Penghianatan Suami Dan Sahabatku

Penghianatan Suami Dan Sahabatku
Bab 39


__ADS_3

Sejak kepergian Tante Natalia, Adira tidak langsung pulang, Ia masih betah berlama-lama duduk dalam restoran itu. Tanpa Adira sadari Radit yang sehabis makan siang dengan kliennya diruang VIP di restoran itu juga. Radit berjalan keluar dan tak sengaja melihat Adira yang sedang duduk sendirian. Ia segera menyuruh Johan sang asisten untuk kembali lebih dulu ke perusahaan karena ia ingin menemui Adira, Setelah kepergian Johan Tanpa pikir panjang dan seakan lupa dengan janji yang dibuatnya dengan Adira, ia berjalan dan mendekat di mana tempat yang sedang Adira duduki.


Setelah sampai dan Radit berdiri di sebelah Adira, Ia menyentuh lengan Adira yang sedang duduk seperti sedang memikirkan kan sesuatu. Adira yang tak menyadari kehadiran Radit begitu terkejut melihat lelaki itu sudah berdiri di sampingnya dan menyentuh lengannya. Dan jangan lupa senyum manis Radit yang diberikan hanya untuk Adira seorang.


"Sedang mikirin apa sayang?" Tanya Radit merasa tanpa dosa sedang orang yang ditanya menunjukkan wajah tak sukanya.


"Kenapa kau berada di sini jangan bilang kau membuntuti ku." Tanya Adira dengan wajah jutek.


"Kurang kerjaan sekali membuntuti mu sayang, karena Kita berdua ini berjodoh jadi pasti akan tetap bertemu dimana saja. Tanpa Janjian Sekalipun. Walaupun kau melarang ku untuk tidak bertemu denganmu namun semesta selalu berpihak padaku" Ucapan Radit dengan begitu santainya tak memperdulikan wajah Adira yang semakin jengkel dengannya. Dan ia Segera duduk di kursi yang ada di hadapan Adira.


"Apa kau tak mengerti dengan Ucapanku semalam. Padahal kau sudah berjanji padaku, Tapi kau tetap mengingkarinya" Dengan wajah tak suka karena Radit melanggar janjinya sendiri.


"Aku tak mengingkarinya. Hanya saja aku melihatmu duduk sendirian jadi aku berinisiatif untuk bertemu dan menemanmu" Ucap Radit Membela diri.


Namun pertengkaran mereka berdua terhenti karena suara seorang Perempuan "Oh, jadi kau membatalkan rencana pernikahan kita karena perempuan ini? Hanya karena Perempuan yang telah memiliki seorang suami, Radit? sungguh rendahan sekali selera mu itu" Ucap Nadia dengan tersenyum sinis.


Ya perempuan itu adalah Nadia. Ia yang sehabis bertengkar dengan sang mama karena wanita yang sedang duduk dihadapannya ini. Rasa jengkelnya belum habis kini Ia Menjadi bertambah emosi karena melihat Adira yang sedang duduk dengan Radit tanpa pikir panjang ia menghampiri mereka berdua dengan tujuan ingin mempermalukan Adira agar sakit hatinya sedikit terbalaskan.


Namun ia tak berpikir panjang jika Adira bisa mempermalukannya lebih dari yang dulu dilakukan Adira terhadapnya. Ia melupakan kalau Adira memiliki bukti tentang perselingkuhannya dengan Aditia. Yang di pikirkan Nadia saat ini harus bisa mempermalukan Adira cuman itu saja yang dipikirkan tanpa memikirkan konsekuensi kedepan untuk dirinya.

__ADS_1


Adira dan Radit saling menatap. Adira yang mencoba mencerna ucapan Nadia sedangkan Radit yang Emosi karena Nadia yang mengaku sebagai tunggangannya dihadapan perempuan yang dicintainya.


"Kenapa hanya diam? Dasar wanita Jelang tidak tahu malu sudah mempunyai suami tapi Masi menggoda tunangan orang, apa suamimu Masi kurang sehingga biar tunggangan ku pun kau embat juga dasar tak tau diri, wanita yang tak tau bersyukur" Ucap Nadia dengan tersenyum samar, ia berpikir Adira tak bisa melawannya karena rasa malunya. sehingga tidak bisa menjawab omongannya. Apalagi saat ini mereka menjadi tontonan pengunjung restoran yang sedang ramai karena memang sedang bertepatan dengan jam makan siang.


"Nadia jaga ucapan mu, berhenti bicara yang tidak-tidak terhadap Adira" Ucap Radit Marah


Adira begitu terkejut karena yang selama ini yang Nadia sebut-sebut sebagai tunggangannya adalah Radit. Namun ia segera menguasai dirinya dan ia melihat Nadia dan tersenyum sinis padanya.


