Penghianatan Suami Dan Sahabatku

Penghianatan Suami Dan Sahabatku
Bab 47


__ADS_3

Radit yang sudah selesai mengerjakan pekerjaannya Bertepatan dengan jam makan siang. Radit ingin pergi ke perusahaan Adira untuk mengajak sang pujaan hati makan siang berdua bersama dengannya.


Radit telah melangkahkan kakinya keluar dari dalam perusahaan menuju parkiran mobil miliknya, sesampainya diparkiran ia menaiki mobilnya dan melaju dengan cepat agar segera sampai dan bertemu dengan kekasih hatinya, Adira sang pemilik hati Radit seorang.


Sedangkan Adira yang baru selesai mengerjakan pekerjaannya, Ia memutuskan untuk pergi makan siang yang tidak jauh dari perusahaannya. Ia berencana akan makan siang di Cafe yang berhadapan dengan perusahaannya, yang bisa di tempuh dengan beberapa menit berjalan kaki karena dia tau di jam seperti ini jika ia akan keluar mencari makan di tempat yang sedikit jauh malah ia akan susah sendiri karena pastinya akan terjebak dengan kemacetan di jam-jam seperti ini.


Adira berjalan, Ia akan tersenyum dengan ramah jika ia di tegur dan berpapasan dengan para karyawannya yang menegur dirinya.

__ADS_1


Sempainya diluar, Sebelum menyebarang jalan ia melirik Kanan dan kiri terlebih dahulu. Ia hanya melihat dari sebelah kanan ada sebuah mobil yang tak jauh darinya berjalan dan sebalah kirinya tak ada apa-apa yang lewat mobil ataupun sepeda motor tak terlihat Sama sekali.


Radit yang sudah melihat Adira yang berdiri di samping jalan segara menghentikan mobil yang dikendarainya dan hendak membuka pintu untuk memanggil Adira, karena memang mereka tidak janjian sebelumnya. Namun Adira lebih dulu melangkahkan kakinya menyebrangi jalan, Tanpa ia sadari ada sebuah mobil dari sebelah kirinya yang entah keluar dari arah mana dengan kecepatan di atas rata-rata. Adira yang baru menyadari itu menjadi terkejut dan membeku di tengah jalan tersebut.


Adira terpaku di tengah jalan saat mobil semakin mendekat namun tiba-tiba Ada sebuah tangan yang menarik tubuhnya dengan sangat kencang kedalam dekapannya. hal itu membuat mereka berdua terjatuh dipinggir jalan, Sehingga menyebabkan kepala Adira terbentur di bahu jalan. bertepatan dengan itu, Mobil yang ingin menabrak Adira melaju melewati mereka berdua Dengan sangat kencang


"Brengsek, kenapa pria sialan itu datang diwaktu yang tidak tepat, Kalau tidak sekarang pasti Adira sudah lenyap. Nadia bakalan marah besar padaku jika dia mendengar kegagalan ku lagi. Argh sialan." Ucap pria itu penuh kegeraman dan terus melajukan kendaraanya semakin kencang agar dapat meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


"Radit" Ucapan Adira sebelum kehilangan kesadarannya


"Sayang, Bangun sayang tolong jangan membuat ku takut" Panggil Radit sambil menepuk pipi Adira berharap sang pujaan hati segera sadar dan membukakan matanya.


Adira yang tak kunjung menyadarkan diri membuat Radit segera melarikan dia ke rumah sakit terdekat, Radit takut terjadi apa-apa dengan pujaan hati itu. padahal Radit sudah berusaha melindungi kepala Adira agar tak terbentur ke bahu jalan.


Dalam perjalanan menuju rumah sakit Radit tidak dapat menyembunyikan rasa takut sekaligus khawatirnya yang sangat kentara diwajahnya "Adira bangun sayang, Aku mohon. maaf aku tak dapat menjaga mu dan melindungi mu dengan baik. Aku akan mencari tau siapa orang yang dengan beraninya ingin berniat mencelakai mu." Ucap Radit yang penuh kemarahan dari nada suaranya.

__ADS_1


Radit tak dapat membayangkan jika tadi ia terlambat sedikit saja, Jika ia terlambat sampai entah apa yang akan terjadi pada pujaan hatinya. Ia tidak sanggup kehilangan Adira untuk yang kedua kalinya bisa-bisa ia menjadi benar-benar gila.


__ADS_2