlihat bersama lelaki lain, itu akan menjadi asumsi untuk orang lain yang akan berpikir kaulah yang ingin bercerai karena kau telah memiliki orang ketiga di pernikahan kalian. Yang membuat nama mu menjadi jelek di masyarakat sekitar yang mengenal dirimu. Karena orang diluar tidak tahu tentang apa yang terjadi sebenarnya, mereka hanya bisa menilai apa yang mereka lihat dan itulah yang mereka percaya. Mama Harap kau bisa mengerti maksud mama"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Radit sudah duduk didalam cafe AA tempat janjian mereka untuk bertemu. Radit sedang duduk menunggu dengan tidak sabaran ia takut Adira tak jadi untuk datang.

__ADS_1


Seketika Bibirnya tersenyum lebar saat matanya menangkap seseorang yang membuatnya menunggu sedari tadi. Padahal dirinya yang tak sabaran baru sepuluh menit dia duduk menunggu tetapi baginya sudah sangat lama.


Matanya tak terlepas sedikitpun dari wanita yang berjalan mendekati dirinya, Ia menatap tanpa berkedip sedikitpun. Bahkan sampai Adira telah duduk dihadapannya dia tidak memalingkan wajahnya. Hal itu membuat Adira menjadi salah tingkah dan wajahnya merona.


Adira yang sudah tidak tahan ditatap seperti itu akhirnya membuka suara "Apa wajahku kelihatan aneh?"


"Tidak, Hanya saja kau semakin terlihat cantik di mataku, Sehingga membuatku enggan berpaling dari menatap dirimu." Jawab Radit dengan tersenyum manis


Adira yang mendengarkan ucapan Radit membuat Wajahnya semakin merona. Ia yakin pasti wajahnya sudah seperti kepiting rebus saat ini.


Setelah itu Radit memanggil seorang waiters dan memesan makanan yang diinginkan mereka berdua. Setelah itu waiters pergi.


"Bicaralah aku akan mendengarkan apapun itu tentang mu sayang" Jawab Radit sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya bermaksud menggoda.


Adira memutarkan bola matanya melihat tingkah Laki-laki dihadapannya ini. "Aku ingin bicara serius Radit " Ucap Adira sedikit kesal

__ADS_1


"Bicara tentang apa memangnya sayang ?" Tanyanya dengan wajah yang sudah kelihatan serius


"Tolong jangan temui aku lagi, Kalau bisa aku harap ini yang terakhir kalinya untuk kita bertemu" Sontak membuat wajah Radit berubah karena mendengarkan ucapan Adira padanya.


"Apa maksudmu? memangnya kenapa sampai aku tidak boleh bertemu dengan mu lagi? " Tanya Radit dengan suara yang terdengar tidak suka dengan ucapan Adira barusan.


"Kerena sangat tidak etis untuk kita bertemu apa lagi ditempat umum seperti ini. kau tau biar bagaimanapun juga aku masih berstatus sebagai istri orang. Aku takut ada orang yang mengenaliku dan mereka tau tentang gugatan perceraian ku. Mereka akan berpikir karena aku sudah memiliki orang baru dan akulah yang telah memasuki orang ketiga di dalam pernikahanku sendiri. Sehingga menyebabkan pernikahanku dan Aditia menjadi kandas. Itu akan membuat namaku menjadi buruk dan pasti orang akan mempertanyakan diriku kalau aku tidak setia. Dan kau akan disebut sebagai pebinor"


Setelah ucapan Adira selesai bertepatan dengan waiters yang datang membawa makanan pesanan mereka.


Penjelasan yang Adira berikan membuat Radit berpikir Ada benarnya juga perkataannya Adira, Kenapa dia tidak pernah memikirkan semua konsekuensinya. Kenapa ia tak dapat menuggu sedikit lagi. padahal, selama empat tahun dia bisa menunggu selama itu. lalu kenapa hanya beberapa Minggu ke depan dia tidak bisa. Padahal tinggal sedikit lagi Adira akan terlepas dan terbebas dari lelaki brengsek itu.


Radit menghela nafasnya merasa lega atas alasan yang Adira berikan kepadanya


"Baiklah aku akan sabar mengganggu sampai kau terlepas dan terbebas dari pria itu. Tapi aku mohon padamu jangan melarang aku untuk menghubungi dan mengirimkan pesan terhadapmu juga. Karena kalau kau melarang itu juga. Itu sama saja kau akan membuatku menjadi gila, dan aku harap kau tidak akan pernah mau rujuk dengan lelaki brengsek itu" Ucapannya dengan wajah yang sudah berubah seperti semula. dengan senyum yang tidak terlepas dari bibirnya jika ia berhadapan dengan Adira.

__ADS_1


Hanya saja dia enggan untuk menyebutkan nama Aditia. karena ia berpikir julukan lelaki brengsek lebih pantas untuknya


Adira tersenyum dan hanya menganggukkan kepalanya saja pertanda dia setuju dengan permintaan Radit.


__ADS_2