Penghianatan Suami Dan Sahabatku

Penghianatan Suami Dan Sahabatku
Bab 68


__ADS_3

Tepat jam 06:00 Adira dan Radit sudah sah menjadi suami dan istri, Pernikahan mereka sangat jauh dari kata meriah karena yang terpenting bagi Radit. Dia sudah jadi suami Adira dan tidak akan ada yang bisa memisahkan mereka.


"Semoga kalian berdua selalu bahagia sampai maut yang memisahkan kalian" Ucap Pak Bobi


"Aku akan bahagia jika papa sehat seperti biasanya" Jawab Adira dengan perasaan bahagia dan juga sedih secara bersamaan.


"Papa akan berusaha untuk segera sembuh, Terimakasih karena sudah memenuhi permintaan papa"


"Papa tidak perlu berterima kasih, karena sudah menjadi tugas Adira untuk membahagiakan papa" Jawab Adira dengan air mata yang menetes


"Sayang jangan khawatir papa pasti akan sembuh dan baik-baik saja" Ucap Radit sambil menghapus air mata dari wajah Adira.


Radit Jangan ditanya lagi, Walaupun dia menyembunyikan rasa bahagianya tapi wajahnya tidak bisa berbohong untuk menyembunyikan rasa bahagianya itu.

__ADS_1


"Akhirnya keinginan ku terkabul juga, Menikah dengan Adira walaupun harus dengan sedikit kebohongan namun aku sangat bahagia." Batin Radit.


"Radit papa berharap kau bisa menjaga dan mencintainya seumur hidupmu" Ucapan pak Bobi dengan tujuan mengingatkan Radit


"Papa tenang saja, Pasti aku akan menjaganya selalu dan tidak akan pernah menyia-nyiakan nya seumur hidup saya" Jawab Radit penuh kesungguhan


Radit langsung memeluk pak Bobi dan berbisik " Terimakasih papa karena sudah membantu Radit sampai seperti ini, Radit tidak akan pernah menyia-nyiakan putri papa" Begitu pun sebenarnya pak Bobi juga berbisik "Aku pegang ucapan mu jika sampai kau membohongi ku maka bersiaplah untuk kehilangan kepala mu" Suara pak Bobi pelan namu penuh penekanan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Akhir-akhir ini Adira merasa badannya kurang sehat, dan akhirnya hari ini dia tumbang di kantor untuk asistennya berada bersamanya.


Setelah Adira dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan penanganan dari dokter, Radit yang baru saja tiba karena saat dalam perjalanan Asisten Adira menelponnya memberitahu dirinya kalau Adira jatuh pingsan di dalam ruangannya. Dan saat ini Radit sedang duduk menunggu Dokter keluarga sungguh dia sangat takut terjadi apa-apa dengan istri tercintanya itu.

__ADS_1


"Suami ibu Adira" Ucapan dokter setelah keluar dari ruangan Adira


"Ya saya sendiri dok, Apa yang terjadi dengan istri saya?" Tanya Radit pada dokter


Dokter tersenyum dan berkata sambil menjulurkan tangannya" Selamat pak, Anda sebentar lagi akan menjadi seorang ayah" Radit menyambungkan uluran tangan tersebut namun dia seperti belum menyadari ucapan dokter barusan setelah tangan terlepas dokter itu melanjutkan kata-katanya


"Kandungan ibu Adira baru memasuki Minggu ketiga anda..." Ucapan dokter dipotong oleh Radit.


"Maksud dokter istri saya hamil, Apa itu benar"


Dokter yang kebingungan menatap wajah Radit dan menganggukkan kepalanya. Kerena ternyata ucapan dari tadi tidak disadari oleh suami pasiennya


Dengan Rasa yang begitu bahagia Radit langsung masuk dan menemui istrinya, Dokter yang melihat tingkahnya menjadi bingung sendiri.

__ADS_1


Radit masuk kedalam ruangan Adira Langsung disambut dengan senyum Adira untuknya. Karena Adira sudah siuman dan sedang duduk di ranjang pasiennya.


"Terimakasih Sayang, aku akan menjagamu dan anak kita dengan lebih baik lagi" Ucapan Radit sambil memeluk Adira


__ADS_2