Penghianatan Suami Dan Sahabatku

Penghianatan Suami Dan Sahabatku
Bab 56


__ADS_3

Seminggu telah berlalu semenjak Adira keluar dari Rumah sakit, Ia sudah kembali kerja seperti biasanya sejak beberapa hari yang lalu. Seperti hari ini ia sibuk memeriksa berkas-berkas yang sedang menumpuk di meja kerjanya, Karena sekarang dia lah sepenuhnya yang menangani perusahaan ia di bantu sang sekertaris kepercayaan sang papa. Sedangkan sang papa sudah ingin beristirahat dari dunia kerja yang tiada habisnya untuk menikmati masa tua.


Adira yang sedang fokus bekerja sampai-sampai ia tidak menyadari telah waktunya jam pulang kantor, Sehingga membuat sang sekretaris mengingatkan dirinya.


"Nona" Panggilan sang sekertaris yang sudah berdiri di sebelah meja kerjanya.


"Iya, Ada" Jawab Adira sambil menatap sang sekertaris


"Apa anda ingin lembur" Tanya Pram sang sekertaris


Adira yang mendengarkan pertanyaan Pram barusan membuat ia segera melirik Arloji yang berada di tangan kirinya. Ternyata sudah pukul 17.15 Padahal Jam kantor hanya sampai pukul 16.00 saja.


Adira segera membereskan berkas-berkas yang berada di meja kerjanya " Kau duluan saja Pram karena aku juga ingin pulang setelah ini" Ucap Adira sehingga membuat Pram segera berlalu dari ruangan nonanya itu.


Setelah itu barulah Adira berdiri meninggalkan ruangan tempat kerjanya, Agar bisa segera pulang mengistirahatkan tubuhnya dari kegiatan bekerjanya seharian ini.


Adira mengendarai mobilnya sendiri, Beberapa jam perjalanan akhirnya ia telah sampai. Ia keluar dari dalam mobil lalu melangkahkan kakinya memasuki rumah untuk menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Agar dia bisa membersihkan dirinya dan beristirahat.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedangkan di lain tempat Radit yang masih berkutat dengan pekerjaannya, kerena ia harus secepatnya menyelesaikan beberapa berkas yang ada dan harus segera ditandatangani olehnya.


Radit menghela nafas berat, Dia istirahat sejenak dari pekerjaannya untuk bisa menghubungi pujaan hatinya sebagai mood booster untuk dirinya biar tetap semangat.


Radit meraih ponselnya yang berada di samping meja kerjanya dan memencet kontak yang bertulis My Love❤️ yang tidak lain adalah nomor milik Adira.


Radit menunggu dengan tidak sabaran ia ingin segera mendengarkan suara sang pujaan hatinya, Tepat di dering ketiga barulah Adira menjawab panggilannya.


"Halo Radit, Ada apa?" Suara Lembut milik Adira saat menyapanya.


"Aku sangat merindukanmu, Sayang." Jawaban tidak kalah lembut


"Apa kau tidak punya jawaban lain selain jawaban itu? Karena selalu kalimat itu yang kudengar setiap kali kau menelpon ku, Sampai aku sudah sangat hafal kalimat mu itu" Ucapannya membuat Radit terkekeh seakan membenarkan perkataan Adira padanya.


"Aku serius sayang, Aku benar-benar merindukan mu. Rasanya aku tidak bisa jauh terlalu lama dari mu" Ucapan Radit

__ADS_1


Adira terkekeh mendengar ucapan Radit yang merindukannya itu " Kau gombal sekali" Jawabannya


"Aku tidak sedang menggombal sayang. Lalu kau sedang apa sekarang?" Tanya Radit


"Terserah kau saja, Aku baru saja habis membersikan diri" Jawab Adira dengan santainya, Sedang Radit yang mendengarkan ucapan Adira membuatnya ingin mendekap Adira dalam pelukannya dan menghirup aroma Vanilla dari tubuhnya. Dengan membayangkan itu membuat otaknya menjadi trevling.


"Kau membuatku ingin memelukmu" Ucap Radit secara spontan


"Hey. Jangan sampai pikiranmu menjadi trevling kemana-mana" Ucap Adira membuat Radit menyadari ucapannya barusan, setelah menyadari ucapannya sehingga membuatnya terkekeh karena Adira dapat menebak pikirannya.


"Tidak kau ada-ada saja" Jawabnya menyangkal


"Padahalkan aku hanya bercanda" Jawab Adira sambil terkekeh pelan.


"Ya sudah aku tutup dulu telponnya" Ucapannya yang ingin menyudahi pembicaraan dengan Adira karena mendengar suara Adira membuatnya takut tidak dapat menahan dirinya. Karena ia mendengar suara Adira seakan menggoda padahal Adira berbicara dengan biasa saja tidak ada menggoda-Menggodanya sama sekali.


"Ya sudah" Jawab Adira setelah itu panggilannya terputus.

__ADS_1


Setelah Radit mematikan panggilan telponnya ia merasakan ada yang bangun dari dalam dirinya. Seakan dia menginginkan sesuatu namun segera ia menepis pikirannya itu.


"Sadarlah Radit, Tahan dirimu Ingat Adira belum menjadi milikmu sepenuhnya.Tahanlah sebentar lagi, Buang jauh-jauh pikiran kotormu itu, sebelum kau semakin tersiksa dengan pikiranmu sendiri." Gumam Radit sambil mengusap wajahnya kasar. Karena tiba-tiba tubuhnya terasa panas padahal AC diruangannya menyala dengan baik.


__ADS_2