Penghianatan Suami Dan Sahabatku

Penghianatan Suami Dan Sahabatku
Bab 66


__ADS_3

**Flashback**


Tiga hari yang lalu Radit yang sudah tidak bisa menahan diri untuk bertemu dan berbicara dengan om Bobi untuk meminta Bantuannya. Bantuan untuk Mencari cara agar Adira bisa menerima ia menjadi suaminya.


Hari itu Radit memilih pulang satu jam lebih Awal dari biasanya. Karena, dia tau kalau dia pulang sesuai jam kantor maka dia akan bertemu dengan Adira yang juga sudah pulang dari bekerja sehingga membuatnya tidak akan leluasa membicarakan rencananya.


Setelah sampai dan bertemu dengan om Bobi dan Tante Anita, Radit duduk dan sedikit berbasa-basi kemudian barulah dia menceritakan tujuannya datang kemari.


" Mau tidak kalau om bantuin aku untuk bisa membujuk Adira menikah dengan ku" Ucapannya membuat Kening papa Bibi berkerut


"Memangnya kenapa sampai kau perlu meminta bantuan pada om?" Tanya Papa Bobi


Sedangkan mama Anita hanya duduk dan mendengarkan ucapan dua pria di sampingnya itu.


"Soalnya saya sudah mengajaknya untuk menikah namun di menolaknya katanya untuk saat ini dia belum mau, Dia menyuruhku menunggu Sepuluh bulan sedangkan masih Ada sekitar Delapan bulan lagi." Cerita Radit dengan Raut wajah yang menyedihkan

__ADS_1


"Kalau begitu ya kau menunggu saja apa susahnya"


"Justru karena saya tidak ingin menunggu terlalu lama sehingga saya datang menemui om saat ini. Saya ingin om membantu saya menjalankan Rencana yang akan membuat anak om tidak akan menolak saya" Ucap Radit penuh kesungguhan.


"Memangnya apa Rencana mu" Tanya Papa Bobi


"Maaf sebelumnya jika Nanti ide saya membuat om terkejut" Ucapan dengan cengiran, Kemudian ia melanjutkan ucapannya " Rencana saya, Om berpura-pura sakit. Setelah itu om meminta Adira menikah dengan saya" Ia kelihatan salah tingkah setelah mengajak Capmernya berbohong.


Om Bobi yang mendengarkan ucapan Radit menjadi terkejut terlihat dari wajahnya ia dan sang istri saling berpandangan namun om Bobi kemudian ia nampak berpikir


"Kira-kira seperti itu" Ucapnya sambil menggaruk kepalanya yang terasa tidak gatal sama sekali.


" Memangnya kenapa sampai kau bisa berpikir seperti itu" Tanyakan dengan wajah serius.


Radit yang melihat wajah serius Capmernya itu sehingga membuat ia juga menjadi serius

__ADS_1


"Saya takut Ada yang akan merebutnya dari saya om, Cukup sudah Empat tahun lalu saya pernah kehilangannya untuk sekarang ini saya tidak ingin kehilangannya lagi." Ucapannya dengan serius dan penuh kesungguhan.


Papa Bobi yang dapat melihat ketulusan di mata Radit yang sangat mencintai putrinya pun merasa bahagia sambil Berkata " Memangnya apa kau yakin untuk menikah dengannya, Apa kau benar-benar mencintai dan menyayangi putri om"


" Sayang sangat-sangat mencintainya om" Jawab Radit dengan penuh kesungguhan


" Om hanya berpesan padamu, Kau sudah tau Adira sudah pernah menikah jika memang kau yakin ingin menikahinya om akan merestui mu. Harapan om semoga putri om akan terus bahagia, jangan pernah kau melukai perasaannya lagi. cukup sudah dia pernah merasakan karamnya rumah tangga yang pernah dia bina, Jika nanti kedepannya kau tidak lagi mencintainya jangan kau memberitahunya tapi beritahu lah padaku lebih dulu supaya aku yang akan menjemputnya dan menerangkan padanya apa yang sebenarnya terjadi agar dia bisa menagis di bahuku. Karena ketahuilah jauh sebelum kau mengenal dan mencintainya, Ada aku orang yang pertama mencintai dan menyayanginya sepenuh hati sejak dia pertama lahir ke dunia dan menangis digendong ku." Ucap papa Bobi dengan setetes Air mata sedangkan istrinya yang mendengar ucapan sang suami tidak kuasa menahan air matanya lagi.


Radit yang mendengar ucapan itu menatap wajah pria paruh baya dihadapannya ini yang masih terlihat gagah


"Om tidak perlu khawatir saya akan terus mencintainya dan menyayanginya dengan sepenuh hati, Saya akan menjaganya dengan segenap jiwa dan raga sampai roh terpisah dari badan. Saya tulus mencintai putri om saya berjanji untuk mencintainya hari ini, esok dan selamanya. Om bisa pegang ucapku, nyawa saya yang menjadi taruhannya jika om berpikir saya berbohong dan akan menyakiti putri om saya siap menerima semua konsekuensi dari om" Ucapannya dengan penuh kesungguhan.


Papa Bobi mendengarkan ucapan Radit sangat yakin kalau putrinya begitu dicintai oleh pria itu. Apalagi sejak dulu sampai saat ini Radit masih mencintainya bisa ia lihat betapa besar cinta yang dimiliki Radit untuk anaknya " Baiklah om akan membantu mu, kau tenang saja biar nanti om yang akan berbicara dengan dokter. Kebetulan dokter itu merupakan sahabat baik om"


Radit yang mendengarkan itu menjadi tersenyum dan sangat bahagia sungguh dia tidak sabar menunggu hari bahagia itu.

__ADS_1


**Flashback off**


__ADS_2