"Kalau kau sebut aku seorang jelang, penggoda, wanita tak tau diri dan tak bersyukur. Lalu, apa sebutan yang pas untukmu yang sudah berselingkuh dengan suami orang, apakah aku harus menyebutmu p*****r, wanita panggilan, sampah masyarakat atau apa. Apa masih kurang aku mempermalukan mu waktu di cafe, apa kau ingin aku menunjukkan video untuk orang-orang dalam restoran ini juga agar bisa melihat bagaimana hebatnya seorang Nadia yang bergoyang diatas tubuh suamiku, yang sebentar lagi akan menjadi mantan suami" Ucapan Adira membuat Nadia mengepalkan tangannya kuat karena menahan amarah dalam dirinya.


Kebetulan ada seorang pengunjung cafe yang hadir di restoran pada malam itu berbisik dengan kuat yang seakan disengaja agar Nadia mendengarkan ucapannya " Oh iya, benar. Wanita itu persis seperti yang malam aku sedang makan di cafe, dia makan di cafe dengan suami wanita yang satunya yang dilabrak sama istri sahnya yang itu."Sambil menunjuk kearah Adira"sungguh tak punya malu, malah menuduh orang menggoda Tunangannya padahal dialah yg penggoda."


"Apa kau Pikir Radit akan menerimamu yang seorang janda" Nadia yang sudah kepalang malu tak akan menyerah begitu saja.


Adira tersenyum sinis pada Nadia"Apa kau berpikir Radit juga akan menerimamu. Aku sekalipun menjadi Janda tapi Janda yang terhormat tapi kau" Ucap Adira sambil memandang remeh Kearah Nadia


"Berhentilah dengan omong kosong mu Nadia, asal kau tahu aku sudah ingin membatalkan acara pernikahan kita selama aku masi di Negara B. Sebelum aku kembali bertemu dengan Adira. Tekat ku semakin bulat setelah aku mencari tau dan mengetahui kau berselingkuh dengan suami Adira. Untuk apa aku meneruskan acara pernikahan dengan wanita yang tak baik seperti dirimu, benar kata Adira lebih baik yang sudah menjadi janda karena aku tau dia sudah pernah menikah sebelumnya. Dan satu lagi asal kau tau aku tak pernah mencintai dirimu apalagi dengan semua kebohongan yang selama ini kau buat untuk ku. Jangan kau pikir aku tak tau selama ini kau membohongi ku. Kau mengetahui keberadaan Adira dan kau dengan mudahnya membohongi ku dan orang tuaku agar bisa memaksaku untuk bertunangan denganmu. kau memang wanita ular, licik dan picik yang pernah aku kenal."


" Aku melakukan itu karena aku mencintaimu Radit. Aku tak mau kehilanganmu" Ucap Nadia dengan marah dan mata yang memerah menahan tangisnya

__ADS_1


"Itu bukan cinta namanya Nadia. Tapi kau hanya terobsesi dengan ku. Karena kalau kau mencintaiku kau tak akan berbuat seperti ini apa lagi sampai berselingkuh dengan suami sahabatmu sendiri" Ucap Radit dengan rahang yang mengeras dan tangan terkepal kuat.


"Sudahlah Nadia sebaiknya kau pulang sebelum kau makin mempermalukan dirimu sendiri. Apa kau tidak malu menjadi tontonan orang. Jujur aku semakin muak untuk melihat tingkah yang kau buat Nadia" Ucap Adira dengan Wajah yang datar


" Ini semua karena ulah mu Adira. Coba saja kau tak bertemu kembali dengan Radit pasti semuanya tak akan seperti ini. Dasar perempuan brengsek kau" Maki Nadia


"Tutup mulutmu Nadia. Kau semakin lancang, kau yang wanita brengsek dasar jelang tak tau malu" Maki Adira balik kepada Nadia


Nadia yang memperhatikan sekitar. Benar saja orang-orang memandangnya dengan tatapan jijik dan meremehkan sungguh membuat Nadia semaki muak dan membenci Adira. "Aku akan pergi tapi jangan kau pikir aku telah kalah" Setelah mengucapkan itu Nadia berbalik dan pergi


"Aku sudah bilang berhenti untuk menemui ku, tapi kau tak pernah mendengarnya, sekarang kau lihat atas keras kepala mu itu" Adira berbalik dan juga melangkahkan kakinya keluar restoran


"Aku akan mengantarkan mu pulang" Radit mengikuti langkah Adira. Tapi Adira tak mau merespon perkataan Radit. Ia masih masi kesal dan marah pada Radit karena tidak bisa mendengarkan ucapannya Sama sekali


"Adira aku minta maaf" Sambung Radit


Adira segera naik ke mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan Radit yang nelangsa atas kepergian Adira. Radit mengacak rambut dan wajah frustasi.


"Ini semua gara-gara Wanita brengsek dan bermoral itu. Argh..." Ucap Radit Frustasi.

__ADS_1


__ADS_2